Gawia Sowa ke-186, Warisan Leluhur yang Mendunia

Bengkayang – Event budaya Gawia Sowa ke-186 Tahun Dayak Bidayuh Bijagoi resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Suku Dayak Bidayuh Jagoi Babang “silotuang” di Balai Adat Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (03/06/2026).

@diskominfo_bengkayang

Bengkayang – Event budaya Gawia Sowa ke-186 Tahun Dayak Bidayuh Bijagoi resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Suku Dayak Bidayuh Jagoi Babang “silotuang” di Balai Adat Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (03/06/2026). Acara ini bukan sekadar festival tahunan, melainkan momentum budaya berskala internasional. Wakil Gubernur Kalimantan Barat menegaskan bahwa kehadiran komunitas serumpun dari Sarawak, Malaysia, membuktikan Gawia Sowa telah melampaui batas kabupaten dan provinsi. “Lewat event ini, kita tunjukkan bahwa orang Dayak sangat menghargai perjuangan pendahulu. Budaya ini wajib dijaga terus-menerus,” ujarnya. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis,S.E.,M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi yang sarat nilai syukur, gotong royong, dan harmoni. Gawia Sowa juga telah masuk Kharisma Event Nusantara serta meraih predikat Desa Wisata Terfavorit. Dengan tema “Bipokat Melestarikan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal”, event ini diharapkan memperkokoh jati diri dan mempererat hubungan harmonis masyarakat adat Dayak Indonesia-Malaysia. (Diskominfo Bengkayang) @Sebastianus Darwis @Anita Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Acara ini bukan sekadar festival tahunan, melainkan momentum budaya berskala internasional. Wakil Gubernur Kalimantan Barat menegaskan bahwa kehadiran komunitas serumpun dari Sarawak, Malaysia, membuktikan Gawia Sowa telah melampaui batas kabupaten dan provinsi.

“Lewat event ini, kita tunjukkan bahwa orang Dayak sangat menghargai perjuangan pendahulu. Budaya ini wajib dijaga terus-menerus,” ujarnya.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E.,M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi yang sarat nilai syukur, gotong royong, dan harmoni. Gawia Sowa juga telah masuk Kharisma Event Nusantara serta meraih predikat Desa Wisata Terfavorit.

Dengan tema “Bipokat Melestarikan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal”, event ini diharapkan memperkokoh jati diri dan mempererat hubungan harmonis masyarakat adat Dayak Indonesia-Malaysia. (Diskominfo Bengkayang)

Bupati Bengkayang Tutup Barape’ Sawa’ 2026: Lestarikan Tradisi Dayak Bakati

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang resmi menutup Barape’ Sawa’ 2026, tradisi tahunan Sub Suku Dayak Bakati, pada Minggu malam, (31/05/2026) di Ramin Bantang, Bengkayang. Penutupan ditandai dengan pemukulan gong tujuh kali oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Barape’ Sawa’ adalah ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus tanda dimulainya musim tanam baru. Tradisi ini telah menjadi agenda rutin DAD Kabupaten Bengkayang bersama pemerintah daerah dan tercatat dalam Kalender Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

Bupati mengapresiasi masyarakat adat Dayak Bakati yang terus menjaga adat istiadat di tengah modernisasi. Ia juga menyebutkan sejumlah event budaya lain yang digelar sepanjang tahun 2026, seperti Gawia Sowa dan Ngarantek Sawa.

Dengan selesainya Barape’ Sawa’ 2026, masyarakat adat Dayak Bakati resmi memulai musim tanam baru, melanjutkan siklus tradisi yang selaras dengan alam dan budaya. (Diskominfo Bengkayang/LR/RT/NN)

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Event Budaya Barape’ Sawa’ 2026

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Event Budaya Barape’ Sawa’ 2026 pada tanggal 27 – 31 Mei 2026 di Komplek Ramin Bantang Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

#barapesawa

#barapesawa2026

#dayak

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

___

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Congratulations and best wishes on the successful organization of the Barape’ Sawa’ Cultural Event 2026, held from May 27–31, 2026 at the Ramin Bantang Complex, Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

Bupati Bengkayang Resmi Buka Gawai Dayak Naik Dango Ke-3 di Monterado Tahun 2026

Bengkayang – Bupati Bengkayang secara resmi membuka perayaan Gawai Dayak Naik Dango ke-3 yang digelar di Rumah Panjang, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, pada Rabu (06/05/2026). Acara pembukaan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Forkopimda, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat, hingga tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sebastianus Darwis S. E., M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, Gawai Dayak Naik Dango bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata upaya pemajuan kebudayaan yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Bupati menekankan pentingnya menjaga identitas dan karakter bangsa di tengah era modernisasi. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah konkret dalam memupuk rasa cinta terhadap nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang.

“Kegiatan ini bukan sebagai bentuk resistensi terhadap budaya luar, melainkan sebagai bentuk filtrasi agar di era keterbukaan ini, karakter dan identitas diri sebagai masyarakat adat tetap terjaga kemurniannya,” ungkap Bupati Bengkayang di hadapan para tamu undangan yang hadir, termasuk Kapolsek dan masyarakat adat Dayak.

Pembukaan acara ini ditandai dengan pemukulan gong, yang disambut dengan antusiasme dari masyarakat yang memadati Rumah Panjang Monterado.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan daftar panjang kegiatan kebudayaan dan pariwisata yang akan diselenggarakan di Kabupaten Bengkayang sepanjang tahun 2026. Kalender Event Budaya Kabupaten Bengkayang 2026 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata dan mempererat persatuan masyarakat multi-etnis. (Diskominfo Bengkayang)

Bupati Bengkayang Resmi Buka Peringatan Hari Tari Sedunia dan FLS3N

Bengkayang — Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, secara resmi membuka kegiatan Peringatan Hari Tari Sedunia yang dirangkaikan dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bengkayang, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Trotoar depan Kantor Bupati Bengkayang tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2026.

Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Komandan Kodim 1209/Bengkayang, Kapolres Bengkayang, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Bengkayang, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Turut hadir pula para camat, lurah, dewan juri, serta peserta dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mengapresiasi seni tari sebagai bahasa universal yang mampu melintasi batas budaya, politik, dan etnis.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan gerakan, tetapi juga menyampaikan pesan, emosi, dan nilai budaya yang mendalam,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa FLS3N menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan kreativitas dan bakat peserta didik di bidang seni, sekaligus membentuk karakter, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan sportivitas antar pelajar.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, lanjutnya, sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri serta melestarikan warisan budaya daerah.

Dengan mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong sekolah-sekolah untuk terus mendukung pengembangan seni dan budaya di kalangan pelajar. (Diskominfo Bengkayang/RT)

Bupati Bengkayang Buka Acara Maka’Dio ke-V di Desa Cipta Karya

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Maka’Dio ke-V yang digelar di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, pada Senin (27/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan nuansa adat yang kental dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah serta masyarakat setempat.

Acara diawali dengan penyambutan Bupati beserta rombongan secara adat Dayak, dilengkapi tarian tradisional dengan properti bambu kuning . Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam rangkaian acara, Bupati Bengkayang membuka kegiatan secara simbolis melalui pemukulan gong. Selain itu, dilakukan pula pemasangan caping dan peneduhan sebagai simbol dimulainya kegiatan Maka’Dio ke-V.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Cipta Karya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Maka’Dio tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat persatuan serta mendorong pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Ibu Maria Christy, anggota DPRD Lusia, unsur Forkopimda atau yang mewakili para kepala OPD, Camat Sungai Betung, Camat Lumar, Camat Teriak, Kepala Desa Cipta Karya, serta tokoh adat dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi ramah tamah antara pemerintah daerah dan masyarakat, menandai komitmen bersama dalam menjaga tradisi dan memperkuat pembangunan di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT/NN)

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang #LocalWisdom

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang #LocalWisdom

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang LocalWisdom

Warga Rangkang Gelar Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’, Wujud Syukur atas Panen Raya

Bengkayang – Masyarakat adat Rangkang, Kabupaten Bengkayang, menggelar tradisi Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’ sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi tahun ini. Kegiatan yang berlangsung sukses ini menjadi ajang kebersamaan dan pelestarian budaya leluhur, Senin (20/04/2026).

@diskominfo_bengkayang

Warga Rangkang Gelar Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’, Wujud Syukur atas Panen Raya Bengkayang – Masyarakat adat Rangkang, Kabupaten Bengkayang, menggelar tradisi Gawai Ngate’ Kaja’ Pade’ sebagai bentuk ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi tahun ini. Kegiatan yang berlangsung sukses ini menjadi ajang kebersamaan dan pelestarian budaya leluhur, Senin (20/04/2026). Acara yang digelar di lokasi pusat kegiatan adat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mensyukuri berkah panen. “Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga wujud rasa syukur dan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujarnya. Gawai berlangsung khidmat dan diramaikan dengan tarian adat, doa syukur bersama, serta santapan hasil bumi. Kegiatan ini sekaligus menjadi perekat sosial dan penguatan identitas budaya di tengah modernisasi. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT) @Sebastianus Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Acara yang digelar di lokasi pusat kegiatan adat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mensyukuri berkah panen. “Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga wujud rasa syukur dan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Gawai berlangsung khidmat dan diramaikan dengan tarian adat, doa syukur bersama, serta santapan hasil bumi. Kegiatan ini sekaligus menjadi perekat sosial dan penguatan identitas budaya di tengah modernisasi. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)