Berita

Penarikan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) IKIP PGRI Pontianak Tahun Akademik 2023/2024

Bengkayang – Penarikan PLP-2 dan KKM IKIP PGRI Pontianak di Kabupaten Bengkayang secara resmi ditarik ke kampus yang diselengarakan di Aula Kantor Bupati Bengkayang pada Jumat (15/12/2023), dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus,S.E.,M.M yang juga ikut hadir oleh Wakil Rektor 1 IKIP PGRI Pontianak, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Kasi KKM serta Koordinator PLP-2 KKM.

Setelah kemarin diselengarakan penyerahan PLP-2 dan KKM IKIP PGRI Pontianak di Kabupaten Bengkayang pada tanggal 25 Juli 2023 dan saat ini pada tanggal 15 Desember 2023 telah ditarik kembali ke kampus maka telah berakhir masa PLP-2 dan KKM bagi Mahasiswa dan Mahasiswi IKIP PGRI di Kabupaten Bengkayang sebanyak 52 mahasiswa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap melalui program ini mahasiswa dapat mengembangkan diri menjadi pendidik yang professional, yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Dan dapat menjadi agen perubahan yang akan membawa kemajuan bagi daerah yang akan membawa kemajuan bagi daerah asal mereka khususnya Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/RT)

BNPP Koordinasi TNI-Polri dan Masyarakat dalam Pengawasan Jalur Tikus di Perbatasan Negara

BENGKAYANG – Pada Rabu, 13 Desember 2023, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Selain itu, kunjungan tersebut juga terkait dengan usul peresmian 5 PLBN baru di berbagai provinsi, antara lain PLBN Serasan di Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), PLBN Sei Nyamuk di Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara), PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur), dan PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan).

“Dari kesiapan, Pos PLBN Jagoi Babang ini sudah cukup siap dan juga cukup representatif, bagus sekali bangunannya,” ujar Tito.

Mendagri Tito Karnavian, selaku Kepala BNPP, melakukan pengecekan final jelang peresmian tapal batas tersebut. Dia juga menekankan pentingnya koordinasi antara BNPP, TNI, dan Polri dalam mengawasi jalur tikus di daerah perbatasan.

“Pasti kami koordinasikan dengan teman-teman TNI/Polri. Akan tetapi, TNI/Polri tidak bisa menjaga semua jalur tikus itu. Kekuatan personelnya tidak akan cukup sehingga memerlukan bantuan masyarakat,” katanya.

Meski TNI dan Polri terlibat dalam pengawasan, bantuan dari masyarakat dianggap penting untuk memaksimalkan upaya pengawasan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara (BNPP), Robert Simbolon, yang hadir mendampingi Mendagri, beserta Deputi IV Kemenkopolhukam dan Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP dengan sejumlah pejabat, dari Jakarta menjelaskan, Pihak BNPP sendiri telah melakukan observasi terkait jalur tikus, khususnya di Kalimantan Barat.

Pada tahun 2020, kata Robert, pihaknya telah menemukan 29 titik perlintasan tidak resmi di Kabupaten Sambas dan Bengkayang.

Pada tahun 2022, BNPP menemukan 25 titik jalur tikus di Kabupaten Sanggau. Observasi tahun 2023 di Kabupaten Kapuas Hulu menemukan 24 jalur tikus, ditambah 3 titik jalur baru.

“Salah satu kerawanan jalur darat Indonesia itu, ya, terutama di Kalimantan dan di Papua Nugini itu banyak jalur tikusnya, dan itu rawan,” ujar Robert.

Robert mengakui bahwa jalur tikus merupakan salah satu kerawanan di perbatasan darat, terutama di Kalimantan dan Papua Nugini.

Perlu dicatat bahwa upaya peresmian dan pengawasan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan perbatasan negara.

Dengan kunjungan ini, diharapkan PLBN Jagoi Babang dapat segera diresmikan dan beroperasi penuh untuk melayani masyarakat yang melintas di perbatasan Indonesia-Malaysia. (Diskominfo Bengkayang/Humas BNPP)

Puncak Peringatan HUT DWP Ke-24 Tahun Kabupaten Bengkayang

Bengkayang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bengkayang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 tahun dengan mengusung tema “Peran Strategis Perempuan Dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Perayaan puncak HUT DWP Ke-24 pada tahun ini digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Bengkayang pada Kamis (14/12/2023).

Dalam kata sambutan Ketua DWP Pusat yang di bacakan oleh Ketua DWP Kabupaten Bengkayang, Ny. Ernawati Yustianus,SE.,MM., menerangkan tentang akan harapan kedepan untuk eksistensi peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya agar organisasi ini terus menjadi rumah bagi kita semua sekaligus menjadi pilar penting dalam menguatkan peranan perempuan Indonesia,” tutur Ketua GOW Kabupaten Bengkayang.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus, SE., MM., mengucapkan selamat Ulang Tahun DWP Ke-24 tahun.

“Besar harapan saya kedepannya kepada DWP Kabupaten Bengkayang dapat terus berperan aktif dan kreatif dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Bengkayang sebagai daerah yang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing”, harap Sekretaris Daerah Kabupaten.

Beliau juga berpesan kepada DWP Kabupaten Bengkayang untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan, menyuarakan dan mempraktekkan upaya-upaya pencegahan stunting kepada masyarakat sehingga dapat membantu percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bengkayang.

Pada acara puncak seremoni peringatan HUT DWP kali ini juga dirangkaikan dengan pemotongan nasi tumpeng serta pembagian door prize bagi anggota DWP.

Pada kegiatan HUT tahun ini diisi dengan kegiatan sosial serta beragam lomba diantaranya lomba pidato, lomba cerdas cermat dan lomba desain banner. Lomba ini diikuti oleh anggota DWP UP. Kabupaten dan DWP UP. kecamatan.

Hadir pada perayaan Ulang Tahun ke-24 DWP Kabupaten Bengkayang kali ini diantaranya Kepala Dinas atau yang mewakili dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Para Camat, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, perwakilan GOW Kabupaten Bengkayang, Ketua Bhayangkari Cabang Bengkayang, Ketua Persit Kodim 1209 Bengkayang, Ketua PIA AG cabang Lanud Harry Soemantri Sanggau Ledo, perwakilan Bank Kalbar, serta Ketua dan anggota DWP. (Diskominfo Bengkayang/LR/IC/RT/NN)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang

BENGKAYANG – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat pada Rabu (13/12/2023).

Kedatangannya disambut meriah oleh adat Dayak Bidayuh dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), menandakan pentingnya acara ini dalam mendukung pembangunan wilayah perbatasan.

“Kedatangan saya di PLBN Jagoi Babang ini adalah untuk melihat langsung kesiapan fisik pos yang akan segera diresmikan oleh Presiden Jokowi,” ujar Menteri Tito Karnavian dalam sambutannya.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Tito selaku Kepala BNPP memberikan instruksi kepada BNPP dan pengelola PLBN untuk segera mengambil langkah-langkah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di sejumlah kawasan perbatasan.

“Tujuan utama pembangunan PLBN adalah menciptakan kawasan perbatasan yang tertib dan aman, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta menjadi etalase negara,” tambah Menteri Tito.

Dalam aktivitas lintas batas orang melalui PLBN Jagoi Babang, data imigrasi mencatat jumlah pelintas dari tanggal 1 hingga 27 November 2023. Keberangkatan dari Indonesia ke Malaysia sebanyak 1.090 orang, dengan 1.015 WNI dan 75 WNA.

Sementara kedatangan dari Malaysia ke Indonesia mencapai 1.069 orang, dengan 1.000 WNI dan 69 WNA. Rata-rata pelintasan orang setiap hari sekitar 40 orang untuk kedua arah.

“Penting untuk memastikan pengelolaan PLBN yang baik, efektif, dan modern. Pelayanan lintas batas negara harus cepat dan tidak berbelit-belit. Kolaborasi antar instansi menjadi kunci dalam menangani berbagai persoalan, terutama keamanan di kawasan PLBN,” tegas Menteri Tito.

Lebih lanjut, Menteri Tito menekankan pemanfaatan PLBN untuk pengembangan aktivitas sosial dan budaya di sekitarnya.

Pemda Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Bengkayang diharapkan berperan aktif dalam pengembangan kawasan PLBN Jagoi Babang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan PLBN Jagoi Babang menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan peran pos lintas batas negara sebagai gerbang penting lintas batas di Kalimantan Barat.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari segi infrastruktur fisik, melainkan juga dari dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat di sekitarnya. (Humas BNPP)

Jelang Diresmikan Presiden, Menteri Tito Cek Kesiapan Pos PLBN Jagoi Babang

BENGKAYANG – Hari ini, Rabu, 13 Desember 2023, menjadi hari yang bersejarah untuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan rombongan berkunjung untuk mengevaluasi kelayakan PLBN tersebut sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Di mana PLBN Jagoi Babang, berlokasi di Kecamatan Jagoi Babang, berbatasan langsung dengan Serikin, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Menurut keterangan Tito Karnavian kepada wartawan, Indonesia telah memiliki lima PLBN yang siap dan beroperasional. “PLBN tersebut tersebar di berbagai wilayah strategis, seperti Natuna, Papua, dan Timor (Nusa Tenggara Timur-Red)” ujarnya.

Tito Karnavian menyatakan bahwa kunjungan ke Jagoi Babang merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kesiapan PLBN tersebut sebelum diresmikan oleh Presiden.

“Dari hasil kunjungan, terlihat bahwa PLBN Jagoi Babang telah mencapai tingkat kesiapan yang memadai dan representatif,” tandasnya

Menteri Tito Karnavian juga memberikan apresiasi terhadap bangunan PLBN yang dinilainya jauh lebih baik dibandingkan dengan pos-pos sebelumnya. “Bangunan yang representatif menjadi cermin seriusnya Pak Presiden Joko Widodo dalam membangun infrastruktur pos lintas batas,” tegasnya.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses peresmian PLBN Jagoi Babang akan segera dilakukan. Namun, ia memberikan opsi terkait cara peresmian tersebut, apakah satu tahap, dua tahap, atau mungkin tiga tahap sekaligus.

Keputusan terakhir akan diserahkan kepada Presiden, yang akan mempertimbangkan tingkat kesiapan masing-masing PLBN.

“Saya lihat Jagoi Babang adalah yang paling siap,” ujarnya sembari memberikan indikasi bahwa peresmian kemungkinan besar akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang.

Meskipun demikian, Tito Karnavian menekankan pentingnya koordinasi dengan TNI dan Polri, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan di sekitar PLBN.

Dalam menjaga keamanan di perbatasan, Tito menyampaikan bahwa TNI dan Polri memiliki keterbatasan personel. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk membantu mengamankan jalur-jalur tertentu.

Pihaknya juga mencatat adanya jalur tikus di Kalimantan dan Papua, yang rentan terhadap lintas perang, peredaran narkotika, senjata api, amunisi, dan barang berbahaya lainnya.

Sebagai respons terhadap hal ini, dibangunlah pos lintas batas guna membantu masyarakat dan memperkuat keamanan di perbatasan. “Upaya ini sejalan dengan kebijakan Malaysia yang juga memperketat perbatasan mereka untuk menghadapi berbagai ancaman, termasuk terorisme dan peredaran narkotika,” bebernya.

Tito Karnavian juga mengungkapkan inisiatif untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

“Langkah ini melibatkan penerbitan kartu spesifik yang akan dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Dukcapil, bekerja sama dengan imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Kartu tersebut akan memudahkan masyarakat yang beraktivitas lintas batas setiap hari tanpa harus melalui prosedur paspor,” tukasnya.

Dengan kunjungan Mendagri Tito Karnavian ke PLBN Jagoi Babang, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memperkuat keamanan dan keterhubungan di perbatasan.

Proses peresmian PLBN ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga mencerminkan kerja keras pemerintah dalam menjaga keamanan nasional dan mendukung aktivitas lintas batas masyarakat.

Diharapkan, upaya ini dapat menciptakan perbatasan yang aman dan terkoneksi, memberikan manfaat positif bagi kedua negara tetangga. (Diskominfo Bengkayang/Humas BNPP)

Semua tanggapan:

22

1 Kali dibagikan

Suka

Komentari

Bagikan

Bupati Bengkayang Buka Forum Konsultasi Publik KLHS RPJPD Dan Ranwal RPJPD Kabupaten Bengkayang Tahun 2025-2045

Bengkayang – Forum Konsultasi Publik KLHS RPJPD Kabupaten Bengkayang ini terselengara di pada Senin (11/12/2023) yang di hadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bengkayang, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat, Kepala BAPPEDA Kabupaten/Kota, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD Kabupaten Bengkayang, Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Wanita/Pemuda Kabupaten Bengkayang, Tim Penyusun KLHS RPJPD dan Ranwal RPJPD dari Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Forum Konsultasi Publik yang dilaksanakan ini merupakan amanat Pasal 22 Ayat (1) hingga Ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan dan bertujuan untuk memperoleh saran masukan penyempurnaan KLHS RPJPD dan Rancangan Awal RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2025-2045.

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Bengkayang pada dokumen RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2005-2025 yang telah dilakukan analisa berdasarkan target dan capaian serta factor pendorong dan penghabat di tiap indicator dapat disimpulkan bahwa periode RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2011-2015 rata-rata capaian sebesar 66,13% dengan predikat RENDAH dan periode RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2016-2021 rata-rata capaian sebesar 69,46% dengan predikat SEDANG sedangkan RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2021-2026 rata-rata capaian sebesar 86,10% dengan perdikat TINGGI.

Jadi dilihat secara keseluruhan hasil evaluasi RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2005-2025 dengan rata-rata capaian kinerja 4 periode RPJPD sebesar 73,90% dan masuk dalam predikat SEDANG.

Dari hasil itu Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E.,M.M meminta untuk mendorong kinerja PRJPD tahun berikutnya menjadi predikat TINGGI perlu menjadi perhatian bagi kita semua untuk mengubah paradigm pembangunan yang dulunya reformatif menjadi transformatif.

Menilik draft ranwal RPJPD Provinsi Kalimantan Barat di QBU Resort pada tanggal 15 november 2023 kemaren bahwa Kalbar akan menjadi lokasi prioritas pembangunan kawasan industry hijau, kawasan industry alumina dan loga lainnya, kawasan perbatasan dan tak lupa pembangunan simpul transportasi serta pemanfaatan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Bupati Bengkayang mengatakan “kita harus segera tangkap, untuk dapat melakukan pembangunan Kabupaten Bengkayang di masa yang akan datang”.

Dan yakin juga percaya bahwa melalui forum konsultasi public KLHS RPJPD dan Ranwal RPJPD Kabupaten Bengkayang tahun 2025-2045 kita dapat mewujudkan cita-cita pembangunan Bengkayang 20 (dua puluh) tahun kedepan, sehingga dapat mewujudkan Bengkayang maju, mandiri, sejahtera, berbudaya dan berkelanjutan. (Diskominfo Bengkayang/RT)

Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang menerima Penghargaan sebagai Pemerintah Daerah tercepat dalam penyaluran Dana Desa 100% Tahun 2023

Selamat dan sukses atas piagam penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang sebagai Pemerintah Daerah tercepat dalam penyaluran Dana Desa 100% Tahun 2023 dilingkup Provinsi Kalimantan Barat.

Piagam penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pj. Gubernur Kalimantan Barat, Bapak dr. Harisson, M. Kes. pada acara Penyerahan DIPA dan TKDD T. A 2024, Selasa 5 Desember 2023 di Aula Garuda Gedung Pelayanan Terpadu Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

#dipa

#tkdd

#danadesa

#piagampenghargaan

#sdmunggul

#bengkayangmantap