Berita

Rapat Persiapan Peringatan HUT Ke-21 Pemerintah Kabupaten Bengkayang Tahun 2020.

Bengkayang_informasipublik, Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar Rapat Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Rapat dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintah dan Hukum, (Yohanes Atet, S.Sos., M.Si). di Ruang Rapat Bupati, Lantai 1 Kantor Bupati Bengkayang, Rabu, (4/3/2020).

Turut hadir dalam rapat hari ini, Asisten 1, Para OPD, wakil Ketua Penggerak PKK kabupaten di dampingi Sekretaris Tim Penggerak PKK kabupaten, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Monterado, Kecamatan Bengkayang Kecamatan Monterado dan para undangan yang hadir.

Agenda rapat tersebut pertama membentuk panitia, Pembahasan Logo dan Tema. setelah itu membahas sekaligus memantapkan kesiapan kegiatan dan lomba-lomba yang akan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Ke-21 Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan sekaligus memperingati HUT HKG PKK yang Ke- 48,” ungkapnya Asisten I.

Rangkaian kegiatan akan dimulai 13 April sampai tanggal 18 April mendatang, yang diisi dengan Stand Pembangunan dan berbagai perlomba-perlombaan, untuk sementara perlombaan masih dipersiapkan dan menyingkronkan dengan kegiatan OPD terkait.

Dia mengatakan masih akan ada rapat lanjutan untuk membahas teknis pelaksanaan demi menunjang suksesnya pelaksanaan kegiatan ini.

” Saya mengajak Kepada Para OPD, Instansi Lainnya dan masyarakat kabupaten Bengkayang yang terlibat untuk sama-sama mensukseskan kegiatan HUT Pemkab. Bengkayang dan tetap Optimis dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucap Yohanes Atet sekaligus menutup Kegiatan Rapat Dalam Persiapan Pembentukan Panitia HUT Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang Ke-21 Tahun 2020 yang berlokasi di kecamatan Monterado”

Mutasi dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang

Bengkayang, Senin 6 Januari 2020. Pengambilan Sumpah dan Janji Jabatan Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang bertempat di aula II lantai v kantor Bupati satu atap Kabupaten Bengkayang.

Plt.Bupati Bengkayang, Agustinus Naon Mengatakan ” Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan Tahapan Akhir dari rangkaian proses Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan melalui seleksi terbuka dengan pesertanya adalah Aparatur Sipil Negara yang telah memenuhi berbagai kriteria / persyaratan yang dipersyaratkan dalam rangka mengisi kekosongan jabatan di tingkatan Eselonoring II.B, dimana kekosongan posisi-posisi Jabatan tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga kiranya perlu segera dilakukan pengisian jabatan yang telah dilaksanakan prosesnya mulai tanggal 6 November 2019 sampai dengan tanggal 16 Desember 2019″

“Dengan telah dilaksanakannya pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada hari ini kita semua berharap pergerakan roda organisasi Pemerintah Daerah akan semakin baik dan terarah dan saudara-saudara yang telah dilantik pada hari ini akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dengan berbagai ide dan inovasi dalam mengembangkan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan serta dapat membawa daerah ini pada kondisi yang lebih baik”tuturnya.

Dinas Kesehatan dan KB Kab. Bengkayang Selenggarakan Kegiatan Penyusunan Rencana Kontijensi (Renkon) Penanggulangan KKM

BENGKAYANG, Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Kabupaten Bengkayang, Senin (9/12/2019) di Aula Enggang 3 Lala Golden Hotel Bengkayang berjalan dengan lancar dan disambut baik dan dihadiri oleh 53 peserta dari masing-masing sektor terkait.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kab. Bengkayang ketika membuka kegiatan sekaligus membaca sambutan Plt. Bupati Bengkayang mengatakan

Adanya ancaman global, yaitu masuknya penyakit-penyakit yang baru ke wilayah indonesia maupun setiap kejadian yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat  yang meresahkan dunia, diperlukan deteksi dini dan respon cepat baik dipintu masuk negara maupun di tingkat masyarakat (wilayah) dan adanya dukungan legalitas.

Untuk itu kabupaten Bengkayang harus mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi secara cepat suatu kejadian kesehatan masyarakat yang tidak lazim. Kecepatan deteksi akan menentukan tindakan pengendalian yang tepat dalam hal waktu dan metode. Kegiatan deteksi dan respon kejadian di wilayah yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan pintu masuk negara akan mengurangi potensi dampak terhadap kesehatan dan mencegah kejadian tersebut menjadi kedaruratan kesehatan masyarakat skala wilayah, nasional dan internasional (jelasnya).

Dalam rangka upaya deteksi dan respon kejadian penyakit infeksi emerging diperlukan adanya jejaring kerjasama dan kemitraan yang kuat antara pintu masuk negara dengan wilayah. Penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara harus berjalan dengan optimal.

Sejalan dengan hal tersebut, kekarantinaan kesehatan harus dapat mengantisipasi jika diperlukan untuk diberlakukan.

Karantina wilayah meliputi karantina rumah sakit, karantina wilayah administrative dan pembatasan aktivitas sosial hingga skala besar harus dapat dijalankan dengan kerjasama lintas sektor.

Agar kegiatan program karantina wilayah dapat terintegrasi dengan karantina di pintu masuk, maka diperlukan dukungan pedoman rencana kontijensi di wilayah, peningkatan sumber daya, sarana dan prasarana (lanjutnya).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Narasumber dari dari Direktorat Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Subdit Kekarantinaan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; dan NaraSumber Dari Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Provinsi Kalimantan Barat;