Kartini Masa Kini: Penjaga Gerbang Digital Keluarga

Dulu Kartini berjuang untuk akses informasi, sekarang tantangan kita adalah menyaring banjirnya informasi. Menjadi cakap digital bukan berarti sekadar menyita HP anak, tapi berani membangun dialog terbuka dan memahami perlindungan anak di internet melalui kebijakan seperti PP TUNAS.

Mari jadi Ibu yang melek literasi digital. Karena di tangan Ibu yang bijak, teknologi menjadi jendela ilmu, bukan ancaman bagi masa depan. 🛡️💡

#HariKartini#MakinCakapDigital#LiterasiDigital#Bengkayang

___

Kartini Today: The Digital Gatekeeper of the Family 👩‍💻✨

In the past, Kartini fought for access to information. Today, our challenge is to filter the overwhelming flow of information. Being digitally literate does not simply mean taking away a child’s phone, but having the courage to build open dialogue and understanding child protection in the digital space through policies such as PP TUNAS.

Let us become digitally literate mothers. Because in the hands of a wise mother, technology becomes a window of knowledge, not a threat to the future. 🛡️💡

Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Bengkayang ke Kabupaten Landak Terkait Program Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP)/CSR

Ngabang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Landak dalam rangka studi dan koordinasi terkait pelaksanaan Program Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP)/Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah berjalan di Kabupaten Landak, Selasa 14 April 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam pengelolaan program TSLP/CSR, khususnya dalam hal tata kelola forum, pola koordinasi dengan perusahaan, mekanisme perencanaan program, serta dampak nyata terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Rombongan disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Landak, di antaranya :

Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, S.E

Staf Ahli Bupati, Benediktus, S.E., M.Si

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Beni Piato, M.M

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jhon Heatli, S.Th., M.Si

Asisten Administrasi dan Umum, Fransiskus Heri Sarkinom, S.Sos

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Vietra Triana, S.STP., M.Si

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Rosalia Elisabet, S.H

Kepala Bappeda, Yulianus Edo Natalaga, S.Hut., M.Sc

Kepala DPMPTSP, Usmanadi, S.T

Kepala DPUPR-Pera, Jamel ius, S.T., M.T

Kepala Dinas PPKP, John Elak, S.T

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sahbirin, S.T., M.T

Sementara itu, rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kab. Bengkayang Yustianus, S.E., M.M :

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aleksius, S.Sos., M.Si

Kepala Bapperinda, Yulianus, S.Hut., M.Si

Kepala Bapenda, Yohanes Atet, S.Sos., M.Si

Kepala DPMPTSP, Dody Waluyo, S.STP., M.Si

Kabag Perekonomian dan SDA, Kelik Muriyanto, S.KM., M.AP

Kabag Umum, Mario Lande, S.H., M.Si

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak memaparkan praktik baik (best practice) pengelolaan Forum TSLP/CSR, mulai dari pembentukan regulasi, struktur forum, peran perangkat daerah, hingga strategi pelibatan perusahaan dalam mendukung program prioritas daerah. (Diskominfo Bengkayang/FM)

Anak Hebat, Indonesia Kuat !

Dari tanah Bengkayang, lahir anak-anak hebat dengan semangat yang tak pernah padam. Mereka tumbuh dengan mimpi besar, belajar dengan tekad kuat, dan melangkah dengan keberanian.

Anak Hebat, Indonesia Kuat !

@diskominfo_bengkayang

Dari tanah Bengkayang, lahir anak-anak hebat dengan semangat yang tak pernah padam. Mereka tumbuh dengan mimpi besar, belajar dengan tekad kuat, dan melangkah dengan keberanian. Anak Hebat, Indonesia Kuat ! —- From the land of Bengkayang, great children are born with an unyielding spirit. They grow with big dreams, learn with strong determination, and move forward with courage. Anak Hebat, Indonesia Kuat!

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

—-

From the land of Bengkayang, great children are born with an unyielding spirit. They grow with big dreams, learn with strong determination, and move forward with courage.

Anak Hebat, Indonesia Kuat!

Pemkab Bengkayang Targetkan Kenaikan Skor Signifikan pada Evaluasi Mandiri KLA 2026

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar pertemuan koordinasi intensif dalam rangka Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 pada Selasa (10/03/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Pemkab Bengkayang untuk memperkuat fondasi kebijakan menuju sistem perlindungan anak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Erlianus, S.P., M.P., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, mewakili Pemerintah Kabupaten Bengkayang, menekankan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci utama. Berdasarkan data evaluasi tahun sebelumnya, Kabupaten Bengkayang mencatatkan Skor Evaluasi KLA 2025 sebesar 674,04.

Tiga Strategi Inti Menuju KLA 2026

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bengkayang telah memetakan tiga pilar strategi utama yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026 :

-Penguatan Regulasi: Penyusunan dan penguatan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), Penanganan Pekerja Anak, serta Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

-Child Budget Tagging: Memastikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) minimal memiliki satu kegiatan yang mendukung KLA. Selain itu, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) akan mendapatkan alokasi anggaran khusus.

-Pelatihan SDM: Peningkatan kapasitas melalui pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) lintas OPD serta sertifikasi bagi pengelola Instansi Layak Anak (ILA).

Sinergi Kemitraan dan Peran Serta Masyarakat

Selain penguatan internal birokrasi, Pemkab Bengkayang juga fokus pada perluasan kemitraan eksternal. Target kemitraan tahun 2026 mencakup aktivasi 3 lembaga masyarakat, 3 media massa, dan 3 dunia usaha.

Salah satu terobosan yang direncanakan adalah pembentukan Forum CSR Peduli Anak. Forum ini diharapkan mampu menutup kekurangan pembiayaan dari APBD melalui kolaborasi sektor swasta, sekaligus meningkatkan citra daerah sebagai kabupaten yang ramah investasi sosial.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat yang berkomitmen penuh mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang)

Peringatan Hari Ibu Ke 97, Perempuan Berdaya Bengkayang Gemilang

Bengkayang – Peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Kabupaten Bengkayang Tahun 2025 sukses digelar di Aula Rangkaya Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (18/12/2025).

Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 ini mengusung semangat Indonesia Emas 2045 dengan tema Nasional “Perempuan Berdaya dan Berkaya Menuju Indonesia Emas 2045” dengan sub tema Kabupaten Bengkayang “Akhiri Kekerasan Perempuan Aman”. Tema ini merupakan sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis perempuan dalam segala aspek kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan nasional.

Melalui tema tersebut juga mengangkat seruan moral serta mengajak seluruh elemen masyarakat utk menghargai peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Mengutip dari sambutan Bupati Bengkayang yang dibacakan oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, ibu Bernadeta, S.H., M.H. berujar bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi tetapi harus memperhatikan keamanan dan hak-hak perempuan.

“Karena perempuan yang tidak aman tidak akan pernah bisa berdaya, dan daerah yang membiarkan kekerasan tidak akan pernah benar-benar maju”, ujar Bernadeta dalam sambutannya.

Untuk mewujudkan Perempuan Berdaya dan Berkaya Menuju Indonesia Emas 2045″ dengan sub tema Kabupaten Bengkayang “Akhiri Kekerasan Perempuan Aman”. Melalui upaya berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang memberikan penghargaan kepada Kader-kader Gender Champion dengan tujuan mendorong dan mengapresiasi pengarus utamaan gender (PUG) guna mencapai keadilan dan kesetaraan gender diberbagai sektor, dengan mengidentifikasi individu atau kelompok yang telah berkontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berpihak pada kelompok rentan (perempuan,anak dan disabilitas, serta masyarakat kurang mampu)ini dilakukan dengan menjadikan mereka sebagai agen perubahan untuk menginspirasi orang lain agar setara dan berdaya. Kegiatan ini berfokus pada transformasi relasi gender yang timpang dan setiap orang memiliki kesempataan yang setara untuk berkembang, mandiri dan berpartisipasi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang pada peringatan Hari Ibu tahun 2025 ini juga melaunching website “SIPUGA” (Sistem Informasi Pengarusutamaan Gender) yang dikelola oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kabupaten Bengkayang. Sistem ini berfungsi sebagai pusat informasi terkini mengenai kegiatan dan program terkait gender di wilayah tersebut. (Diskominfo Bengkayang/IC/RT)

Seminar Hari Ibu Tekan KDRT dan Perkawinan Anak di Bengkayang

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) menggelar Seminar dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya: Bebas dari Trauma dan Berkarya tanpa KDRT, Mengasuh Anak dengan Cinta, Ciptakan Keluarga Bahagia” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal.

Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat peran strategis perempuan serta menyikapi fakta tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut. Data Dinsos PPPA Bengkayang mencatat 171 kasus kekerasan dalam lima tahun terakhir dengan tren meningkat, serta masih maraknya perkawinan anak yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan angka tertinggi secara nasional.

“Kita tidak boleh membiarkan budaya patriarkis, kekerasan, atau ketidakadilan menjadi bagian dari normalitas keluarga. Anak-anak adalah generasi masa depan Bengkayang yang berhak tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh kasih sayang,” tegas Wakil Bupati.

Perayaan hari ibu menjadi momen untuk mengapresiasi pengorbanan ibu yang luar biasa dan mendukung peran perempuan didalam aspek kehidupan serta sebagai bentuk penghormatan dan Aperesiasi peran ibu sebagai pilar utama keluarga,setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan seminar melalui pemaparan materi dari tiga narasumber yaitu : Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menyampaikan materi tentang “Peran PKK dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga”. Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Herkulana Mekarryani S., M.Si., memaparkan materi “Pencegahan & Penanganan KDRT serta Perlindungan Perempuan”. Serta Ibu Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Kalbar, Umi Kalsum, M.Psi., Psikolog, membawakan materi “Menguatkan Ibu, Menghangatkan Rumah”.

Seminar ini diharapkan dapat menjadi penguatan komitmen bersama seluruh stakeholder, termasuk PKK, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan para ibu, untuk terus melakukan upaya perlindungan, edukasi, pemberdayaan perempuan, serta pemenuhan hak anak guna mewujudkan keluarga Bengkayang yang aman, adil, harmonis, dan sejahtera. (Diskominfo Bengkayang)

Bengkayang Luncurkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang meluncurkan dan menetapkan delapan desa pertama sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) tahun 2025 dalam acara yang berlangsung di Aula Rangkaya Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (9/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E.,M.M dimana diwakili oleh Bernadetha, S.H., M.H., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Hal ini diwujudkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, yang menjadi pedoman bagi seluruh desa.

“Kesetaraan gender bukan hanya isu perempuan, melainkan bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia. Ketika perempuan diberi kesempatan setara, aman dari kekerasan, dan dapat berpartisipasi penuh, maka kualitas keluarga, kesejahteraan ekonomi desa, dan tata kelola pemerintahan akan meningkat,” ujar Bernadetha, S.H., M.H. saat menyampaikan sambutan Bupati Bengkayang.

Delapan desa yang dinobatkan sebagai percontohan DRPPA tahun 2025 telah memenuhi komponen dasar secara lengkap, yaitu menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) DRPPA, membentuk Kader Gender Desa, membentuk Tim Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) atau Kelompok Kerja Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Pokja KDRT), serta menginisiasi berbagai upaya pemberdayaan perempuan dan pencegahan kekerasan serta perkawinan anak.

Kedelapan desa tersebut adalah :

1. Desa Tamong – Kecamatan Siding

2. Desa Hli Buei – Kecamatan Siding

3. Desa Tanggui – Kecamatan Siding

4. Desa Sungkung 2 – Kecamatan Siding

5. Desa Siding – Kecamatan Siding

6. Desa Sekida – Kecamatan Jagoi Babang

7. Desa Bukit Serayan – Kecamatan Samalantan

8. Desa Rantau – Kecamatan Monterado

Bernadetha juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa yang telah bergerak cepat dan serius dalam merespons kebijakan daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga mitra, yaitu Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Bengkayang, yang aktif mendampingi desa-desa binaan.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa program kesetaraan gender ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menjadi prioritas nasional. Melalui DRPPA, diharapkan terwujud desa yang aman bagi perempuan dan anak, bebas dari kekerasan, memberikan ruang partisipasi, mampu mencegah perkawinan anak, dan membuka peluang kesejahteraan bagi seluruh keluarga.

Sebagai penutup, Asisten I menyampaikan tiga pesan penting: pertama, Perdes DRPPA harus diimplementasikan secara nyata melalui musyawarah desa, program kerja, dan alokasi anggaran. Kedua, Tim SAPA dan Pokja KDRT harus menjadi garda terdepan layanan dengan empati dan profesionalitas. Ketiga, desa harus menjadi pelopor pencegahan kekerasan dan perkawinan anak, karena desa yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia Bengkayang yang unggul.

Diharapkan, kedelapan desa percontohan ini dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkayang untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkeadilan gender dan ramah anak.(Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Rapat Evaluasi Kematian Ibu dan Anak Tw. IV serta Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal Tahun 2025

Bengkayang — Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyelenggarakan Rapat Evaluasi Kematian Ibu dan Anak Triwulan IV serta Diseminasi Hasil Audit Maternal dan Perinatal Kabupaten Bengkayang Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Hotel Lala Golden Bengkayang pada Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkayang. Acara strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya:

1. Inspektur Daerah Kabupaten Bengkayang;

2. Kepala Badan/Dinas/Pejabat Tinggi Pratama pada OPD terkait;

3. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang;

4. Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkayang;

5. Para Kepala Bidang/Pejabat Administrator OPD terkait;

6. Camat Bengkayang;

7. Lurah Bumi Emas dan Lurah Sebalo;

8. Kepala Puskesmas Bengkayang, Lumar, Teriak, dan Sungai Betung;

9. Direktur RS Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Bengkayang;

10. Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang atau yang mewakili;

11. Ketua PMI Kabupaten Bengkayang atau yang mewakili;

12. Organisasi kesehatan: IDI, IBI, PPNI, PERSAGI;

13. Para akademisi;

14. Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) AP Bengkayang;

15. Penanggung jawab klinik: Polres Bengkayang, Lanud Harry Hadisoemantri, BNNK, serta klinik mandiri/swasta;

16. Tim Pengkaji AMP-SR dan Sekretariat AMP-SR Kabupaten Bengkayang;

17. Para narasumber dokter spesialis kandungan (Obgyn) dan dokter spesialis anak;

18. Serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan penting ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Beliau membuka sambutan dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan menjaga komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bengkayang. Di mana Pentingnya Evaluasi dan Audit Maternal-Perinatal.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa audit kematian ibu dan bayi memiliki peran vital untuk:

*. Mengidentifikasi penyebab kematian,

*. Menganalisis faktor risiko,

*. Menyusun langkah perbaikan layanan kesehatan,

*. Menguatkan akuntabilitas seluruh pemangku kepentingan.

*. AKI dan AKB disebut sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan, sekaligus gambaran kualitas layanan kesehatan di suatu daerah.

DATA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI KABUPATEN BENGKAYANG

Berdasarkan laporan MPDN Kematian Ibu (AKI):

1. 2023: 3 kasus

2. 2024: 1 kasus

3. 2025 (sampai Oktober) : 0 kasus

Wakil Bupati berharap kondisi tanpa kasus ini dapat terus bertahan hingga akhir tahun.

Kematian Bayi (Perinatal):

1. 2023: 44 kasus

2. 2024: 53 kasus

3. 2025 (sampai Oktober): 20 kasus

Dimana Angka kematian bayi yang belum menurun signifikan menjadi perhatian khusus dalam rapat evaluasi ini.

Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan kematian ibu dan bayi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan:

*. Koordinasi lintas sektor,

*. Evaluasi berkelanjutan,

*. Perbaikan mutu layanan secara menyeluruh.

Beliau mengajak semua peserta aktif memberikan solusi dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati menyampaikan harapan besar agar hasil rapat ini menghasilkan rekomendasi nyata untuk mewujudkan Bengkayang yang Sehat, Unggul, dan Gemilang. (Diskominfo Bengkayang/RT – Prokopim Bengkayang)

Sinergi Pemkab dan Polres Bengkayang Gelar Tatap Muka untuk Pembentukan Sub Gugus Pusat Pencegahan TPPO

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Polres Bengkayang menyelenggarakan kegiatan Tatap Muka (TAPKA) dalam rangka Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kabupaten Bengkayang. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait pada Kamis, 31 Oktober 2025, pukul 09.30 WIB di Aula Polres Bengkayang. Tujuan dilaksanakan pertemuan ini memperkuat kolaborasi, mengoptimalkan peran gugus tugas dan meningkatkan upaya pencegahaan serta penanganan kasus TPPO.

Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, dalam sambutannya yang tertuang dalam berkas acara, menegaskan bahwa TPPO merupakan kejahatan luar biasa yang melanggar hak asasi manusia dan merusak masa depan generasi bangsa.

“Tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan luar biasa yang melanggar hak asasi manusia dan merusak masa depan generasi bangsa. Korbannya tidak hanya perempuan dan anak-anak, tetapi juga laki-laki dewasa, yang dijadikan objek eksploitasi secara fisik, ekonomi, bahkan seksual,” ujar Wabup Syamsul Rizal.

Wabup Syamsul Rizal menekankan tanggung jawab moral dan hukum pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman TPPO. Ia menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum untuk melakukan pencegahan, perlindungan, serta penindakan terhadap pelaku TPPO.

Melalui kegiatan ini, ia berharap semua pihak dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kepedulian terhadap bahaya perdagangan orang. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari eksploitasi.

Wabup juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika menemukan indikasi perdagangan orang di sekitar mereka.

Kegiatan TAPKA ini diselenggarakan berdasarkan Surat Kapolres Bengkayang dengan nomor B/27/X/OPS.1.1/2025. Daftar undangan Tatap Muka (TAPKA) ini mencakup hampir 30 instansi/pejabat penting di Kabupaten Bengkayang.

Diharapkan, pertemuan ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dan terpadu dalam melindungi martabat dan hak asasi setiap warga negara dari ancaman TPPO.(Diskominfo Bengkayang/MR)

Bupati Bengkayang Buka Evaluasi Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bengkayang Tahun 2025

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025 di Aula Rangkaya, Kantor Bupati Bengkayang, pada Rabu (15/10/2025). Acara yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, S.E.,M.M., selaku Ketua Gugus Tugas KLA, beserta seluruh perangkat daerah, camat, serta para pemangku kepentingan terkait.

Kabupaten Layak Anak merupakan sistem pembangunan yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang menginstruksikan kepada Gugus Tugas KLA untuk segera berbenah dan berinovasi guna mempercepat pembangunan KLA menuju tingkat utama atau minimal nindya pada tahun 2025.

“Mari kita terus bekerja dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Bengkayang dapat tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara bermakna dalam pembangunan daerah,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, S.E.,M.M., selaku Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Bengkayang dalam sambutannya yang dibacakan oleh dr. I Made Putra Negara, M.M., Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang, menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian, kendala, dan langkah perbaikan dalam penyelenggaraan KLA.

Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Bengkayang mengungkapkan kebanggaan atas capaian Kabupaten Bengkayang yang meraih penghargaan KLA Kategori Pratama secara berturut-turut pada tahun 2023 dan 2024 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ia juga menegaskan beberapa hal penting, antara lain penguatan koordinasi lintas sektor, pendataan dan dokumentasi kegiatan, serta peran kunci kecamatan dan desa/kelurahan melalui Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA). Ia juga menekankan pentingnya pelibatan Forum Anak, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan media dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan Lomba Kecamatan dan Lomba Desa Layak Anak se-Kabupaten Bengkayang, yang diharapkan dapat memicu semangat kecamatan dan desa untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bengkayang Layak Anak yang gemilang.

Dengan dibukanya secara resmi acara evaluasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat menyusun rencana aksi yang terukur, terarah, dan berkelanjutan guna mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang semakin layak, ramah, dan aman bagi setiap anak. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)