Category: Pemerintahan

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd kukuhkan Anggota Paskibra Bengkayang

Bengkayang – Anggota Paskibraka Kabupaten Bengkayang di kukuhkan .Tempaan mental dan fisik anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 Kabupaten Bengkayang memasuki masa puncak. Kamis, (15/8) kemarin, bertempat di Aula Lantai V Kantor Bupati, pasukan ini dikukuhkan, langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd dihadapan pelatih, Forkominda dan orang tua.

“Tidak semua pelajar SMA/Sederajat punya peluang menjadi anggota Paskibra tingkat Kabupaten. Ini adalah sebuah kehormatan,” kata Bupati mengawali proses pengukuhan.

Anggota Paskibraka yang di kukuhkan merupakan pelajar-pelajar pilihan yang ditempa guna memegang teguh ikrar “Panca Paskibra” dan memiliki tanggungjawab moral dalam mengamalkan ikrar tersebut yang berpusatkan kepentingan bangsa dan negara.

Penggodokkan yang dilakukan selama beberapa waktu terhadap para pelajar dari berbagai SMA/sederajat di Kabupaten Bengkayang ini diharapkan mampu menjadikan mereka sebagai tim yang solid dan terampil guna mendukung suksesnya upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI.

“Saya percaya bahwa para anggota Paskibra yang dikukuhkan ini akan mampu melaksanakan tugas yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab,” tegas Bupati.

Bupati mengatakan semua rangkaian yang telah dan akan dilaksanakan dalam menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 ini dimaksud untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air serta mengajak semua pihak mampu mengisi kemerdekaan disegala bidang.

 

Arahan Gubernur Kalimantan Barat pada rapat koordinasi Karhutla di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar

Pontianak, Senin 12/8/2019  di Balai Petitih Kantor Gub Kalbar.

Gubernur Kalbar beri arahan pada rapat koordinasi Karhutla,Peserta  yang hadir terdiri dari Forkopimda Kalbar,Para Bupati/Walikota se Kalbar, Para SKPD terkait,Para Pengusaha Perkebunan Sawit se Kalbar.

isi Arahan Gubernur Kalbar  yaitu :

1. Menyeru Masyarakat Menggugat Perusahaan Sawit.

Masyarakat harus gugat itu. Sudah harus kita biasakan masyarakat untuk menggugat secara perdata.
Tapi gugat di ranah pengadilan. Jangan di ranah lapangan. Gugat aja itu perusahaan yang koordinat api ada di situ (konsesinya). Kalau perlu biaya pengadilannya kita bantu, pengacaranya kita bantu. Biar perusahaan itu kapok.

2. Pembangunan ditunda akibat Karhutla.

Lalu ada masalah lagi itu ada pembakaran lahan karena sawitnya tidak diterima di sini, di sana. Kan, repot lagi itu. Nanti bapak Ibu lagi yang repot. Ini lahan sawit kita tidak diterima, CPO kita tidak terima, lalu ada alasan hingga harga diturunkan atau tidak dibeli. Itu alasan-alasan yang klasik.

Harusnya bersama-sama biar tidak ada kebakaran lahan khususnya di area yang Bapak Ibu dapat konsesi.

Kalau begitu kan kita bisa bicara bahwa pengelolaan atau penataan penggunaan lahan di Kalimantan Barat itu sudah terencana dengan baik. Bapak Ibu kan punya konsultan. Pecat aja konsultan itu semua. Ngapain dipakai kalau gitu.

Sebenarnya Sebangki itu kita mau bantu jalan. Tapi karena saya baca terbakar, saya bilang nggak usah, cari tempat lain. Pokoknya di tempat yang itu tidak. Dia mau buat jembatan di situ, jembatannya pindahkan. Saudara tanggung jawab dengan masyarakat.

3. Cabut AMDAL perusahaan tanpa alat pemadam kebakaran.

Untuk biaya pemadaman cost-nya sangat besar, menguras APBD. Walaupun tidak secara langsung.
Tapi BPBD itu dibiayai oleh kita. Sementara itu CSR Bapak Ibu tidak jelas.

Jajaran Kehutanan, perkebunan, LH periksa semua kewajiban mereka untuk menyediakan peralatan atau alat pemadaman kebakaran sesuai yang ada di AMDAL. kalau tidak ada, sesuai yang kita koordinasikan AMDAL-nya kita cabut.

Kita tidak akan gertak Bapak Ibu. Kita akan betul-betul cabut. Bapak percaya omongan saya. Siapapun yang dihadapkan kepada saya. Kalau saya putuskan cabut, saya pastikan cabut. Nggak ada urusan, saya akan umumkan ke koran ini orang-orang yang bawa perusahaan menghadap saya. Bapak Ibu enak, nggak ada perusahaan yang rugi mengelola itu. Tapi masyarakat yang rugi (kalau tidak dikelola).

4. CSR Perusahaan tak jelas. Mayoritas desa tertinggal dan sangat tertinggal berada dekat konsesi sawit.

Mana asosiasi sawit? Nggak ada manfaatnya itu. Bubarkan aja itu. Itu asosiasi nggak ada manfaatnya. Masyarakat tidak diuntungkan dengan adanya asosiasi itu. Seakan-akan Achmad Manggabarani itu orang hebat yang bisa menjelaskan tentang sawit. Katanya desa mekar karena sawit, kecamatan mekar karena sawit, kabupaten mekar karena sawit. Seakan-akan pemaparan hebat. Kata orang Pontianak, merampot jak. Bilang die, marampot jak. Kenapa? Yang diomongkan tak sesuai fakta. (Merampot artinya omong kosong)

Ada 2031 desa di Kalimantan Barat. Klasifikasi desa ada 5 (lima) : mandiri, maju, berkembang, tertinggal, sangat tertinggal. Desa mandiri 1 di Kayong Utara tidak ada sawit di sana. Desa maju ada 53, 40 lebih diantaranya nggak ada sawit di sana. Silahkan saudara cek. Ada 372 desa berkembang hampir semua tak ada sawit. Tapi ada 1600 desa tertinggal dan sangat tertinggal hampir semua ada sawitnya. Mau omong ape?

Nah itulah tugas saudara sebagai asosiasi bagaimana memanfaatkan CSR. Ini CSR tidak jelas. Mengelola pabrik CPO, ada kelebihan pasokan listrik nggak mau peduli ke masyarakat. Mau jadi apa kalian? Begitu terbakar, masyarakat yang dikambinghitamkan. Beralasan itu masyarakat yang membakar di lahan kita karena belum dibebaskan, merampot jak!

5. Mengajak semuanya untuk membangun Kalbar.

Coba Bapak Ibu kalau mau usahanya berkembang tidak diganggu masyarakat. Coba kita buat keberadaan perkebunan di situ, semakin membuat daerah jadi lebih sejahtera.

Saya ajak semuanya. Daerah tingkat 2, Dan Rayon untuk bersama-sama membangun Kalimantan Barat. Mau jadi apa anak cucu kita kedepan. Kalau yang kita wariskan hal-hal yang tidak baik. Infrastruktur urutan 33, sekarang Alhamdulillah sudah meningkat jadi 31. Nah, daya saing awalnya 28 sekarang sudah meningkat jadi 23. Banyak lagi yang sudah meningkat. Ini sudah bagus. Saya harap terus progres meningkat. Daya beli juga Insya Allah meningkat kalau pelaku usaha taat aturan.

APBD kita kecil, jangan digunakan untuk hal tak penting. Kontribusi perusahaan secara langsung ke APBD tidak ada. Tapi cost yang kita keluarkan akibat aktivitas perusahaan cukup besar. Belum lagi mengurus jalan yang dijejali truk pengangkut tandan kelapa sawit. Kemudian ada 1400 truk tapi tidak bayar PKB dan PBNKB.

Saya akan data perusahaan yang tidak bayar pajaknya, saya akan umumkan di koran. Tak mau bayar? lihat saja, karena pajak itu punya hak privilege untuk menagihnya. Kita akan bisa leluasa. Saudara tidak mengelak.

6. Perusahaan Padamkan Api Dalam 2 x 24 jam.

Jadi penuhi segala kewajiban saudara. Pemerintah juga konsekuen untuk hal-hal yang sudah dikeluarkan perizinannya, tapi jika ada pelanggaran akan kita tindak. Jadi saya minta saudara klarifikasi secara tertulis. Jadi saudara diundang karena di wilayah konsesi saudara ada titik hotspot. Silahkan klarifikasi dalam 3 hari. 2 x 24 jam.

Kemudian titik api di wilayah konsesi saudara segera dipadamkan, kita tak mau tahu apapun alasannya. Mau di lahan yang sudah atau belum dibebaskan, pokoknya segera dipadamkan. Saya tak mau cerita akurasinya 100 %, ,80 %, 60 % aja saya udah percaya. Hari ini titik hotspot terbesar di Sanggau, tindak aja Pak (Bupati).

Berapa konsesi yang berani Bapak (Bupati) tindak. Kita akan bantu pembangunan di sana. Kita kuat-kuatkanlah, berapa saudara mampu, perusahaan bantu daerah itu supaya tidak di-sanksi, saya tawarkan yang lebih besar. Kalau nggak mau, silahkan berurusan dengan perusahaan saja. Tapi kami punya celah kok. Saya ingin membuat Kalbar ini, bersama kepala daerah untuk cepat berubah. Cepat masuk ke level menengah dari 34 Provinsi.(Fdr/Release)

Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT RI KE-74 di Kabupaten Bengkayang

Lebih dari 1000 pelajar Bengkayang tergabung dalam 99 Regu mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka dalam memeriahkan  HUT RI Ke-74 2019. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati, Suryatman Gidot,M.Pd di Halaman Kantor Camat Bengkayang.

perlombaan ini digelar pada hari Jum’at (9/8/2019) dan Kemudian pada hari Sabtu (10/8/2019) untuk kategori SMA/SMK/UMUM.

pada Kategori Umum diikuti oleh Anggota Paskibra, perwakilan dari berbagai OPD , Bhayangkari dan sebagainya.

Gerak Jalan dimulai Start di Halaman Kantor Camat dan Finish di halaman BRC Bengkayang (Fdr/Release)

     

 

Bupati Buka Bursa Inovasi Desa Klaster II Sanggau Ledo

BENGKAYANG- Bupati Bengkayang Suryadman Gidot buka acara Bursa Inovasi Desa Klaster II di kantor Camat Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Rabu (31/7) .

Bursa Inovasi Desa dibagi dalam tiga Klaster, yakni Klaster I, II dan III. Untuk Klaster III sudah dibuka di kantor camat Sungai Raya Kepulauan Senin (29/7) , dan Klaster I akan dilaksanakan besok (Kamis) di kantor camat Lumar.

Klaster II diikuti oleh Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Ledo, Kecamatan Siding, Kecamatan Tujuh Belas, Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang.

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengatakan, Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan rujukan Inovasi Pembangunan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, dan kewirausahaan , pengembangan SDM serta Insfratruktur desa.

“Program BID ini kita harap mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif, sehingga desa lebih efektif dalam menyusun perencanaan dana desa sebagai investasi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Bagi desa yang memilih menu yang disediakan oleh panitia, menu Bursa Inovasi Desa harus sesuai dengan potensi desa, sehingga dapat menjawab permasalahan yang terjadi di desa, sehingga output yang dihasilkan sesuai dengan rencana dan komitmen desa dalam mengembangkan inovasi desa,” jelas Bupati.

Gidot juga meminta kepada pemerintah desa, ketua BPD dan tokoh masyarakat untuk benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat desanya, dimana Pembangunan desa harus berdayaguna dan berhasil dengan memanfaatkan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri.

“Jangan sampai kegiatan yang dilakukan di desa tidak mengakomodir semua kepentingan masyarakat desa, sehingga berakibat fatal terlebih tidak melalui musyawarah mufakat desa,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, BID selain bertujuan meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, juga untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.

“BID ini adalah mengapresiasi program-program yang dibiayai oleh dana desa, dan disingkronkan dengan kegiatan pusat, provinsi dan kabupaten. Kita berharap, pemangku di desa mempunyai ide-ide kreatif dan inovatif untuk pembangunan desa yang berkualitas,” ucapnya lagi.

Didepan peserta Bursa Inovasi Desa, Gidot menegaskan agar pemangku kebijakan desa benar-benar melaksanakan kegiatan di desa dengan baik, baik perencanaan maupun pelaksanaannya. Hindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.

“Mari jawab masalah di desa masing-masing, dengan komitmen yang dibangun hari ini untuk membangun di desa. Yang kita lakukan hari ini awal untuk menjawab ketinggalan kita di desa. Kita kejar ketertinggalan kita dengan daerah lain,” pesan Bupati.

      

Gubernur Kalbar Resmikan Asrama Siswa Sempanyuk

Gubernur Kalbar Resmikan Asrama Siswa Sempanyuk

BENGKAYANG, Minggu, 7 Juni 2019 Gubernur Kalimantan Barat,H.Sutarmidji meresmikan asrama bagi siswa siswi SDN 02 Sempanyuk Dusun Sempanyuk,Desa Belimbing,Kecamatan Lumar,Kabupaten Bengkayang.

Sebagian besar pelajar beserta orang tua turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Total 33 pelajar mendapatkan bantuan, satu diantaranya Mahasiswi yang berasal dari Dusun Sentalang (Kecamatan Bengkayang) dan Elok Sempitak (Kecamatan Subah, Sambas).

Menurutnya Bangunan ini hanya bersifat sementara,Solusi tercepat untuk membantu para pelajar yang sebelumnya tinggal di gubuk-gubuk atau pondok tak layak huni. Bangunan yang dialihfungsikan ini awalnya merupakan pasar yang dibangun pemerintah pusat.Namun, sudah sekitar enam tahun pasar yang dibangun Pemerintah Pusat tersebut tak dimanfaatkan.

Asrama Pelajar ADEM, begitu Gubernur menamai asrama itu dan dimaknai sebagai asrama yang Aman, Damai, Energik dan Mantap. Sebagai penunjang, pembangunan asrama ini dipandang penting bagi pengembangan dan peningkatan dunia pendidikan di Kalbar. Kedepan, Gubernur berharap agar Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalbar memiliki daya saing.

“Warga Kalbar jangan sampai jadi penonton,” tegas Gubernur.

Ke depan, Pemprov juga akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan di Bengkayang. Pemda sendiri sudah menyiapkan lahan 60 hektare.

“Kami buat perencanaannya di perubahan anggaran (2019), tahun depan (2020) saya pastikan sudah akan mulai dibangun,” tegasnya.

Jurusannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang disinergikan dengan Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja Kalbar yang bakal dibangun tahun depan.

“Jadi jangan sampai investor masuk sini, tapi tenaga kerjanya, masyarakat Kalbar hanya jadi penonton, nah kita harus siapkan SDM-nya supaya tidak ribut lagi,” katanya.

Midji berharap pola sama bisa diterapkan di berbagai daerah di Kalbar. Sebab kondisi serupa, rumah pelajar jauh dari sekolah.

“Jangan sampai SDA kita habis, SDM-nya tak dibangun mau jadi apa, rugi kita,” pungkasnya.

“bayangkan ada lima jam jalan kaki (ke sekolah),akhirnya orang tua memang sudah kebiasaan membuatkan tempat-tempat(tinggal sementara),supaya mereka bias tidak usah bolak-balik rumah ke sekolah “paparnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Yan berterima kasih kepada Gubernur Kalbar telah mengambil inisiatif memfungsikan bangunan yang tidak dipergunakan.

Kondisi gubuk di Siding jauh lebih memprihatinkan. Butuh setidaknya dua asrama untuk para siswa. Pemkab berharap, ada pihak lain yang membantu penyediakan fasilitas asrama.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten setempat menurutnya sudah berupaya membantu mencarikan solusi.Karena memang kondisi yang ada,rumah para pelajar ini letaknya sangat jauh dari sekolah.Untuk itu mereka perlu asrama atau tempat tinggal sementara yang dekat dengan sekolah.

“Selama ini untuk sekolah yang jauh dari ibu kota sudah dibangun asrama,” tutupnya. (FDR).

Bupati Minta Pemdes  Membuat Profil Desa

 

Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten, di ruang Rapat Bupati Bengkayang, Senin (27/5).

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot meminta agar setiap desa harus membuat profil desa. Profil desa tersebut guna untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan, termasuk potensi desa. Sehingga anggaran untuk program inovasi desa bisa terserap dengan baik, sesuai dengan kebutuhan desa dan tepat sasaran.

Hal itu yang disampaikan Bupati saat memberikan arahan pada rapat koordinasi Tim Inovasi Desa kabupaten Bengkayang, di ruang rapat Bupati, Senin (27/5).

“Profil desa menjadi prioritas yang harus dibuat oleh desa. Dari situlah kita tahu desa itu berpotensi. Kekurangan dan kelebihan desa. Dari profil desa itulah kita tahu. Agar juga anggaran untuk inovasi desa itu lebih fokus pada kesejahteraan desa,” ujar Bupati.

Program Inovasi Desa ini kata Bupati, sangat membantu desa-desa dalam meningkatkan efektifitas pengelolaan dana desa yang tentunya bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan desa.

Selain itu juga, Bupati mengharapkan keterlibatan semua SKPD dalam mendukung, rangka mempercepat terlaksananya program inovasi desa.

Dalam mempercepat kemajuan desa kata Bupati, Desa harus memiliki pelaporan yang baik. Sehingga tidak memiliki kesulit. Karena dari itulah, desa harus melibatkan kepala dinas, lembaga masyarakat, dan media massa. Karena menurut Bupati, media merupakan peran penting dalam kemajuan sebuah desa.

“Media bisa mengangkat potensi-potensi yang ada di desa. Itulah salah satu cara mempromosikan potensi yang ada di desa,” katanya.

Bupati juga menekankan, agar progam desa harus fokus terhadap satu program sehingga program tersebut bisa dikawal dan dilihat perkembangannya.

“Sebaiknya memang, program harus fokus satu. Misalnya pembuatnya sanitasi, ya harus fokus. Sehingga betul-betul terkontrol. Tidak adanya program ini program itu. Nanti malah tidak konsen. Anggaran pun yang dikeluarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran ,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMPD2T , Dodorikus mengatakan, tujuan dari progam inovasi desa secara umum ialah untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) secara lebih berkualitas.

Selain itu juga, untuk meningkatkan efektivitas penggunaan dana di desa melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipatif.

“Dinas PMPD2T bersama OPD terkait merupakan bagian dari Tim Inovasi Kabupaten (TIK). Nanti kita yang sudah dibentuk akan melakukan pendampingan atau pembinaan baik pelaksanaan program, tenaga pendamping, anggaran sampai pada dana operasional dan administrasi program,” ujarnya.

Dijelaskan Dodorikus, Tim Inovasi Kabupaten merupakan pelaksana PID di tingkat kabupaten, TIK dibentuk dan diterapkan melalui SK Bupati dan berlaku selama satu tahun anggaran.

“Jadi ada beberapa anggota TIK yang terdiri dari perwakilan OPD, Akademisi, LSM, Pemerhati kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai inovatif. Itulah yang akan melakukan pendampingan atau pembinaan terhadap desa,” katanya.

Tim Inovasi Kabupaten yang sudah dibentuk diharapkan dapat berjalan efektif dalam memberi kontribusi guna tercapainya kesejahteraan masyarakat, sehingga apa yang menjadi keinginan pemerintah dari pengelolaan dana desa ini dapat tercapai.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Koordinator P3MD-PID kabupaten Bengkayang, Martono bahwa bursa Inovasi Desa tahun 2018 dinilai cukup berhasil. Namun untuk tahun 2019 ini, PID membentuk kembali TIK untuk mengelola pengetahuan dan inovasi desa, dan peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia (PSDM) terdiri dari pemerintah desa, dan kader desa.

“Desa harus bisa berinovasi, membuat capturing atau pendokumentasian. Kita berharap dengan telah dibentuknya TIK ini dapat memberikan perubahan bagi desa. Sehingga desa juga lebih optimal dalam memanfaatkan potensi desa yang ada,” ujarnya.

Martono menjelaskan, TIK tersebut dibagi menjadi dua kelompok kerja (Pokja) yaitu, Pokja PPID dan Pokja P2KTD. (Nar).

Kepala desa Sungai Duri, Rezza Herlambang mengatakan, dari desa sangat diuntungkan dengan adanya PID. Selama ini, kendala rendahnya efektifitas penggunaan DD salah satunya karena ada kesenjangan kualitas SDM desa desa tidak sama.

“PID sangat membantu desa dalam menggali potensi desanya yang mungkin belum tergarap maksimal akibat keterbatasan-keterbatasan SDM yang dimiliki oleh desa. Kita berharap dengan PID ini dapat membantu desa dalam berinovasi,” ujarnya.

Bupati Resmikan Pembangunan Perumahan Untuk ASN

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Murah Bagi ASN oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot.

Kabar gembira bagi ASN dilingkungan Pemkab Bengkayang yang hingga saat ini belum memiliki rumah. Tak lama lagi, akan tersedia bagi ASN yang berminat untuk memiliki rumah dengan cara cicilan.

Perumahan murah dan terjangkau yang menjadi program Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bengkayang mulai bulan ini dikerjakan.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot secara langsung meresmikan proses pembangunan dengan meletakkan batu pertama, Jumat (3/4) di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kota Bengkayang .

Meski unit yang dibangun masih terbatas, Bupati berharap agar upaya yang dilakukan pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu para ASN yang saat ini belum memiliki rumah.

“Saat ini, memiliki rumah adalah sebuah kewajiban karena dari rumah lah pondasi awal pembangunan negara ini dimulai,” ungkapnya.

Menurut Kadis PRPLH, Drs. Lorensius, jumlah rumah yang akan dibangun untuk tahap awal 2019 ini berjumlah 78 unit yang dikerjakan oleh pihak ketiga yang termasuk dalam perusahaan yang bergabung dengan lembaga REI (Real Estate Indonesia).

” hingga saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari BKDPSDM Bengkayang, masih ada 1000 lebih ASN yang belum memiliki rumah di Kota Bengkayang. Selain itu, target pembangunan 78 unit rumah tersebut bisa diselesaikan tahun ini dan tahun 2020 sudah bisa ditempati,” ucap Lorensius.

Sementara untuk mendapatkan rumah yang dimaksud, Kabid Perumahan Rakyat, Yustina Ita Wurini, menghimbau kepada para ASN maupun tenaga honorer untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu serta melengkapi persyaratan yang ada. Sedikitnya ada 6 syarat yang mesti dilengkapi agar bisa memperoleh akad/perjanjian kredit dengan pihak bank Kalbar. Kemudian untuk pendaftaran dan syarat bisa datang langsung ke Dinas Perumahan Rakyat kabupaten Bengkayang.

“Angsuran dapat dilakukan selama 20 tahun atau 15 tahun, tergantung ASN/Honorer yang memilih,” jelas Yustina Ita Wurini.

Pembangunan rumah akan dibagi menjadi empat blok A, B, C dan D dengan konsep rumah yang sederhana namun tetap memperhatikan konsep ramah terhadap lingkungan. Terakhir, disampaikannya, bagi para ASN yang berminatemdaftarkan diri dapat mendatangi Kantor Dinas maupun Kantor Perwakilan Develover. ***

HARI JADI KABUPATEN BENGKAYANG KE -20

Pemkab Bengkayang Peringati Harjadi Ke-20

Pemerintah Kabupaten Bengkayang Menggelar Upacara Memperingati Hari Jadi Kabupaten Bengkayang Ke-20 Tahun Di Halaman Kantor Bupati Bengkayang/27 April 2019/Sabtu Pagi//

Bupat Bengkayang/Suryadman Gidot/Beraharp Kedepan Bengkayang Lebih Maju Siap Memaksimalkan Pelayanan Serta Lebih Serius MeMajukan Daerah Demi Kepentingan Masyarakat//


Bupati Bengkayang/Suryadman Gidot/Memimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bengkayang Ke-20 Di Halaman Kantor Bupati Bengkayang/27 April 2019/Sabtupagi//

Rangkian Upacara /Di Hadiri Para Tokoh Pendiri Awal Bengkayang/Mantan Bupati Bengkayang Yakobus Luna/DAN Forkopimda/Dprd/Tokoh Agama/Tokoh Etnis/Tokoh Pemuda/Pelajar /Mahasiswa Dan Seluruh Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemkab Bengkayang//

Untuk Memeriahkan Perayaan Hari Jadi Kabupaten Bengkayang//Dalam Upacara Seluruh Peserta Aparatur Sipil Negara Mengenakan Pakaian Adat Multi Etnis/Pakian Multi Etnis Tersebut Sebagai Bentuk Wujud Kebersamaan Bahwa Kabupaten Bengkayang Memiliki Keberagaman Etnis//

Kabupaten Bengkayang Hasil Pemekaran Kabupaten Sambas Berdiri Sejak 27 April 1999 Terbentuk Menjadi 17 Kecamatan Dan 122 Desa Dua Kelurahan/Serta Memiliki Tata Letak Strategis Berbatasan Darat Dengan Negara Malaysia Di Kecamatan Jagoi Babang//

Dalam Kesempatan Ini/Bupati Bengkayang/Suryadman Gidot/Menyampaikan Ucapan Terima Kasih Kepada Seluruh Elemen Masyrakat /Karena Telah Ikut Melewati suka duka Berbagai Tantangan Berat Selama 20 Tahun dan Bersinergi Membangun Daerah/Serta Memelihara Kebersamaan Yang Ada Di Dalamnya//

Gidot/Merasa Bersyukur/Kedepan Ia Berharap Seluruh Elemen Masyrakat /Termasuk Lembaga Yang Ada Di Kabupaten Bengkayang/Tetap Bersatu Bekerja Lebih Keras /Serius Memajukan Daerah /Karena Menurutnya Tantangan Kedepan Semakin berat Seperti yang sudah Di Lewati//

Hari Ulang Tahun Ke-20 Bengkayang Tahun 2019 Mengangkat Tema/’’Dengan Semangat Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Bengkayang Tingkatkan Daya Saing Daerah Melalui Peningkatan Inovasi Tata Pemerintahan Berkelanjutan Menuju Bengkayang Sejahtera”//

Perayan Hari Jadi Kabupaten Bengkayang Ke-20 Tahun Ini Di Meriahkan Sebanyak 24 Kegiatan Telah Berlangsung Sejak 22 April L2019 /Salah Satu Di Antaranya Seperti Pameran /pentas seni/bazzar dan lain-lain

BPBD Gelar Simulasi Penanganan Karhutla di Bengkayang, rangkaian kegiatan Gebyar HUT Pemkab Bengkayang ke 20 th

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkayang menggelar simulasi kebakaran hutan dan lahan di halaman kantor BPBD Bengkayang, Jumat (26/4).

Simulasi tersebut bertujuan untuk dapat menambah wawasan lebih bagi seluruh tim terkait, sehingga bisa bersinergi dalam penanganan bencana sesungguhnya di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Bengkayang, Yosef mengatakan simulasi ini adalah strategi Penanganan secara cepat bencana kebakaran hutan. Dimana dalam simulasi, selain libatkan tim gabungan BPBD, Manggala Agni, Polri, termasuk dinas kesehatan serta masyarakat. Mereka ini akan berperan menjalankan tugas penanganan bencana lebih cepat.

“Tujuan kita mengencarkan sosialisasi paradigma, pengurangan resiko bencana, menyampaikan informasi, dan memberikan edukasi kebencanaan ke masyarakat melalui sekolah, dan masyarakat pada umumnya,” ujar Yosef.

Yosef juga mengatakan, bencana ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab BPBD, Pemeritah dan Bupati saja. ” Jangan selalu mengeluh menunggu pemeritah turun. Kita sudah memberikan sosialisasi penanganan awal ada di masyarakat,” tuturnya.

Lanjut Yosef, selama ini untuk kasus karhutla di Bengkayang itu karena masih rendahnya kesadaran masyarakat. Dan semua itu dampak dari kesengajaan. “Kita tidak minta aparat untuk menangkap masyarakat, tapi untuk efek jera perlu ditindak secara tegas sehingga memberikan dampak bagi pelaku,” ucapnya.

Terlebihnya, untuk mencegah terjadinya kebakaran perlu kesiapsiagaan yang bermulai dari diri sendiri.

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menyampaikan, simulasi ini dilakukan mengingat hampir setiap tahun ada masalah yang berhubungan dengan kebakaran hutan dan lahan. Ia mengatakan, apapun jenis kebakaran kedepannya menjadi tanggung jawab bersama, antara pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Hari kita telah melakukan simulasi, dan sudah melihat bagaimana kesiapsiagaan kita di kabupaten Bengkayang. Intinya kita telah lihat fasilitas yang terbatas, personil yang terbatas termasuk juga penganggaran yang terbatas apapun bentuk resiko kebakaran nya kita siap melayani masyarakat,” ucap Suryadman Gidot.

Bupati juga mengatakan terpenting adalah mengedukasi masyarakat. Karena bencana ini bisa terjadi adalah ulah masyarakat itu sendiri. Seperti contoh, sembarangan buang puntung rokok, bakar iseng-iseng dan mengakibatkan kebakaran. Termasuk bencana lainnya.

“Oleh karena itu, bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir dan sebagainya perlu kita antisipasi bersama,” tutupnya.