Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang #LocalWisdom

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang LocalWisdom

Warga Rangkang Gelar Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’, Wujud Syukur atas Panen Raya

Bengkayang – Masyarakat adat Rangkang, Kabupaten Bengkayang, menggelar tradisi Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’ sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi tahun ini. Kegiatan yang berlangsung sukses ini menjadi ajang kebersamaan dan pelestarian budaya leluhur, Senin (20/04/2026).

@diskominfo_bengkayang

Warga Rangkang Gelar Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’, Wujud Syukur atas Panen Raya Bengkayang – Masyarakat adat Rangkang, Kabupaten Bengkayang, menggelar tradisi Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’ sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi tahun ini. Kegiatan yang berlangsung sukses ini menjadi ajang kebersamaan dan pelestarian budaya leluhur, Senin (20/04/2026). Acara yang digelar di lokasi pusat kegiatan adat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mensyukuri berkah panen. “Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga wujud rasa syukur dan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujarnya. Gawai berlangsung khidmat dan diramaikan dengan tarian adat, doa syukur bersama, serta santapan hasil bumi. Kegiatan ini sekaligus menjadi perekat sosial dan penguatan identitas budaya di tengah modernisasi. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT) @Sebastianus Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Acara yang digelar di lokasi pusat kegiatan adat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mensyukuri berkah panen. “Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga wujud rasa syukur dan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Gawai berlangsung khidmat dan diramaikan dengan tarian adat, doa syukur bersama, serta santapan hasil bumi. Kegiatan ini sekaligus menjadi perekat sosial dan penguatan identitas budaya di tengah modernisasi. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Penutupan Festival Budaya Perbatasan dan Peringatan HUT ke-195 Kampung Budaya Bung Kupuak Jagoi Babang

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang, melalui komitmen kuat dalam memajukan kebudayaan daerah, telah berhasil menyelenggarakan serangkaian acara budaya yang memadukan Penutupan Festival Budaya Perbatasan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-195 Kampung Budaya Bung Kupuak Jagoi Babang. Kegiatan yang berlangsung pada (03/11/2025) ini menjadi puncak dari Festival Budaya Perbatasan yang telah digelar selama tiga hari sebelumnya, dengan Jagoi Babang sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Komunitas Sanggar Seni BiJagoi, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII sebagai leading sector.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan budaya sebagai jati diri bangsa, khususnya di daerah perbatasan. Beliau menyatakan Masyarakat Dayak di perbatasan harus berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dalam berbudaya. “Ketika orang menghilangkan budayanya, maka hilanglah jati dirinya,” ucap Wakil Bupati Syamsul Rizal.

Wakil Bupati juga mengapresiasi pencapaian budaya daerah, seperti ditetapkannya alat musik tradisional Silotuang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2018, serta pengakuan Tikar Rotan dan Bung Kupuak sebagai Kampung Adat Terbaik se-Indonesia pada tahun 2019.

Festival ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata masyarakat. Dalam rangkaian acara, dilakukan pengembangan destinasi budaya, pusat oleh-oleh, kuliner, serta penguatan Desa Wisata Jagoi Babang. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 Ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Forkopimda, serta masyarakat adat dan undangan lainnya, diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Dayak Bidayuh Bijagoi. Wakil Bupati juga mengajak generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Komunitas Sanggar BiJagoi, Tim Pemajuan Kebudayaan Desa Jagoi, dan Pokdarwis, untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh dengan rasa cinta terhadap warisan seni dan budaya.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk mewujudkan Bengkayang sebagai kabupaten yang berbudaya dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat misi pembangunan SDM unggul, berakhlak, dan berbudaya. (Diskominfo Bengkayang/RT – Prokopim Bengkayang)

Meriahnya Penutupan Barape’ Sawa’ 2025

Meriahnya Penutupan Barape’ Sawa’ 2025: Kecamatan Sungai Betung Raih Juara Umum, Budaya Dayak Terus Dijaga.

Bengkayang – Acara penutupan festival budaya Barape’ Sawa’ Kabupaten Bengkayang tahun 2025 berlangsung meriah pada Sabtu malam (31/05/2025) di Ramin Bantang, Bengkayang. Event yang menjadi simbol syukur masyarakat Dayak Bakati’ atas hasil panen sekaligus penanda dimulainya musim tanam baru ini ditutup secara resmi oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., MM., dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Florentinus Anum, M.Si., yang membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.

Pada puncak acara, diumumkan bahwa Kecamatan Sungai Betung berhasil meraih gelar Juara Umum dalam serangkaian perlombaan tradisional dan kesenian yang digelar selama event berlangsung. Prestasi ini menambah kebanggaan masyarakat setempat sekaligus menunjukkan komitmen generasi muda dalam melestarikan budaya leluhur. (Diskominfo Bengkayang/RT/NN)

Meriahnya Penutupan Barape’ Sawa’ 2025: Kecamatan Sungai Betung Raih Juara Umum, Budaya Dayak Terus Dijaga

Bengkayang – Acara penutupan festival budaya Barape’ Sawa’ Kabupaten Bengkayang tahun 2025 berlangsung meriah pada Sabtu malam (31/05/2025) di Ramin Bantang, Bengkayang. Event yang menjadi simbol syukur masyarakat Dayak Bakati’ atas hasil panen sekaligus penanda dimulainya musim tanam baru ini ditutup secara resmi oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., MM., dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Florentinus Anum, M.Si., yang membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.

Pada puncak acara, diumumkan bahwa Kecamatan Sungai Betung berhasil meraih gelar Juara Umum dalam serangkaian perlombaan tradisional dan kesenian yang digelar selama event berlangsung. Prestasi ini menambah kebanggaan masyarakat setempat sekaligus menunjukkan komitmen generasi muda dalam melestarikan budaya leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menekankan pentingnya melestarikan tradisi Barape’ Sawa’ sebagai warisan adat Dayak Bakati’. “Modernisasi bukan penghalang, tapi sarana untuk berkreasi dan menjaga budaya,” ujarnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam event budaya guna menghindari pengaruh negatif seperti gadget addiction dan narkoba.

Bupati turut memaparkan agenda budaya Bengkayang sepanjang 2025, termasuk Nyobeng Dayok Kowotn dan Gawia Sowa’ Jagoi Babang, yang telah masuk dalam Kalender Kebudayaan Nasional. “Barape’ Sawa’ adalah bukti bahwa Bengkayang maju, unggul, dan berbudaya,” tegasnya.

Sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan oleh Ir. Florentinus Anum, M.Si, menyoroti potensi pariwisata Bengkayang sebagai destinasi unggulan. “Event budaya seperti ini adalah magnet wisatawan. Pada Januari-Maret 2025, kunjungan wisatawan ke Kalbar naik 30,75%,” ungkapnya.

Gubernur juga mengapresiasi pencapaian Bengkayang sebagai tuan rumah Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025 dan prestasi Desa Wisata Jagoi Babang sebagai desa wisata terfavorit ADWI 2024. “Kita harus bersinergi untuk mempromosikan kekayaan alam dan budaya Kalbar,” pesannya.

Acara ditutup dengan pertunjukan sape’ (alat musik tradisional Dayak) serta artis-artis dayak yang ikut penutupan event budaya ini, dengan ditabuhnya gong tujuh kali, resmi berakhirlah Barape’ Sawa’ 2025, meninggalkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus melestarikan kearifan lokal di bumi Bengkayang.(Diskominfo Bengkayang/RT/NN)

Wakil Bupati Bengkayang Buka Event Budaya Barape’ Sawa’ : Kita Jaga Kearifan Lokal

Bengkayang – Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, secara resmi membuka EVENT BUDAYA BARAPE’ SAWA’ KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2025 pada Selasa, (27/05/2025) di Ramin Bantang Bengkayang. Acara yang berlangsung hingga 31 Mei 2025 ini mengusung tema “Melalui Barape’ Sawa’ Tahun 2025, Bersama Kita Wujudkan Masyarakat yang Berkarakter, Beradat, dan Berbudaya”.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kearifan lokal. “Modernisasi bukan penghalang, melainkan sarana untuk berkreasi dan melestarikan budaya leluhur,” tegasnya. Ia mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak muda terlibat dalam event budaya guna menghindari pengaruh negatif seperti gadget addiction dan narkoba.

Barape’ Sawa’ telah tercatat dalam Kalender Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan sedang dalam proses pencatatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2025. Acara ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda Kabupaten Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Pimpinan OPD Kabupaten Bengkayang, Camat se-Kabupaten Bengkayang, Kapolsek Bengkayang, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, Ketua DAD Kabupaten Bengkayang, Ketua DAD Kecamatan se-Kabupaten Bengkayang, Kepala Benua se-Kabupaten Bengkayang, Tokoh Masyarakat & Lembaga, Pemuka Adat, Pemuka Agama, dan Tokoh Masyarakat, Sponsor dan Donatur.

Selain Barape’ Sawa’, Kabupaten Bengkayang akan menyelenggarakan serangkaian event budaya sepanjang tahun 2025, seperti Nyabak Nitik Majaka’ Pade Bahu, Maka’ Ka’ Pongkot, dan ritual adat lainnya. “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kebersamaan multietnis dan mewujudkan Bengkayang yang maju, unggul, gemilang, dan berbudaya,” tutup Wakil Bupati.

Acara ditutup dengan tabuh gong sebagai simbol pembukaan resmi Barape’ Sawa’ 2025. (Diskominfo Bengkayang/FM/RT/NN)

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Berikut susunan acara pada Event Budaya Barape’ Sawa’ 2025 di Komplek Ramin Bantang Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

Informasi lebih lanjut hubungi : Barape Sawa

#barapesawa

#barapesawa2025

#eventbudaya

#dayak

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

#diskominfobengkayang

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Here is the event rundown for the 2025 Barape’ Sawa’ Cultural Event at the Ramin Bantang Complex, Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

For more information, contact: Barape Sawa

#barapesawa

#barapesawa2025

#culturalevent

#dayak

#bengkayang

#bengkayangregency

#diskominfobengkayang

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Event Budaya Barape’ Sawa’ 2025 pada tanggal 27 – 31 Mei 2025 di Komplek Ramin Bantang Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

#barapesawa

#barapesawa2025

#eventbudaya

#dayak

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

#diskominfobengkayang

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Congratulations and best wishes for the successful hosting of the 2025 Barape’ Sawa’ Cultural Event, held from May 27 to 31, 2025, at the Ramin Bantang Complex, Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

#barapesawa

#barapesawa2025

#culturalevent

#dayak

#bengkayang

#bengkayangregency

#diskominfobengkayang