Bupati Bengkayang Resmi Buka Workshop Digitalisasi Pembelajaran, Dorong Guru Jadi Mentor Digital

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Workshop Digitalisasi Pembelajaran di Aula Rangkaya pada Kamis (21/5/2026) pagi. Kegiatan strategis ini merupakan hasil kerja sama antara PGRI Provinsi Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyoroti arus transformasi digital yang bergerak sangat cepat di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.

Workshop ini difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, secara khusus penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) dan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi. Para peserta juga didorong untuk menerapkan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) agar teknologi tidak sekadar menjadi alat bantu, tetapi melebur menjadi bagian integral dalam desain pembelajaran.

Bupati memaparkan bahwa langkah ini sangat sejalan dengan kebijakan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan percepatan transformasi digital pendidikan. Di tingkat daerah, hal ini seirama dengan visi Kabupaten Bengkayang untuk mewujudkan SDM yang unggul, berkarakter, berakhlak, dan berbudaya.

Lebih lanjut, Bupati Sebastianus Darwis memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PGRI Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Ia menyebut PGRI memiliki peran sentral sebagai agent of change sekaligus mitra kritis pemerintah dalam melahirkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan inovatif.

“Pendidikan adalah ekosistem kolaboratif yang menuntut sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Ketika kolaborasi ini kuat, transformasi pendidikan akan tumbuh menjadi gerakan bersama,” ujarnya. (Diskominfo Bengkayang/MR)

Wakil Bupati Bengkayang Hadiri Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber Dalam Menjaga Keamanan Digital Pemerintah Daerah

Depok – Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal menghadiri kegiatan Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Tahap II, Cyber Incident Exchange Forum (CIEF), serta Bimbingan Teknis TTIS, yang digelar di Aula dr. Roebiono Kertopati Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bojongsari, Depok, Senin (27/10).

Turut mendampingi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang, Ucok P. Hasugian S.STP., M.Si. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat fondasi transformasi digital melalui peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam keamanan siber di seluruh sektor pemerintahan.

Acara dibuka dengan laporan dari Deputi II BSSN, Sulistio, yang menegaskan pentingnya peran TTIS dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan digital bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh 56 Tim TTIS yang baru dikukuhkan, berasal dari unsur kementerian, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi. Hingga saat ini, 452 TTIS telah teregistrasi secara nasional, sebagai bagian dari sistem pertahanan siber Indonesia.

Tim Tanggap Insiden Siber berfungsi sebagai garda terdepan dalam penanganan insiden digital, melalui empat langkah utama, yaitu deteksi dini, tanggap cepat, mitigasi, dan pemulihan layanan publik. Dengan adanya TTIS di tiap sektor pemerintahan, diharapkan sistem keamanan informasi dapat berjalan terstruktur, responsif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mengenai perkembangan Rancangan Undang-Undang tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2025–2026. RUU ini dirancang untuk memperkuat ketahanan digital melalui pengaturan mengenai pencegahan insiden siber, penguatan infrastruktur informasi kritikal, kolaborasi lintas sektor, kerja sama internasional, serta partisipasi aktif masyarakat. (Diskominfo Bengkayang/FM – BSSN)