Wakil Bupati Pimpin Apel Serempak Awal Masuk Sekolah di SMPN 1 Bengkayang

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Apel Serempak Awal Masuk Sekolah untuk jenjang pendidikan dasar, Senin (05/01/2026). Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Bengkayang.

Wakil Bupati Bengkayang hadir secara langsung memimpin apel, kehadiran ini menjadi bentuk perhatian dan motivasi pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, sekaligus menyambut semangat peserta didik dan tenaga pendidik memasuki semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bengkayang menekankan pentingnya persiapan menyongsong Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP. Beliau juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk komite sekolah dan orang tua, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung penerapan pembelajaran mendalam.

Apel pagi ini mengusung tema “Gembira Bergerak Implementasikan Pembelajaran Mendalam menyongsong TKA/Ujian Nasional Berkualitas untuk Bengkayang Gemilang”. Kegiatan ini diharapkan dapat memantik kedisiplinan, memperkuat karakter siswa, dan menguatkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/LR/MR/RT)

STRATEGI PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH DAN ANAK TIDAK SEKOLAH DI KABUPATEN BENGKAYANG

#sobatkombengkayang

Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan merupakan kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu bangsa.

Namun masih banyak anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan mereka karena berbagai alasan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada perkembangan anak secara individu, tetapi juga memengaruhi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah menjadi tantangan penting yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu daerah yang memiliki masalah putus sekolah yang cukup tinggi.

Berikut infografis strategi penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Bengkayang.

#ayosekolah

#backtoshool

#indonesiaemas

#pendidikanindonesia

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

#diskominfobengkayang

Bupati Bengkayang Pimpin Rapat Satgas Penaganan Anak Putus Sekolah

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., didampingi oleh Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal, memimpin secara resmi Rapat Anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Bengkayang. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati ini dilaksanakan pada Senin, (08/09/2025).

Rapat ini digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang dalam menangani persoalan putus sekolah, yang hingga 1 September 2025 tercatat sebanyak 7.094 anak tidak lagi mengenyam pendidikan. Melalui Keputusan Bupati Nomor 442/DIKBUD/Tahun 2025 tentang Pembentukan Satgas, Pemkab menyusun strategi kolaboratif untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Dalam arahannya Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis,S.E.,M.M, menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan fondasi utama untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045, sesuai dengan ASTA CITA Pemerintah Pusat. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran pemangku kepentingan untuk optimal menjalankan tugas, mulai dari pendataan, penjangkauan, pemberian bantuan pembiayaan, hingga penyediaan alternatif pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Kolaborasi dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk mengembalikan anak ke jalur pendidikan. Dengan memberikan akses pendidikan yang merata, kita membantu anak-anak meraih masa depan lebih baik dan meningkatkan kualitas SDM bangsa,” tegas Bupati.

Rapat ini juga membahas langkah-langkah konkret ke depan, termasuk sosialisasi ke desa dan sekolah, dan akan ada singkronisasi data melalui operator desa serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)