Category: Perbatasan

BUPATI Dampingi Tim KEMENKOPOLHUKAM Tinjau PLBN Jagoi Babang

Proses pembangunan PLBN Jagoi Babang terus berjalan. Diproyeksi, Juli 2022 pintu batas tersebut selesai dibangun dan segera digunakan. Untuk memastikan pekerjaan pembangunan berjalan dengan baik, Jumat, 7 Mei 2021 Tim Kemenko Polhukam RI yang dipimpin Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan, Brigjen TNI Yasid Sulistya, S.Sos.,M.Si.

Untuk diketahui, Kemenko Polhukam RI merupakan Kementerian yang bertindak mengkoordinir kebijakan pembangunan perbatasan dengan kedudukan sebagai Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE.,MM yang turut mendampingi Tim Kemenko Polhukam sangat mendukung upaya Pemerintah Pusat guna mempercepat pembangunan PLBN Jagoi Babang. Salah satunya adalah dengan menyediakan lahan seluas 104 Hektar. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 15%, Pemda Bengkayang berkomitmen agar dapat mendukung proses penyelesaian pada tahun Juli, 2022.

Dengan terbukanya PLBN ini, Bupati berharap akan menjadi suatu daya dukung perekonomian didaerah perbatasan, khususnya Jagoi Babang, Siding dan Seluas. Apalagi jika melihat jarak antara Sarawak dengan Jagoi, Jagoi dengan Kota Bengkayang, Bengkayang dengan Pontianak yang cukup dekat, banyak daerah yang akan mendapat dampak positif.

Sementara pada kesempatan yang sama, Yasid Sulistya menyebutkan bahwa PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu pintu masuk negara yang sangat berpotensi dan strategis dalam pengembangan ekonomi daerah, menjaga akses stabilitas pusat-pusat perkotaan lain, titik awal/cikal bakal pembangunan kota mandiri di perbatasan.

Plbn jagoi dinilai berpotensi dan strategis dalam pengembangan ekonomi daerah, menjaga akses stabilitas pusat2 perkotaan yang lain, tempat rekreasi, titik awal pembangunan kota mandiri di perbatasan.

Dalam diskusi yang dilakukan sebelum meninjau PLBN, Titik Nol dan Jalan Tikus masuk perbatasan, Yasid menanyakan beberapa hal terkait pembangunan, diantaranya progres pembangunan, waktu pembongkaran bangunan lama, tata ruang bangunan, ketersediaan pasokan listrik, penyelesaian tanah warga yang masuk dalam wilayah pengembangan dan beberapa hal lain.

Khusus terkait tanah warga, pihak pengembang bekerjasama dengan BPN dan Pemda untuk segera diselesaikan karena masih ada sekitar 20 Ha lahan warga yang masih diproses karena tidak ada lagi waktu untuk negoisasi. Sebenarnya negara bisa saja menyelesaikannya secara hukum di Pengadilan, namun selagi masih bisa dibicarakan dengan baik-baik kita lakukan hal tersebut.

Bisa saja pemerintah melalui Pengadilan memanfaatkan dan mengganti rugi lahan warga sesuai standar, namun sebaiknya para pemilik lahan diajak menyelesaikannya dengan baik-baik.

Terakhir, Yasid mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemda Bengkayang dalam pembangunan PLBN tersebut. Menurutnya, pengelolaan perbatasan kita tidak bisa berdiri sendiri, harus ada sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemda.

Selain meninjau lokasi PLBN, dalam kunjungan tersebut Tim Kemenko Polhukam bersama Bupati meninjau titik nol perbatasan RI-Malaysia dan salah satu Jalan Tikus yang biasa digunakan warga untuk keluar masuk.

Turut hadir, Kepala BPPD Bengkayang, Dandim 1202/Skw, Wakapolres, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia, Pejabat Imigrasi dan Bea Cukai Singkawang/Bengkayang, PUPR Kalbar.

Pembangunan Fisik Sudah Dimulai, Bupati Minta Semua Pihak Dukung Pembangunan PLBN

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE.,MM, Rabu (31/3/2021) membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Persiapan Fasilitasi Kerjasama Pembangunan Kawasan Perbatasan TA 2021 di Aula Kantor Camat Jagoi Babang. Setelah itu, Bupati melakukan peninjauan langsung dilokasi Rumah Singgah Covid-19, PLBN dan terakhir bersilahturahmi di Kantor Bea Cukai.

Bupati dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu prioritas pembangunan dalam kabinet Indonesia Maju seiring dengan agenda pemerintah membangun dari pinggiran dan desa. Dengan demikian, maka pengelolaan kawasan perbatasan dilakukan secara terintegrasi dan kawasan sekitar PLBN dapat dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan perekonomian baru.

Sebagai salah satu PLBN yang dibangun pada saat ini, Bupati mengingatkan kepada semua pihak memberikan dukungan fisik PLBN melalui peran yang dimiliki.

Terkait kendala pengurusan IMB dan status lahan milik Pemda, Bupati meminta kepada OPD yang menanganinya agar segera menyelesaikan kendala tersebut sehingga pembangunan PLBN dapat dikerjakan tepat waktu yakni pada bulan Juli, 2022 mendatang.

Kepada PT. WIKA sebagai pengelola, Bupati meminta agar desain bangunan PLBN harus menyertakan ciri khas masyarakat setempat sesuai dengan kearifan lokal.

WAKIL BUPATI BENGKAYANG, Monitoring Rencana Pembangunan Pos Covid-19 Di Perbatasan

Drs. H. Syamsul Rizal Wakil Bupati Bengkayang Hari ini, Senin 22 Maret 2021 meninjau Pembangunan PLBN dan Rencana Pembangunan Pos Covid-19 Perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.

Bersama rombongan, Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal di dampingi Dandim Letkol Inf Condro Edi Wibowo, S.Sos., M.Han dan Plt. Kadis Kesehatan dan KB Kabupaten Bengkayang, Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Asisten III dan Camat Jagoi Babang, di wakili Sekcam Kecamatan Jagoi Babang dan Instansi Lainnya Meninjau Langsung Lokasi Pembangunan PLBN dan Rencana Pembangunan Pos Covid-19 Perbatasan di kecamatan Jagoi Babang.

Syamsul Rizal, menyampaikan kegiatan hari ini dalam upaya untuk mempercepat pembangunan PLBN Jagoi Babang sekaligus meninjau rencana lokasi Pembangunan Pos Covid-19 di wilayah Perbatasan kecamatan Jagoi Babang.

“Harapannya Rencana Pembangunan Pos Covid-19 di perbatasan tahun anggaran 2021 ini berjalan Baik”.

Wakil Bupati Bengkayang, menyampaikan terkait dengan pembangunan Pos Covid-19 Perbatasan, meminta pihak PT. WIKA dan Kecamatan Jagoi Babang untuk mempasilitasi proses pembangunan Pos Covid-19 Perbatasan.

Tegasnya Wakil Bupati Bengkayang,
Antisipasi terkait dengan Covid-19 yang terjadi di daerah perbatasan akan berdampak kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Bengkayang, pesannya pintu masuk perbatasan di perketat penjagaannya.

Usai meninjau lokasi Pos Covid-19 Perbatasan, Wakil Bupati Bengkayang, dengan para rombongan meninjau lokasi Pos Terpadu Perbatasan.

Kick Off Meeting Kegiatan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang

Pemerintah Kabupaten Bengkayang melaksanakan Kick Off Meeting Kegiatan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2020 bertempat di Aula II Lantai V Kantor Bupati Bengkayang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring (Luar Jaringan) dihadiri dan diikuti oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Barat, Kejati Kalimantan Barat, Pj.Bupati Bengkayang, Forkompinda Kabupaten Bengkayang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Asisten Pemerintahan dan Hukum SEKDA Kab.Bengkayang, Para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Camat Jagoi Babang, Kepala Desa Jagoi Babang dan Toko Adat Kecamatan Jagoi Babang, sedangkan secara online melalui zoom meeting dihadiri dan diikuti oleh Kepala Dinas PUPR Prov.Kalbar selaku yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala BAPPEDA Provinsi Kalbar, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar, Kepala BPKAD Provinsi Kalbar, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov.Kalbar, BPBD Prov.Kalbar, Kakan Wilayah BPN/ATR Kalimantan Barat.

Dalam Sambutannya, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Barat Kementerian PUPR menyampaikan bahwasannya kegiatan ini merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan untuk : 1) Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi; 2) Pemerataan Pembangunan; 3) Kesejahteraan Mayarakat; 4) Keamanan Nasional; dan 5) Konektivitas Antar Pulau.

Selain daripada itu beliau juga mengatakan bahwa Landasan Hukum Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, yaitu Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018, sedangankan Landasan Hukum Pelaksanaan Pembangunan PLBN Jagoi Babang, yaitu Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di kawasan perbatasan.

Pj. Bupati Bengkayang Bapak Yohanes Budiman, S.IP., M.Si dalam Sambutannya, menyambut baik dengan adanya kegiatan seperti ini. Beliaupun senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Barat Kementerian PUPR mengenai tujuan rencana proyek strategis nasional tersebut

Pada kesempatan yang sama ada beberapa hal yang beliau sampaikan, yaitu : 1) terkait pembebasan lahan masyarakat ,agar memperhatikan kearifan lokal dan berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku; 2) tenaga kerja  sekiranya melibatkan SDM lokal sesuaikan kemampuannya sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial; dan 3) tidak henti-hentinya beliau mengingatkan terkait penyebaran covid-19 saat ini, bahwa jangan pernah kendor untuk mematuhi peraturan kesehatan (prokes) penangganan dan pencegahan covid-19 yang sudah ada. (diskominfokab.bengkayang)