Category: Wisata

BUPATI BENGKAYANG LAUNCHING OBJEK WISATA AIR TERJUN NEK RIAMP DAN GEREJA KATOLIK SANTO DOMINIKUS DESA TUMIANG KECAMATAN SAMALANTAN

Bengkayang – Launcing Wisata Alam Air Terjun Nek Riamp di Desa Tumiang yang terletak di kecamaran Samalantan kabupateb bengkayang di buka oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM. Turut hadir dalam Launcing Tersebut ketua tim PKK kabupaten Bengkayang, Dewan Provinsi Alexsander, S.Ag. Ketua DPRD Kab. Bengkayang, Kejari Kabupateb bengkayang, Dandim 1202 Skw, Wakapolres Bengkayang, kepala Dinas Porapar Kabupaten bengkayang, Kejari Kabupaten Bengkayang, Danramil, Kapolsek, Camat Salamalantan, kepala Desa Tumiang, kepala Desa Pasti Jaya serta tamu undangan yang hadir dalam kegiatan Launching wisata Nek Riamp.

Adapun Rangkaian kegiatan Launching yaitu wisata Nek Riamp Desa Tumiang, Wisata Taidi Amus Desa Pasti Jaya, Bumdes Tumiang, Bumdes Pasti Jaya, Bumdes Bukit Serayan Bumdes Samalantan, Penanaman Pohon dan melepaskan Bibit ikan serta Meletakan Batu Pertama Pendirian Gereja Katolik Santo Dominikus Desa Tumiang.

Laporan Panitia Mengucapkan Selamat Datang Kepada Bupati Bengkayang beserta Rombongan dengan Mereamikan Objek Wisata Nek Riamp yang ada di Desa Tumiang ini dapat Menambah Objek wisata yang ada di kabupaten Bengkayang melalui SK Camat Bulan Februari 2021.

Atas Nama Kabupaten Bengkayang Saya Mengucapkan Selamat Datang di Riam Nek Riamp semoga dapat Memberikan Nuansa kelestarian Alam yang menyegarkan. Dimana kita ketahui Covid 19 yang melanda Indonesia khususnya kabupaten Bengkayang maka dengan itu untuk selalu menjaga Protokol Kesehatan dengan Menjaga Jarak pakai Masker dan Memcuci tangan.

Kita ketahui Kabupaten Bengkayang memiliki luas 13.9 % dari wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Bengkayang sendiri memiliki potensi yang cukup besar dengan potensi yang ada diharapkan dapat mendorong kesejahteraan Masyarakat setempat, Bengkayang sendiri di Juluki 1000 RIAM ini menjadi Daya tarik di sektor Pariwisata sendiri. Perlu di inggat Perkebangan Wisata tidak hannya berfokus pada Objek Wisata yang ada, namun kondisi Sosial, Lingkungan kearah yang lebih baik.

Kedepan Objek Wisata seperti yang baru kita Launching ini dapat di tingkatkan dengan Infrastuktur memadai dengan berkembanganya BuMDes era Otonomi desa saat ini dengan mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang lebih maju perlu di Cermati berbagai Potensi Usaha yang ada di Desa.

Pada Momentum ini saya Mengucapkan terima kasih kepada Camat Samalantan beserta Perangkat Desa Dapat berkalaborasi antar Badan Usaha Milik Desa Sebagai Kelompok Sadar Wisata, Sekali lagi saya mengucapkan Selamat Atas diresmikannya Objek Wisata Nek riamp ini semoga dapat memberikan Pemanfaatan bagi Masyarakat dan Pemerintah di Lanjutkan dengan Peletakan Batu pertama Pendirian Gereja Katholik Santo Dominikus oleh Bupati Bengkayang (Diskominfo).

Pengembangan Wisata Jadi Prioritas Bupati Sebastianus Darwis

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis memastikan bahwa terkait pengembangan pariwisata di Kabupaten Bengkayang sendiri memang menjadi prioritas untuk dikembangkan dimasa kepeminpinannya. Dirinya juga berkomitmen bahwa hal tersebut sesuai dengan visi misi saat kampanye lalu, terlebih setelah melihat potensi wisata yang luar biasa di Bumi Sebalo.
Dalam beberapa Minggu terakhir ini, sudah ada dua lokasi wisata yang dilaunching Bupati sebagai langkah awal dalam pengembangan kedepannya.


“Kita ingin menjadikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bengkayang sebagai tujuan wisata yang bisa dikenal hingga ke tingkat nasional. Terutama bagi wisatawan yang datang ke Kalbar dan datang ke Bengkayang,” ucapnya, Senin (22/3).


“Karena disini kita berbagai potensi. Mulai potensi alam, bahari, wisata agro, wisata budaya, dan sebagainya yang harus kami perkenalkan ke masyarakat luas,” tambahnya.
Berkaitan dengan tujuan tersebut, Darwis menyebut salah satu yang mesti dibenahi adalah mengenai infrastruktur. Terutama di sebagian rute atau jalur menuju ke tiap-tiap destinasi wisata yang ada.


“Yang jelas kita komit dan kedepan kita sangat ingin memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bengkayang,” tutupnya.
Lebih jauh Darwis juga mengingatkan agar para Kepala Desa selalu berinovasi dan mampu meningkatkan kapasitas diri guna membangun desa mereka, melalui bidang pariwisata. Sedangkan untuk pengelolaan BUMDes, Bupati menegaskan agar tidak terfokus pada pariwisata saja.
“Jadi BUMDes jangan latah untuk membuka usaha wisata semuanya,” tegasnya.


Menurut Bupati, Desa maupun BUMDes dapat melihat potensi-potensi yang memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Misalnya usaha perikanan, pertanian, jasa maupun perdagangan. Kata ia, banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh Bumdes disesuaikan dengan karakteristik desa.
Terakhir, Bupati berpesan kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Bengkayang untuk membantu Kepemimpinannya ini agar mampu membawa Kabupaten Bengkayang keluar dari status laporan keuangan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Saya minta kepada 122 Kepala Desa untuk membantu saya bekerja agar mampu mengejar status (laporan keuangan) WTP, sehingga tidak stagnan distatus WDP,” pinta Bupati.
Sementara itu, Ketua Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang (PPDKB), Lipus berharap Pemerintah Daerah harus bersinergi dan berkerjasama dengan berbagai pihak. Terutama dalam rangka mencapai tujuan untuk mengembangkan sektor wisata dan juga kebudayaan di Kabupaten Bengkayang.


Lipus mengatakan bahwa Pemerintah Daerah harus berkerjasama dengan berbagai pihak tak terkecuali pemuda-pemudi di Kabupaten Bengkayang tentunya dapat membantu pengembangan destinasi wisata saat ini.
“Kami selaku putra daerah, mengharapkan Pemda itu harus berkerjasama dengan berbagai pihak termasuk di Disporapar ya bahwa itu bidangnya karena pemuda ini sangat intens sekali,” tutur Lipus.
Kemudian, dalam pengembangan saat ini Bupati bisa mengambil kebijakan. Wisata yang berada di Kabupaten Bengkayang saat ini, menurutnya belum maksimal dikelola.
“Bupati itu bisa mengambil kebijakan, dengan melihat berbagai pertimbangan. Wisata saat ini menurut kami saat ini belum maksimal digarap,” terangnya.


Ia berharap sebagai pemuda daerah Bengkayang kepada Pemerintah Daerah untuk memilih tempat-tempat destinasi wisata yang paling diutamakan terlebih dahulu.
“Itu harus dipetakan dulu, yang mana-mana yang paling diutamakan dulu. Tidak mungkin sekaligus semuanya dikelola, nah maka menurut saya harus dikaji dulu yang mana yang dulu diutamakan sehingga orang bisa melihat wisata yang ada di Bengkayang ini luar biasa,”

Bupati Bengkayang Launching Wisata Riam Jugan

Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Bengkayang, berlahan mulai dimanfaatkan dan diolah masyarakat dengan baik. Salah satunya adalah lokasi air terjun Riam Jugan. Riam Jugan terletak di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.
Riam tersebut saat ini dikelola Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Nyuing Mandiri menjadi destinasi wisata Tover Tubing. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, diberi kesempatan untuk meresmikan pengelolaan tempat wisata tersebut, Jumat (12/3).
Turut hadir Ketua DPRD, Kajari Bengkayang Danlanud 1202 skw ketua Tim pengerak PKK Kab. Bengkayang Ny. Anita Darwis, Camat Sanggau Ledo, Ledo, Lumar, Seluas, Jagoi Babang dan plt. Camat Tujuh Belas serta undangan. Kepala Desa Lembang, Andri mengatakan, destinasi wisata ini nantinya akan dikelola oleh Pokdarwis dibawah BUMDes Nyuing Mandiri milik Desa Lembang.
Melalui kesempatan ini, Andri berharap Riam Jugan bisa mendapatkan perhatian dari Pemda Bengkayang.

“Kami berharap kedepannya Riam Jugan ini dapat berkembang, dan mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten Bengkayang,” ucapnya.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam launching tersebut mengingatkan, agar dalam pengelolaannya nanti, Pokdarwis harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan agar para pengunjung merasa lebih aman.
“Saya harap Riam Jugan dapat menjadi destinasi wisata andalan kabupaten Bengkayang,” harapnya.
Lebih lanjut, Bupati menyebutkan masih banyak potensi-potensi pariwisata yang dimiliki daerah kabupaten Bengkayang ini, namun belum mampu dimaksimalkan. Oleh karena itu, Ia berharap agar masing-masing OPD harus saling bersinergi guna mengatasi hal tersebut sehingga memungkinkan Bengkayang menjadi salah satu destinasi wisata nasional.


“Perlu diketahui, berdasarkan data yang disampaikan Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bengkayang, sedikitnya ada 156 destinasi wisata di daerah ini. Namun dari jumlah tersebut, hanya 31persen atau sekitar 48 saja yang sudah bisa diakses dengan mudah. Kendala utamanya adalah infrastruktur dan untuk membangun sebuah destinasi wisata diperlukan empat pilar penting, yakni SDM, Kelembagaan, Pemasaran dan Objek wisata itu sendiri,” paparnya.
Darwis juga memaparkan, bahwa salah satu Visi Misi nya adalah Pengembangan Pariwisata dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat.


“Maka harus ada sinergitas antar OPD dalam pengembangan pariwisata, bagaimana akses infrastruktur jalan oleh PUPR, disiapkan Kulinernya sebagai pemeberdayaan UMKM dan sekaligus tenaga kerja sector pariwisatanya,” ungkap Bupati.
Bupati juga berharap bahwa selter-selter pariwisata yang sudah dirancang agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat mendongkrak PAD Kabupaten Bengkayang selain dari pariwisata juga dari Kuliner.

“Maka harus ada kerjasama dengan Asosiasi Pariwisata dan Pengusaha Hotel Indonesia (PHRI) sehingga dapat tersedia paket-paket wisata lengkap dengan Pusat oleh-oleh produk UMKM. Kedepan juga akan ditumbuhkembangkan lagi BUMD yang akan mengelola Kawasan-kawasan Industri Wisata seperti Lokasi Pasar Lembang akan dimaksimalkan dalam penyediaan penginapan, pusat kuliner dan jajanan / oleh-oleh Produk UMKM dan Kerajinan dari Dekranasda,” pungkasnya. (Nar).

Disporapar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Bagi Masyarakat Pengelola Objek Wisata

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang kembali menggelar pelatihan tata kelola destinasi pariwisata bagi masyarakat pengelola objek wisata, yang ada di kabupaten Bengkayang.

Pelatihan lebih diperuntukkan untuk masyarakat atau desa yang memiliki destinasi wisata. Karena, pengembangan kepariwisataan tidak terlepas dari kompetibel-nya aspek atraksi, aksesbilitas dan amenitas dalam suatu destinasi pariwisata, serta sinkronisasi unsur-unsur yang berpengaruh terhadap tumbuhnya destinasi tersebut membutuhkan kemampuan tata kelola secara baik.

Foto bersama dalam kegiatan pelatihan Tata Kelola Pariwisata di Bengkayang, di Hotel Repo,Bengkayang.

Kepala Bidang Destinasi Pariwsata Disporapar Kabupaten Bengkayang, Frans Wijaya mengatakan, kemampuan sumber daya manusia kepariwisataan dalam mengelola daya tarik pada suatu destinasi memerlukan peningkatan kualitas secara kontinyu, melalui pelatihan-pelatihan kepariwisataan seperti yang dilakukan saat ini.

Merujuk pada hal tersebut kata Frans Wijaya, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata melalui dukungan kementrian Kepariwisataan Republik Indonesia melaksanakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata bagi Masyarakat Pengelola Objek Wisata di Kabupaten Bengkayang Tahun 2019. Terlepas dari itu, Bengkayang merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata yang harus dikembangkan, sehingga harus betul-betul dikembangkan dan dikemas agar bisa menjadi daya tarik pagi wisatawan, tentu mendatangkan income bagi daerah.

“Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini dilaksanakan selama 3 hari kemarin, dari tanggal 22, 23 dan 24 Mei 2019, dengan jumlah 40 orang yang terdiri dari Kelompok sadar wisata dan masyarakat pengelola objek wisata,” ujarnya.

Kata Frans, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan sumber daya manusia kepariwisataan tentang arah kebijakan umum pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Bengkayang. Kemudian, meningkatkan pemahaman tentang Sapta Pesona. Meningkatkan pengetahuan dalam Tata Kelola Destinasi Pariwisata di objek-objek wisata Kabupaten Bengkayang.

Selain itu juga, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dalam pemasaran industri kepariwisataan. Dan tata Kelola Finansial dan Kontribusi kepariwisataan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hal tersebut perlu kita lakukan bagi masyarakat yang mengelola objek wisata, atau kelompok sadar wisata. Sehingga dengan diberikannya pelatihan ini dapat membantu baik itu masyarakat atau desa yang mengelola wisata dapat memahami tata kelola pariwisata serta kontribusi nya untuk perekonomian,” ungkap Frans.

Dalam pelatihan tersebut, juga menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Ketua ASITA Kalbar, Asesor Kompeten Kepariwisataan, Kadis Porapar Bengkayang, dan Kepala BPKAD Bengkayang

“Narsum juga menyampaikan materi terkait dengan arah pengembangan Pariwisata di Kabupaten Bengkayang. Dan sampai pada Tata Kelola Finansial dan Kontribusi kepariwisataan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” cetusnya.

Frans berharap, melalui pelatihan tersebut dapat menambah ilmu bagi masyarakat pengelola objek wisata, sehingga dapat meningkatkan tata kelola destinasi kepariwisataan di masing-masing destinasi.

Kepala Desa Sungai Duri yang merupakan salah satu dari peserta pelatihan, Rezza Herlambang menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi desa-desa yang berminat untuk mengembangkan potensi wisatanya. Kemudian, materi yang disampaikan sangat berguna untuk diaplikasikan terutama mengenai manajemen dan sistem pemasaran destinasi wisata.

“Dengan adanya pelatihan ini desa yang punya destinasi wisata jadi lebih yakin dan percaya diri untuk mengembangkan potensi wisata untuk mendapatkan pemasukan asli desa, sekaligus ikut mensejahterakan masyarakat sekitar. Semoga kegiatan semacam ini bisa terus dilaksanakan karena manfaat nya sangat positif. Terimkasih kepada Pemda Bengkayang khusus nya dinas Porapar yg sudah memfasilitasi pelatihan ini,” ucapnya, Minggu (26/5).