Month: May 2021

AUDIENSI TVRI KALBAR BERSAMA BUPATI BENGKAYANG

Senin (31/5/21) Bupati Bengkayang (Sebastianus Darwis, SE.,M.M) menerima Tamu Audiensi dari Media Elektronik TVRI Nasional Cabang Kalbar di Ruang Rapat Bupati sekitar jam 10.00 wib, dengan kedatangan Media Elektronik TVRI ini kedepannya bisa menjadi Mitra yang bersifat Informasi Publik.

Dalam hal ini Bupati Bengkayang (Sebastianus Darwis, SE., M.M) sangat berterima kasih kepada Media Elektronik TVRI Nasional bisa hadir sekaligus silaturahim dengan Bupati Bengkayang selaku kepala Daerah Kabupaten Bengkayang, kedepan dengan kehadiran Media Elektronik TVRI ini bisa membantu Pemerintah Daerah khususnya kabupaten Bengkayang dalam hal penyampaian informasi Melalui Elektronik, baik itu informasi tentang Potensi yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Dengan kahadiran Media Elektronik (TVRI Nasional) ini kedepannya sebagai salah satu Mitra Pemerintah Daerah sebagai sarana informasi baik itu berbasis Digital maupun Elektronik, kabupaten Bengkayang bisa di kenal lebih luas lagi. Bukan hanya TVRI aja bisa menjadi mitra Pemerintah, Media Massa lain pun bisa dan boleh menjadi mitra Pemerintah, tegas Bupati Bengkayang sebelum menutupi acara audiensi yang dilakukan di ruang Rapat Bupati tadi siang.

Sumber Berita : Humpro

Bupati Bengkayang, Minta Protokol Kesehatan Covid-19 di Perketat.

Bengkayang-informasi publik.
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bengkayang meningkat drastis. Terakhir, berdasarkan data yang masuk per tanggal 16 Mei 2021, tercatat 886 orang dinyatakan positif Covid-19, belum termasuk laporan dari beberapa Puskesmas. Akibatnya, kabupaten Bengkayang kini sudah berada di zona orange.
Rabu, (19/5/2021) diruang rapat terbuka kantor Bupati Bengkayang

“Harapanya untuk waspada terhadap arus balik setelah lebaran ini dan jangan sampai Kabupaten Bengkayang masuk ke Zona Merah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama RT,camat,lurah,tokoh adat ,tokoh agama serta masyarakat Bengkayang khususnya,untuk bersama-sama bersinegritas menjaga tempat tinggal nya masing masing dan memperhatikan keluar masuknya warga sekitar terlebih masyarakat yg ada didaerah batas.tegas Bupati Bengkayang.

Dari Data Update per tanggal 11-16 Mei 2021 kasus Covid-19 drastis meningkat, sehingga Kabupaten Bengkayang memasuki ke Zona Orange, ”Puji Tuhan Info terkini untuk Hari ini kasus nya menurun, dan sejak semalam Kabupaten Bengkayang berada di zona Kuning.”ungkapnya

Untuk Data Update terkait kasus Covid-19, Per tanggal 16 Mei 2021, 886 terkonfirmasi positif, 123 Isolasi mandiri, 12 meninggal, 751 sembuh. Untuk kita ketahui bersama sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bengkayang, 5 kecamatan kasus terbanyak dan tergolong rawan yaitu.

  1. Kecamatan Bengkayang
  2. Kecamatan Samalantan
  3. Kecamatan Ledo
  4. Kecamatan Teriak
  5. Kecamatan Jagoi Babang.

Bupati Bengkayang, menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk tetap waspada dan tetap ketat serta mematuhi Protokol Kesehatan. Dan untuk para pelaku usaha di minta agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan seperti menyediakan masker, tempat cuci tangan serta jaga jarak.

Bupati Bengkayang, kembali menegaskan kepada para pemilik Cafe-cafe untuk tetap mengikuti Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, sesuai dengan surat Edaran Bupati Tentang Batasan Jam Operasional dimohon untuk dipatuhi,tegasnya.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro di kabupaten Bengkayang masih kita terapkan, mengingat penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bengkayang masih naik.

Dan salah satu instruksi Bupati yang yang cukup penting adalah meminta kepada Tim Satgas untuk membuat aturan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait penanganan Covid-19 sesuai dengan kondisi daerah ini, termasuk membuat aturan terkait pembatasan maupun sanksi dan penerapannya bagi para pelanggar Prokes.(Diskominfo)

Apel Pembinaan ASN, PPPK dan tenaga Honorer Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang

Apel Pembinaan ASN, PPPK dan tenaga Honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang Senin, 17/5/2021 di halaman Kantor Bupati Bengkayang dilaksanakan dengan tetap memenuhi Protokol Kesehatan. Dalam apel tersebut Bupati Bengkayang minta ASN dan Honorer jangan malas kerja dan jaga kedisiplinan dalam bekerja.


Disaat yang sama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM menegaskan bahwa pada saat ini Dunia dan juga Daerah kita, khususnya Kabupaten Bengkayang masih terus berjuang melawan Covid-19 dan sampai hari ini masih belum ada tanda-tanda untuk berakhir, Status Kabupaten Bengkayang pada saat kembali memasuki Zona Orange, untuk itu maka diharapkan tetap menjaga kewaspadaan jangan sampai Kabupaten kita masuk ke Zona Merah, ungkapnya.

Dalam rangka mensiasati kondisi Covid 19 ini, lebih lanjut Bupati Bengkayang minta kepada seluruh ASN dan tenaga Honorer untuk mampu memaksimalkan dan memanfaatan kemajuan teknologi informasi yang terfokus pada sistem pelaksanaan kerja dalam rangka menciptakan pelayanan yang efektif.

Bupati Bengkayang juga minta kepada seluruh Kepala OPD agar selalu memastikan dan mengevaluasi output kinerja para pegawai ASN dan tenaga Honorer di unit kerjanya masing-masing, serta mengevaluasi semua rencana kegiatan dan pelaksanaan penyerapan Anggaran keuangan Tahun 2021 yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Bengkayang, berpesan kepada seluruh kepala OPD untuk selalu bersikap tanggap dan cepat mencarikan solusi dalam mengambil langkah apabila didapati hambatan atau kendala.

Rombongan Wakil Bupati Bengkayang, Meninjau Pasar Sumbawa Sungai Duri

Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal bersama Rombongan Meninjau lokasi Pasar Sumbawa di Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, guna melihat sejauh mana progres operasional Pasar Sumbawa tersebut. Minggu (9/5/2021).

Drs. H. Syamsul Rizal mengatakan bahwa, mengenai Pasar Sumbawa sejak tahun 2019 sampai saat ini belum beroperasi dan dimanfaatkan dengan baik. Dirinya akan membicakan hal-hal yang menjadi kekurangan sehingga segera dapat terealisasi dan dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah dan masyarakat setempat.

“Saat ini, perihal Air, Listrik, penampungan sampah serta lahan parkir yang belum ada, kedepannya akan kita seleseikan,”ungkapnya.

Dirinya juga meminta kepada pihak BUMDes untuk bekerjasama dengan Pemda dalam mengelola Pasar Sumbawa tersebut Kedepannya.

“Apabila ini sudah dikelola, masyarakat yang berjualan di badan jalan di Pasar Rakyat dapat berpindah disini, dan akan terlihat rapi dan terarah,”ucap Wakil Bupati Bengkayang

Diwaktu yang sama, Camat Sungai Raya, (Juriat) Mengatakan, dirinya mendukung penuh program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam mengupayakan terealisasinya Pasar Sumbawa, Harapannya Pasar Sumbawa ini menjadi icon pasar dikecamatan sungai raya, perihal permasalahan yang belum selesai, pihak Kecamatan yang menjadi perpanjangan tangan membantu menyelesaikannya.

“Kedepan, Kita sama-sama menyelesaikan ini semua, agar masyarakat dapat berjualan di Pasar ini,”tutupnya.

BUPATI Dampingi Tim KEMENKOPOLHUKAM Tinjau PLBN Jagoi Babang

Proses pembangunan PLBN Jagoi Babang terus berjalan. Diproyeksi, Juli 2022 pintu batas tersebut selesai dibangun dan segera digunakan. Untuk memastikan pekerjaan pembangunan berjalan dengan baik, Jumat, 7 Mei 2021 Tim Kemenko Polhukam RI yang dipimpin Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan, Brigjen TNI Yasid Sulistya, S.Sos.,M.Si.

Untuk diketahui, Kemenko Polhukam RI merupakan Kementerian yang bertindak mengkoordinir kebijakan pembangunan perbatasan dengan kedudukan sebagai Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE.,MM yang turut mendampingi Tim Kemenko Polhukam sangat mendukung upaya Pemerintah Pusat guna mempercepat pembangunan PLBN Jagoi Babang. Salah satunya adalah dengan menyediakan lahan seluas 104 Hektar. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 15%, Pemda Bengkayang berkomitmen agar dapat mendukung proses penyelesaian pada tahun Juli, 2022.

Dengan terbukanya PLBN ini, Bupati berharap akan menjadi suatu daya dukung perekonomian didaerah perbatasan, khususnya Jagoi Babang, Siding dan Seluas. Apalagi jika melihat jarak antara Sarawak dengan Jagoi, Jagoi dengan Kota Bengkayang, Bengkayang dengan Pontianak yang cukup dekat, banyak daerah yang akan mendapat dampak positif.

Sementara pada kesempatan yang sama, Yasid Sulistya menyebutkan bahwa PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu pintu masuk negara yang sangat berpotensi dan strategis dalam pengembangan ekonomi daerah, menjaga akses stabilitas pusat-pusat perkotaan lain, titik awal/cikal bakal pembangunan kota mandiri di perbatasan.

Plbn jagoi dinilai berpotensi dan strategis dalam pengembangan ekonomi daerah, menjaga akses stabilitas pusat2 perkotaan yang lain, tempat rekreasi, titik awal pembangunan kota mandiri di perbatasan.

Dalam diskusi yang dilakukan sebelum meninjau PLBN, Titik Nol dan Jalan Tikus masuk perbatasan, Yasid menanyakan beberapa hal terkait pembangunan, diantaranya progres pembangunan, waktu pembongkaran bangunan lama, tata ruang bangunan, ketersediaan pasokan listrik, penyelesaian tanah warga yang masuk dalam wilayah pengembangan dan beberapa hal lain.

Khusus terkait tanah warga, pihak pengembang bekerjasama dengan BPN dan Pemda untuk segera diselesaikan karena masih ada sekitar 20 Ha lahan warga yang masih diproses karena tidak ada lagi waktu untuk negoisasi. Sebenarnya negara bisa saja menyelesaikannya secara hukum di Pengadilan, namun selagi masih bisa dibicarakan dengan baik-baik kita lakukan hal tersebut.

Bisa saja pemerintah melalui Pengadilan memanfaatkan dan mengganti rugi lahan warga sesuai standar, namun sebaiknya para pemilik lahan diajak menyelesaikannya dengan baik-baik.

Terakhir, Yasid mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemda Bengkayang dalam pembangunan PLBN tersebut. Menurutnya, pengelolaan perbatasan kita tidak bisa berdiri sendiri, harus ada sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemda.

Selain meninjau lokasi PLBN, dalam kunjungan tersebut Tim Kemenko Polhukam bersama Bupati meninjau titik nol perbatasan RI-Malaysia dan salah satu Jalan Tikus yang biasa digunakan warga untuk keluar masuk.

Turut hadir, Kepala BPPD Bengkayang, Dandim 1202/Skw, Wakapolres, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia, Pejabat Imigrasi dan Bea Cukai Singkawang/Bengkayang, PUPR Kalbar.

Pelarangan kegiatan mudik yang dimulai tanggal 6-17 Mei

Menyambut hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, 2021 ini, pemerintah pusat hingga tingkatan terbawah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, salah satunya melarang kegiatan mudik yang dimulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.


Menindaklanjuti hal tersebut, pada Rapat terbatas tim Satgas Covid-19, Rabu (5/5/2021) diruang rapat Bupati, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang telah menetapkan 6 titik posko sebagai upaya pencegahan kegiatan arus mudik, baik yang masuk maupun keluar dari wilayah Kabupaten Bengkayang. Adapun 6 titik posko tersebut berada di Sungai Duri, Samalantan, Bengkayang, Teriak, Ledo dan Jagoi Babang/PLBN.

Agar Posko yang dibentuk dapat berjalan efektif, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE.,MM meminta kepada OPD-OPD terkait, termasuk Camat hingga Desa agar saling berkoordinasi dan bersinergi dengan Aparat TNI/Polri. Adapun hal-hal yang mesti diperhatikan atas keberadaan Posko antara lain Standar Operasional Prosedur yang diterapkan, mekanisme kegiatan, fasilitas (sarana/prasarana) serta ketersediaan anggaran.

Terkait sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan namun tidak tersedia ataupun stok terbatas, Bupati meminta kepada pimpinan OPD agar dapat mengusulkan kembali ke Pemerintah Propinsi, seperti alat Rapid SWAB Anti Gen. Bupati juga meminta kepada OPD terkait agar menginventarisir sarana/prasarana yang dapat mendukung PPKM Mikro. Dengan dilaksanakannya PPKM Mikro ini, Bupati turut menekankan kepada para Camat untuk aktif memonitoring dan menyampaikan laporan harian. Posko Covid-19 tingkat desa juga dapat diaktif kembali, termasuk desa-desa yang berbatasan dengan daerah lain.

Plt. Kepala Kesbangpolinmas, Yakobus, S.Sos.,M.Si mengungkapkan, informasi penerapan PPKM Mikro ini sudah beredar dikalangan masyarakat. Namun perlu disampaikan juga informasi terkait syarat penunjang bagi pasien-pasien yang akan dirujuk keluar daerah, tenaga kerja yang datang dari luar diberikan pemeriksaan, identifikasi pelayanan kesehatan yang digunakan. Terakhir, Yakobus menyarankan agar penanganan Covid-19 harus berorientasi pada penanganan jangka panjang