Perkuat Fondasi Pendidikan Anak, Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang Serahkan Bantuan ke PAUD Buluh Bersinar

Bengkayang – Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini. Kali ini, kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan peralatan meja dan kursi kepada PAUD Buluh Bersinar di Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan pada Senin, (21/09/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang Ny. Anita Sebastianus Darwis,S.E.,M.M., didampingi sejumlah anggota, disaksikan oleh Camat Samalantan serta para guru PAUD Buluh Bersinar. Penyerahan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Bunda PAUD yang menyasar peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pelosok.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar. Selama ini, PAUD Buluh Bersinar disebut masih memiliki keterbatasan jumlah meja dan kursi yang layak pakai.

Kegiatan berlangsung sederhana namun khidmat. Sebelum penyerahan secara simbolis, Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang beserta rombongan Pokja meninjau ruang belajar dan berdialog dengan para pendidik dan anak-anak didik PAUD Buluh Bersinar.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kualitas layanan PAUD Buluh Bersinar di Desa Pasti Jaya semakin meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Bengkayang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, 7.198 Anak Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Bengkayang — Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat langkah penanganan Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar dengan tema “Bimbingan Teknis Penanganan Anak Tidak Sekolah”, Selasa, 15 September 2026, di Hotel Lala Golden Bengkayang.

Bupati Sebastianus Darwis menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis tersebut dan berharap pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Target akhirnya jelas: tidak ada lagi anak di Kabupaten Bengkayang yang luput dari pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus fondasi bagi masa depan daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Persoalan anak tidak sekolah dinilai tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, sehingga membutuhkan sinergi pemerintah daerah, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.

Data pemutakhiran dan pemastian dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 3 September 2026 mencatat sebanyak 7.198 anak di Kabupaten Bengkayang berstatus putus sekolah dan tidak sekolah yang tersebar di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 3.656 anak atau sekitar 51 persen telah dipastikan kebenaran datanya, sementara 3.550 anak atau sekitar 49 persen masih membutuhkan proses verifikasi dan validasi lebih lanjut di lapangan.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah memperkuat pendataan, verifikasi dan validasi data ATS. Bupati meminta operator ATS jenjang SD untuk aktif berkoordinasi dengan operator desa. Pencocokan data tidak cukup dilakukan dari sekolah, tetapi harus melibatkan pemerintah desa yang memahami kondisi dan demografi masyarakat di wilayahnya. (Diskominfo Bengkayang)

Pemerintah Kabupaten Bengkayang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Lewat Sarasehan Bersama Dirjen GTK Kemendikdasmen

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan daerah dengan menghadirkan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., pada acara “Gembira Bergerak Sarasehan Pendidik Ufuk Negeri Bersama Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia”, yang dilangsungkan di Aula Rangkaya Kantor Bupati Bengkayang pada Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi wadah berdialog dan berbagi ruang produktif antara Dirjen GTK dan Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik di Kabupaten Bengkayang guna menemukan solusi bersama demi terwujudnya ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’ di daerah perbatasan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus, S.E.,M.M., Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada Dirjen GTK Kemendikdasmen RI beserta rombongan. Beliau juga mengharapkan dengan adanya pertemuan ini dapat menjalin silaturahmi dan saling bertukar ide serta gagasan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

“Kami berharap Ibu Dirjen GTK dan seluruh jajaran dapat memberikan arahan, dukungan, serta solusi atas persoalan-persoalan yang masih kita hadapi. Mari terus bergerak dan berkolaborasi demi mewujudkan slogan SDM MANTAP, Bengkayang Gemilang!,” pungkasnya.

Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., pada kegiatan ini membuka ruang diskusi, memberikan informasi serta motivasi kepada pada guru khususnya guru-guru di Kabupaten Bengkayang.

Beliau juga mengapresiasi semangat para guru yang ada di Kabupaten Bengkayang yang juga dikenal dengan daerah perbatasan dan dengan bentuk geografis dan topografi yang beragam serta ada daerah dengan akses yang sulit. (Diskominfo Bengkayang/IC)

Bupati Bengkayang dan Bunda PAUD Salurkan Bantuan Peralatan Makan di SD Labschool Shanti Bhuana

Bengkayang – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penyerahan bantuan di SD Labschool Shanti Bhuana, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini merupakan wujud perhatian dan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Bengkayang terhadap tumbuh kembang anak usia dini dan peserta didik di tingkat sekolah dasar. Bantuan yang diserahkan berupa set peralatan makan dan wadah minum.

Bupati Bengkayang dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kita bersama untuk terus memberikan perhatian kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya. Senada dengan itu, Bunda PAUD Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak.

Kunjungan ini juga menjadi momen bagi Bunda PAUD untuk berdialog langsung dengan para siswa dan guru, guna memastikan program-program pengembangan anak usia dini dan transisi ke jenjang SD dapat berjalan dengan optimal di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/RT)

Bupati Bengkayang Luncurkan Gerakan HP Ramah Digital dan MPLS Ramah untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., meluncurkan Surat Edaran tentang Gerakan Pemanfaatan Telepon Seluler (HP) Ramah Digital di Satuan Pendidikan bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Gerakan ini bertujuan membangun budaya digital yang sehat, aman, produktif, dan bertanggung jawab, bukan sekadar melarang penggunaan HP. Orang tua diimbau mengawasi penggunaan gawai di rumah, dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang ramah digital.

Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung tertib, transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan. Beberapa kebijakan pendidikan yang ditegaskan meliputi:

1. Pemanfaatan hasil TKA sebagai refleksi dan evaluasi pembelajaran.

2. Implementasi Matematika Gembira, Deep Learning, serta pembelajaran Koding dan AI secara bertahap.

3. IHT berkualitas di setiap satuan pendidikan berdasarkan hasil rapor pendidikan.

4. Pengintegrasian Gerakan Pagi Ceria dan pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

5. MPLS ramah, edukatif, menyenangkan, dan bebas kekerasan.

6. Wajib memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) bagi seluruh murid.

Bupati menegaskan perlunya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Bengkayang.

“Selamat belajar, selamat berkarya, dan selamat mengukir prestasi demi terwujudnya SDM Mantap, Bengkayang Gemilang!” tutup Bupati. (Diskominfo Bengkayang)

Rencana Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Bengkayang

Tangerang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE, MM, menghadiri Rapat Koordinasi Komitmen Pimpinan Daerah terkait Rencana Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berlangsung di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, pada Kamis (11/06/2026). Kehadirannya menegaskan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen dan verifikasi lapangan terhadap usulan lokasi penyelenggaraan SNT yang diajukan oleh pemerintah daerah. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Kabupaten Bengkayang ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pelaksanaan SNT Tahun 2026.

Dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, hanya dua daerah yang terpilih mendapatkan program SNT, yaitu Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas. Dalam forum rapat koordinasi tersebut, dibahas secara mendalam kesiapan masing-masing daerah beserta berbagai persyaratan yang diperlukan untuk mendukung penetapan lokasi secara resmi.

Rapat koordinasi dibuka langsung oleh Dirjen Pendidikan Dasar RI bapak Gogot Suharwoto, S.Pd.,M.Ed.,Ph.D, didampingi oleh Sesditjen PAUD Dikdasmen bapak Dr. Eko Susanto, S.E.,M.Si., dan turut dihadiri oleh Dr. Tri Santoso selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI. Sementara itu, Bupati Bengkayang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang serta Kepala Bidang Bappeda dan Riset Daerah (Baperida).

Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu upaya strategis pemerintah pusat dalam meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan nasional. Saat ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait di Kabupaten Bengkayang tengah bergerak secara simultan agar target pemenuhan dokumen pada minggu keempat Juli 2026 dapat tercapai dengan baik, demi kelancaran pembangunan SNT sesuai jadwal yang telah ditentukan. (Diskominfo Bengkayang)

pendidi

Informasi pelaksanaan SPMB dan MPLS Ramah Tahun 2026

#Sobatkombengkayang

Sehubungan dengan adanya penyesuaian terhadap Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, diinformasikan bahwa lini masa pelaksanaan Penerimaan Murid Baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah mengalami perubahan dari jadwal sebelumnya.

Adapun lini masa terbaru pelaksanaan SPMB dan MPLS Ramah Tahun 2026 dapat dilihat pada infografis di atas.

Sumber :

Surat Edaran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Nomor : 400.3.8.1/14/DIKBUD-B, Hal : Penyesuaian Lini Masa SPMB dan MPLS Ramah Tahun 2026.

___

#SobatKomBengkayang

Following the adjustments to the Academic Calendar for the 2025/2026 Academic Year, please be informed that the timeline for the New Student Admission (SPMB) and the Ramah School Orientation Period (MPLS Ramah) has been revised from the previous timeline.

The updated timeline for the 2026 SPMB and MPLS Ramah implementation can be found in the infographic above.

Source:

Circular Letter of the Education and Culture Office of Bengkayang Regency Number: 400.3.8.1/14/DIKBUD-B regarding the Adjustment of the 2026 SPMB and MPLS Ramah Timeline.

Bupati Bengkayang Buka Seminar Nasional Teacher Preneur Nusantara: “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi”

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi membuka Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Teacher Preneur Nusantara Kalimantan Barat, bertempat di Aula Rangkaya, Sabtu (06/06/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB ini mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menekankan bahwa tema seminar tersebut mengandung makna mendalam, mengingat peserta didik saat ini sebagian besar berasal dari Generasi Alfa yang tumbuh dalam lingkungan digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, perbedaan generasi antara guru dan murid bukanlah hambatan, melainkan tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kompetensi diri.

Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan mindset, toolset, dan skillset sebagai fondasi profesionalisme pendidik abad ke-21. Ia menambahkan bahwa topik seperti public speaking, kepemimpinan, produktivitas, serta teacher preneurship menjadi bagian tak terpisahkan dalam membangun guru yang mampu menjadi fasilitator, pembimbing karakter, sekaligus inspirator bagi peserta didik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Bupati mengapresiasi seluruh panitia, narasumber, dan peserta seminar. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi pendidik di Bengkayang, sejalan dengan visi daerah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berbudaya. (Diskominfo Bengkayang/RT)

Bupati Bengkayang Tekankan Pentingnya Pelatihan Guru Agama dan Sekolah Minggu Hadapi Tantangan Digital

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., resmi membuka Gembala Gathering serta Pelatihan Guru Agama dan Guru Sekolah Minggu Tahun 2026 di Aula Rangkaya Kantor Bupati Bengkayang pada Jumat (29/05/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang menekankan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat iman, pelayanan, dan pembinaan rohani anak. Ia menyoroti tantangan era digital yang dapat memengaruhi anak-anak jika tidak didampingi dengan baik.

Bupati Bengkayang menyebut guru agama dan sekolah minggu sebagai “arsitek gereja masa depan” yang berperan menanamkan moral dan karakter sejak dini. Ia mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga keagamaan di Bengkayang.

Acara berlangsung sukacita sebagai upaya membangun kualitas rohani dan moral anak-anak di Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/Prokopim Bengkayang)

Bupati Bengkayang Resmi Buka Workshop Digitalisasi Pembelajaran, Dorong Guru Jadi Mentor Digital

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Workshop Digitalisasi Pembelajaran di Aula Rangkaya pada Kamis (21/5/2026) pagi. Kegiatan strategis ini merupakan hasil kerja sama antara PGRI Provinsi Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyoroti arus transformasi digital yang bergerak sangat cepat di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.

Workshop ini difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, secara khusus penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) dan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi. Para peserta juga didorong untuk menerapkan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) agar teknologi tidak sekadar menjadi alat bantu, tetapi melebur menjadi bagian integral dalam desain pembelajaran.

Bupati memaparkan bahwa langkah ini sangat sejalan dengan kebijakan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan percepatan transformasi digital pendidikan. Di tingkat daerah, hal ini seirama dengan visi Kabupaten Bengkayang untuk mewujudkan SDM yang unggul, berkarakter, berakhlak, dan berbudaya.

Lebih lanjut, Bupati Sebastianus Darwis memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PGRI Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Ia menyebut PGRI memiliki peran sentral sebagai agent of change sekaligus mitra kritis pemerintah dalam melahirkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan inovatif.

“Pendidikan adalah ekosistem kolaboratif yang menuntut sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Ketika kolaborasi ini kuat, transformasi pendidikan akan tumbuh menjadi gerakan bersama,” ujarnya. (Diskominfo Bengkayang/MR)