Gawai Nyobeng ”Nibakng” Dayak Bidayuh Sebujit : Warisan Leluhur yang Tumbuh dalam Kebersamaan

Bengkayang — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, saat masyarakat Dayak Bidayuh Sebujit menggelar perayaan adat Gawai Nibakng (Nyobeng) Senin, 15 Juni 2026. Tradisi sakral ini menjadi salah satu warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Dayak Bidayuh di Kabupaten Bengkayang.

Mengusung tema “Nyobeng (Nibakng) sebagai Warisan Leluhur, Berakar dalam Tradisi, Tumbuh dalam Kebersamaan”, perayaan ini tidak sekadar seremoni adat, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Selain itu, Nyobeng menjadi ungkapan syukur atas panen yang berlimpah serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan berkah yang diberikan kepada masyarakat.

Perayaan yang berlangsung meriah ini juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan kearifan lokal. Nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur, seperti pengetahuan tradisional dalam mengelola lahan, menjaga keseimbangan alam, serta pemanfaatan sumber daya secara bijak, menjadi modal utama dalam mendukung kemandirian pangan, khususnya di wilayah perbatasan.

Hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin kedua yang menekankan pentingnya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional. Dengan demikian, pelestarian adat dan budaya tidak hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga berperan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Diskominfo Bengkayang/LR/MR/FM)

Kearifan Dayak Bakati’: Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Resmi Dibuka

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan melindungi eksistensi adat istiadat lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., saat membuka secara resmi acara Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Kecamatan Lumar Tahun 2026, yang berlangsung di Ramin Adat Banua Lumar pada Selasa (9/6/2026).

Acara adat tahunan yang mengusung tema “Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat” ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta berbagai elemen penting daerah. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, serta tokoh masyarakat adat terkemuka, Suryatman Gidot, M.Pd.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta para donatur yang telah bergotong royong menyukseskan tradisi ini.

“Tema hari ini mengingatkan kita bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal yang masih hidup hingga saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang terus menjaga, mewariskan, dan memeliharanya dari generasi ke generasi,” ujar Bupati.

Bagi Masyarakat Dayak Bakati’ Lumar, Ngarantek Sawa’ Bahu bukan sekadar rangkaian upacara adat biasa. Tradisi ini merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.

Bupati menambahkan bahwa hilangnya sebuah budaya bukan terjadi semata-mata karena perkembangan zaman, melainkan karena generasinya yang berhenti mengenal dan mempelajarinya. Oleh sebab itu, ruang pembelajaran seperti ini dinilai sangat vital bagi anak cucu di masa depan.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya. Melalui tradisi ini, kita belajar bahwa keberhasilan tidak dicapai sendirian, melainkan lewat semangat gotong royong dan saling menguatkan,” tambahnya. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Kearifan Dayak Bakati’: Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Resmi Dibuka

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan melindungi eksistensi adat istiadat lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., saat membuka secara resmi acara Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Kecamatan Lumar Tahun 2026, yang berlangsung di Ramin Adat Banua Lumar pada Selasa (9/6/2026).

Acara adat tahunan yang mengusung tema “Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat” ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta berbagai elemen penting daerah. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, serta tokoh masyarakat adat terkemuka, Suryatman Gidot, M.Pd.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta para donatur yang telah bergotong royong menyukseskan tradisi ini.

“Tema hari ini mengingatkan kita bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal yang masih hidup hingga saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang terus menjaga, mewariskan, dan memeliharanya dari generasi ke generasi,” ujar Bupati.

@diskominfo_bengkayang

Kearifan Dayak Bakati’: Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Resmi Dibuka Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan melindungi eksistensi adat istiadat lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., saat membuka secara resmi acara Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 Kecamatan Lumar Tahun 2026, yang berlangsung di Ramin Adat Banua Lumar pada Selasa (9/6/2026). Acara adat tahunan yang mengusung tema “Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat” ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta berbagai elemen penting daerah. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, serta tokoh masyarakat adat terkemuka, Suryatman Gidot, M.Pd. Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta para donatur yang telah bergotong royong menyukseskan tradisi ini. “Tema hari ini mengingatkan kita bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal yang masih hidup hingga saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang terus menjaga, mewariskan, dan memeliharanya dari generasi ke generasi,” ujar Bupati. Bagi Masyarakat Dayak Bakati’ Lumar, Ngarantek Sawa’ Bahu bukan sekadar rangkaian upacara adat biasa. Tradisi ini merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur. Bupati menambahkan bahwa hilangnya sebuah budaya bukan terjadi semata-mata karena perkembangan zaman, melainkan karena generasinya yang berhenti mengenal dan mempelajarinya. Oleh sebab itu, ruang pembelajaran seperti ini dinilai sangat vital bagi anak cucu di masa depan. “Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya. Melalui tradisi ini, kita belajar bahwa keberhasilan tidak dicapai sendirian, melainkan lewat semangat gotong royong dan saling menguatkan,” tambahnya. Selain sebagai pelestarian budaya pertanian Dayak yang lekat dengan alam, kegiatan ini juga menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga di kalangan generasi muda. Di akhir sambutan, Bupati Sebastianus Darwis secara resmi membuka kegiatan Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian ritual dan pawai kontingen yang diikuti antusias oleh masyarakat setempat.(Diskominfo Bengkayang/MR/RT) @Sebastianus Darwis @Anita Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Bagi Masyarakat Dayak Bakati’ Lumar, Ngarantek Sawa’ Bahu bukan sekadar rangkaian upacara adat biasa. Tradisi ini merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.

Bupati menambahkan bahwa hilangnya sebuah budaya bukan terjadi semata-mata karena perkembangan zaman, melainkan karena generasinya yang berhenti mengenal dan mempelajarinya. Oleh sebab itu, ruang pembelajaran seperti ini dinilai sangat vital bagi anak cucu di masa depan.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya. Melalui tradisi ini, kita belajar bahwa keberhasilan tidak dicapai sendirian, melainkan lewat semangat gotong royong dan saling menguatkan,” tambahnya. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Gawia Sowa ke-186, Warisan Leluhur yang Mendunia

Bengkayang – Event budaya Gawia Sowa ke-186 Tahun Dayak Bidayuh Bijagoi resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Suku Dayak Bidayuh Jagoi Babang “silotuang” di Balai Adat Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (03/06/2026).

@diskominfo_bengkayang

Bengkayang – Event budaya Gawia Sowa ke-186 Tahun Dayak Bidayuh Bijagoi resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Suku Dayak Bidayuh Jagoi Babang “silotuang” di Balai Adat Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (03/06/2026). Acara ini bukan sekadar festival tahunan, melainkan momentum budaya berskala internasional. Wakil Gubernur Kalimantan Barat menegaskan bahwa kehadiran komunitas serumpun dari Sarawak, Malaysia, membuktikan Gawia Sowa telah melampaui batas kabupaten dan provinsi. “Lewat event ini, kita tunjukkan bahwa orang Dayak sangat menghargai perjuangan pendahulu. Budaya ini wajib dijaga terus-menerus,” ujarnya. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis,S.E.,M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi yang sarat nilai syukur, gotong royong, dan harmoni. Gawia Sowa juga telah masuk Kharisma Event Nusantara serta meraih predikat Desa Wisata Terfavorit. Dengan tema “Bipokat Melestarikan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal”, event ini diharapkan memperkokoh jati diri dan mempererat hubungan harmonis masyarakat adat Dayak Indonesia-Malaysia. (Diskominfo Bengkayang) @Sebastianus Darwis @Anita Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Acara ini bukan sekadar festival tahunan, melainkan momentum budaya berskala internasional. Wakil Gubernur Kalimantan Barat menegaskan bahwa kehadiran komunitas serumpun dari Sarawak, Malaysia, membuktikan Gawia Sowa telah melampaui batas kabupaten dan provinsi.

“Lewat event ini, kita tunjukkan bahwa orang Dayak sangat menghargai perjuangan pendahulu. Budaya ini wajib dijaga terus-menerus,” ujarnya.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E.,M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi yang sarat nilai syukur, gotong royong, dan harmoni. Gawia Sowa juga telah masuk Kharisma Event Nusantara serta meraih predikat Desa Wisata Terfavorit.

Dengan tema “Bipokat Melestarikan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal”, event ini diharapkan memperkokoh jati diri dan mempererat hubungan harmonis masyarakat adat Dayak Indonesia-Malaysia. (Diskominfo Bengkayang)

Bupati Bengkayang Tutup Barape’ Sawa’ 2026: Lestarikan Tradisi Dayak Bakati

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang resmi menutup Barape’ Sawa’ 2026, tradisi tahunan Sub Suku Dayak Bakati, pada Minggu malam, (31/05/2026) di Ramin Bantang, Bengkayang. Penutupan ditandai dengan pemukulan gong tujuh kali oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Barape’ Sawa’ adalah ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus tanda dimulainya musim tanam baru. Tradisi ini telah menjadi agenda rutin DAD Kabupaten Bengkayang bersama pemerintah daerah dan tercatat dalam Kalender Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

Bupati mengapresiasi masyarakat adat Dayak Bakati yang terus menjaga adat istiadat di tengah modernisasi. Ia juga menyebutkan sejumlah event budaya lain yang digelar sepanjang tahun 2026, seperti Gawia Sowa dan Ngarantek Sawa.

Dengan selesainya Barape’ Sawa’ 2026, masyarakat adat Dayak Bakati resmi memulai musim tanam baru, melanjutkan siklus tradisi yang selaras dengan alam dan budaya. (Diskominfo Bengkayang/LR/RT/NN)

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Event Budaya Barape’ Sawa’ 2026

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Event Budaya Barape’ Sawa’ 2026 pada tanggal 27 – 31 Mei 2026 di Komplek Ramin Bantang Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

#barapesawa

#barapesawa2026

#dayak

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

___

Agutn Ka Batu Ampar, Barampaut Ka Okah Tangangk, Bapama Ka Sangkaro.

Congratulations and best wishes on the successful organization of the Barape’ Sawa’ Cultural Event 2026, held from May 27–31, 2026 at the Ramin Bantang Complex, Bengkayang.

Kaeh Ano Ka Ramin Bantang, Ka’i Barape’ Sawa’.

Bupati Bengkayang Resmi Buka Gawai Dayak Naik Dango Ke-3 di Monterado Tahun 2026

Bengkayang – Bupati Bengkayang secara resmi membuka perayaan Gawai Dayak Naik Dango ke-3 yang digelar di Rumah Panjang, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, pada Rabu (06/05/2026). Acara pembukaan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Forkopimda, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat, hingga tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sebastianus Darwis S. E., M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, Gawai Dayak Naik Dango bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata upaya pemajuan kebudayaan yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Bupati menekankan pentingnya menjaga identitas dan karakter bangsa di tengah era modernisasi. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah konkret dalam memupuk rasa cinta terhadap nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang.

“Kegiatan ini bukan sebagai bentuk resistensi terhadap budaya luar, melainkan sebagai bentuk filtrasi agar di era keterbukaan ini, karakter dan identitas diri sebagai masyarakat adat tetap terjaga kemurniannya,” ungkap Bupati Bengkayang di hadapan para tamu undangan yang hadir, termasuk Kapolsek dan masyarakat adat Dayak.

Pembukaan acara ini ditandai dengan pemukulan gong, yang disambut dengan antusiasme dari masyarakat yang memadati Rumah Panjang Monterado.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan daftar panjang kegiatan kebudayaan dan pariwisata yang akan diselenggarakan di Kabupaten Bengkayang sepanjang tahun 2026. Kalender Event Budaya Kabupaten Bengkayang 2026 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata dan mempererat persatuan masyarakat multi-etnis. (Diskominfo Bengkayang)

Bupati Bengkayang Buka Acara Maka’Dio ke-V di Desa Cipta Karya

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Maka’Dio ke-V yang digelar di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, pada Senin (27/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan nuansa adat yang kental dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah serta masyarakat setempat.

Acara diawali dengan penyambutan Bupati beserta rombongan secara adat Dayak, dilengkapi tarian tradisional dengan properti bambu kuning . Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam rangkaian acara, Bupati Bengkayang membuka kegiatan secara simbolis melalui pemukulan gong. Selain itu, dilakukan pula pemasangan caping dan peneduhan sebagai simbol dimulainya kegiatan Maka’Dio ke-V.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Cipta Karya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Maka’Dio tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat persatuan serta mendorong pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Ibu Maria Christy, anggota DPRD Lusia, unsur Forkopimda atau yang mewakili para kepala OPD, Camat Sungai Betung, Camat Lumar, Camat Teriak, Kepala Desa Cipta Karya, serta tokoh adat dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi ramah tamah antara pemerintah daerah dan masyarakat, menandai komitmen bersama dalam menjaga tradisi dan memperkuat pembangunan di Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT/NN)

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang #LocalWisdom

Gawai Dayak Maka’ Dio’ Ke V, Desa Cipta Karya 2026

Sebuah momen istimewa untuk merayakan kekayaan budaya, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Mari bersama hadir dan ambil bagian dalam semangat kebersamaan, gotong royong, serta kebanggaan sebagai masyarakat Bengkayang yang berbudaya dan berakar kuat pada tradisi.

#GawaiDayak#Bengkayang#KearifanLokal

—-

A special moment to celebrate cultural richness, strengthen brotherhood, and preserve ancestral heritage so it continues to thrive amid the changing times.

Let us come together and take part in the spirit of unity, mutual cooperation, and pride as the people of Bengkayang who are rich in culture and deeply rooted in tradition.

#GawaiDayak#Bengkayang #LocalWisdom