Pemkab Bengkayang Targetkan Kenaikan Skor Signifikan pada Evaluasi Mandiri KLA 2026

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar pertemuan koordinasi intensif dalam rangka Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 pada Selasa (10/03/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Pemkab Bengkayang untuk memperkuat fondasi kebijakan menuju sistem perlindungan anak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Erlianus, S.P., M.P., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, mewakili Pemerintah Kabupaten Bengkayang, menekankan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci utama. Berdasarkan data evaluasi tahun sebelumnya, Kabupaten Bengkayang mencatatkan Skor Evaluasi KLA 2025 sebesar 674,04.

Tiga Strategi Inti Menuju KLA 2026

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bengkayang telah memetakan tiga pilar strategi utama yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026 :

-Penguatan Regulasi: Penyusunan dan penguatan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), Penanganan Pekerja Anak, serta Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

-Child Budget Tagging: Memastikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) minimal memiliki satu kegiatan yang mendukung KLA. Selain itu, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) akan mendapatkan alokasi anggaran khusus.

-Pelatihan SDM: Peningkatan kapasitas melalui pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) lintas OPD serta sertifikasi bagi pengelola Instansi Layak Anak (ILA).

Sinergi Kemitraan dan Peran Serta Masyarakat

Selain penguatan internal birokrasi, Pemkab Bengkayang juga fokus pada perluasan kemitraan eksternal. Target kemitraan tahun 2026 mencakup aktivasi 3 lembaga masyarakat, 3 media massa, dan 3 dunia usaha.

Salah satu terobosan yang direncanakan adalah pembentukan Forum CSR Peduli Anak. Forum ini diharapkan mampu menutup kekurangan pembiayaan dari APBD melalui kolaborasi sektor swasta, sekaligus meningkatkan citra daerah sebagai kabupaten yang ramah investasi sosial.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat yang berkomitmen penuh mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang)

Seminar Hari Ibu Tekan KDRT dan Perkawinan Anak di Bengkayang

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) menggelar Seminar dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya: Bebas dari Trauma dan Berkarya tanpa KDRT, Mengasuh Anak dengan Cinta, Ciptakan Keluarga Bahagia” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal.

Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat peran strategis perempuan serta menyikapi fakta tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut. Data Dinsos PPPA Bengkayang mencatat 171 kasus kekerasan dalam lima tahun terakhir dengan tren meningkat, serta masih maraknya perkawinan anak yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan angka tertinggi secara nasional.

“Kita tidak boleh membiarkan budaya patriarkis, kekerasan, atau ketidakadilan menjadi bagian dari normalitas keluarga. Anak-anak adalah generasi masa depan Bengkayang yang berhak tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh kasih sayang,” tegas Wakil Bupati.

Perayaan hari ibu menjadi momen untuk mengapresiasi pengorbanan ibu yang luar biasa dan mendukung peran perempuan didalam aspek kehidupan serta sebagai bentuk penghormatan dan Aperesiasi peran ibu sebagai pilar utama keluarga,setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan seminar melalui pemaparan materi dari tiga narasumber yaitu : Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menyampaikan materi tentang “Peran PKK dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga”. Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Herkulana Mekarryani S., M.Si., memaparkan materi “Pencegahan & Penanganan KDRT serta Perlindungan Perempuan”. Serta Ibu Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Kalbar, Umi Kalsum, M.Psi., Psikolog, membawakan materi “Menguatkan Ibu, Menghangatkan Rumah”.

Seminar ini diharapkan dapat menjadi penguatan komitmen bersama seluruh stakeholder, termasuk PKK, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan para ibu, untuk terus melakukan upaya perlindungan, edukasi, pemberdayaan perempuan, serta pemenuhan hak anak guna mewujudkan keluarga Bengkayang yang aman, adil, harmonis, dan sejahtera. (Diskominfo Bengkayang)