Selamat dan sukses kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas diraihnya penghargaan Pemerintah Daerah kategori Pratama dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC)

Selamat dan sukses kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas diraihnya penghargaan Pemerintah Daerah kategori Pratama dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan capaian kepesertaan Program JKN mencapai 98,57%.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M. pada acara Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1) didampingi Kadis Kesehatan PPKB Kabupaten Bengkayang, Rosalina Nungkat, S.K.M., M.K.M.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Direktur Utama BPJS Kesehatan, serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

___

Congratulations to the Bengkayang Regency Government on receiving the Regional Government Award in the Pratama Category for achieving Universal Health Coverage (UHC), with National Health Insurance (JKN) program participation reaching 98.57%.

The award was received directly by the Regent of Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., at the Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 held in Jakarta on Tuesday, January 27, accompanied by the Head of the Health and PPKB Office of Bengkayang Regency, Rosalina Nungkat, S.K.M., M.K.M.

The award was presented by the Coordinating Minister for Community Empowerment of the Republic of Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, accompanied by the Minister of Health of the Republic of Indonesia, the Deputy Minister of Home Affairs, the President Director of BPJS Kesehatan, and the Chairperson of the Supervisory Board of BPJS Kesehatan.

#uhc

#bpjskesehatan

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

#diskominfobengkayang

Pemkab Bengkayang Perkuat P4GN Melalui Rakor Rencana Aksi Terkait Program Desa Bersinar

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN dan pemaparan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang digelar pada 22 Desember 2025 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Bengkayang.

Kegiatan ini merupakan upaya penguatan sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Bengkayang Bersinar (Bersih Narkoba), sejalan dengan kebijakan nasional BNN RI dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang RAN P4GN.

Dalam rakor tersebut dipaparkan capaian Program Desa Bersinar yang telah berjalan sejak tahun 2020. Hingga tahun 2025, sebanyak 14 desa dari 122 desa dan 2 kelurahan telah ditetapkan sebagai lokasi Desa Bersinar, 14 desa yang telah melaksanakan kegiatan berupa Spanduk dan sosialisasi, serta tes urine. 14 desa tersebut yaitu Desa Sungai Jaga B, Desa Jagoi, Desa Gerantung, Desa Puteng, Desa Setia Budi, Desa Sungai Jaga A, Desa Karya Bakti,desa Bukit Serayan, desa Suka Bangun, desa Sungkung I, Desa Papan Uduk,Desa Serindu, Desa Sekidak,Desa Suti Semarang. Masih ada 108 Desa dan 2 Kelurahaan yang belum ditetapkan sebagai Desa Bersinar dan masih menjadi target desa bersinar ditahun selanjutnya.

Rakor ini juga menegaskan peran Tim Terpadu P4GN Kabupaten Bengkayang yang melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, dan perangkat daerah dalam menyusun serta mengoordinasikan pelaksanaan RAD P4GN.

Fokus rencana aksi memiliki Bidang utama intervensi yaitu Pencegahaan melalui Kampanye Pemberatasan ,Penyalahgunaan (Rehabilitasi, Peredaraan Gelap Narkotika). Kolaborasi adalah kunci penting dalam menciptakan pendekatan yang komperhensip dalam menghadapi permasalahaan narkotika. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap terwujud langkah-langkah konkret dan terintegrasi dalam pencegahan narkoba, mulai dari edukasi, deteksi dini, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan layanan rehabilitasi, guna mendukung terwujudnya Bengkayang sebagai Kabupaten Bersih Narkoba. (Diskominfo Bengkayang)

Rapat Evaluasi Kematian Ibu dan Anak Tw. IV serta Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal Tahun 2025

Bengkayang — Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyelenggarakan Rapat Evaluasi Kematian Ibu dan Anak Triwulan IV serta Diseminasi Hasil Audit Maternal dan Perinatal Kabupaten Bengkayang Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Hotel Lala Golden Bengkayang pada Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkayang. Acara strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya:

1. Inspektur Daerah Kabupaten Bengkayang;

2. Kepala Badan/Dinas/Pejabat Tinggi Pratama pada OPD terkait;

3. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang;

4. Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkayang;

5. Para Kepala Bidang/Pejabat Administrator OPD terkait;

6. Camat Bengkayang;

7. Lurah Bumi Emas dan Lurah Sebalo;

8. Kepala Puskesmas Bengkayang, Lumar, Teriak, dan Sungai Betung;

9. Direktur RS Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Bengkayang;

10. Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang atau yang mewakili;

11. Ketua PMI Kabupaten Bengkayang atau yang mewakili;

12. Organisasi kesehatan: IDI, IBI, PPNI, PERSAGI;

13. Para akademisi;

14. Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) AP Bengkayang;

15. Penanggung jawab klinik: Polres Bengkayang, Lanud Harry Hadisoemantri, BNNK, serta klinik mandiri/swasta;

16. Tim Pengkaji AMP-SR dan Sekretariat AMP-SR Kabupaten Bengkayang;

17. Para narasumber dokter spesialis kandungan (Obgyn) dan dokter spesialis anak;

18. Serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan penting ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Beliau membuka sambutan dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan menjaga komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bengkayang. Di mana Pentingnya Evaluasi dan Audit Maternal-Perinatal.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa audit kematian ibu dan bayi memiliki peran vital untuk:

*. Mengidentifikasi penyebab kematian,

*. Menganalisis faktor risiko,

*. Menyusun langkah perbaikan layanan kesehatan,

*. Menguatkan akuntabilitas seluruh pemangku kepentingan.

*. AKI dan AKB disebut sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan, sekaligus gambaran kualitas layanan kesehatan di suatu daerah.

DATA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI KABUPATEN BENGKAYANG

Berdasarkan laporan MPDN Kematian Ibu (AKI):

1. 2023: 3 kasus

2. 2024: 1 kasus

3. 2025 (sampai Oktober) : 0 kasus

Wakil Bupati berharap kondisi tanpa kasus ini dapat terus bertahan hingga akhir tahun.

Kematian Bayi (Perinatal):

1. 2023: 44 kasus

2. 2024: 53 kasus

3. 2025 (sampai Oktober): 20 kasus

Dimana Angka kematian bayi yang belum menurun signifikan menjadi perhatian khusus dalam rapat evaluasi ini.

Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan kematian ibu dan bayi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan:

*. Koordinasi lintas sektor,

*. Evaluasi berkelanjutan,

*. Perbaikan mutu layanan secara menyeluruh.

Beliau mengajak semua peserta aktif memberikan solusi dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati menyampaikan harapan besar agar hasil rapat ini menghasilkan rekomendasi nyata untuk mewujudkan Bengkayang yang Sehat, Unggul, dan Gemilang. (Diskominfo Bengkayang/RT – Prokopim Bengkayang)

Bupati Bengkayang Buka Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan kembali komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting, sebuah isu serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi daerah. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Bengkayang, pada (24/11/2025).

Bupati Darwis menyampaikan kabar baik mengenai pencapaian daerah, yang menunjukkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Bengkayang berhasil diturunkan sebesar 9,3%, dari 32,7% pada tahun 2023 menjadi 23,4% pada tahun 2024. Dalam pencapaian yang membanggakan, Bupati secara khusus memberikan apresiasi kepada Desa Jesape, Kecamatan Ledo, yang berhasil mencapai Zero Stunting.

“Pencapaian yang lain adalah kita berhasil menurunkan prevalensi stunting hingga mencapai Zero Stunting yaitu di Desa Jesape Kecamatan Ledo yang pada hari ini Camat dan Ketua TP PKK nya diundang secara khusus untuk menerima piagam penghargaan. Semoga hal ini bisa menjadi motivasi bagi kecamatan yang lain,” kata Bupati.

Camat Ledo beserta Ketua TP PKK Kecamatan Ledo diundang sebagai undangan khusus dalam Rakor tersebut untuk menerima piagam penghargaan. Bupati Darwis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama membantu menurunkan angka stunting, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dunia usaha, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan lembaga non-pemerintah. Salah satu lembaga non-pemerintah yang disebutkan adalah Wahana Visi Indonesia (WVI), yang dinilai telah berperan aktif dalam upaya ini.

Menurut Bupati Bengkayang, keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, konsistensi program, dan pengawasan yang berkelanjutan.

Meskipun terjadi penurunan yang signifikan, Untuk menjaga momentum penurunan angka, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah konkret:

1. Menguatkan komitmen dan sinergi lintas sektor.

2. Melakukan intervensi yang tepat dan terintegrasi, baik spesifik maupun sensitif secara sistematis.

3. Mengawal pelaksanaan program di lapangan, memastikan layanan sampai kepada keluarga yang membutuhkan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

4. Memanfaatkan Aplikasi BANGDA sebagai alat monitoring dan evaluasi berbasis digital untuk mendukung koordinasi dan memastikan intervensi tepat sasaran.

Bupati menegaskan bahwa penurunan stunting bukan hanya soal gizi dan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak, kesejahteraan keluarga, dan kemajuan daerah secara keseluruhan. Acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkayang secara resmi dibuka oleh Bupati. Ia mengakhiri sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk bekerja bersama, dengan niat tulus dan aksi nyata, demi anak-anak dan masa depan Kabupaten Bengkayang yang lebih gemilang dan secara resmi membuka rangkaian acara rakor.

(Diskominfo Bengkayang/LR/MR)

Selamat Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61

Selamat Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61, (12 November 2025)

Dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, mari bersama-sama membangun kesadaran akan pola hidup sehat, baik kesehatan fisik maupun mental. Serta mendukung sistem kesehatan yang kuat dan berkeadilan.

#hkn2025

#harikesehatannasional

#bengkayang

#kabupatenbengkayang

#diskominfobengkayang

___

Happy 61st National Health Day (November 12, 2025)

With the theme “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” let’s continue to build awareness of healthy living—both physically and mentally—and support a strong and equitable health system for all.

#hkn2025

#nationalhealthday

#bengkayang

#bengkayangregency

#diskominfobengkayang

Pemkab Bengkayang Dorong Dua Desa Capai Sanitasi Total di Kecamatan Samalantan

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dilaksanakan oleh Desa Mansuru dan Desa Bukit Serayan di Kecamatan Samalantan, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Camat Samalantan ini dihadiri oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., Ketua TP PKK Ny. Anita Sebastianus Darwis, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Yustianus, S.E., M.M., serta jajaran Forkopimda, Anggota DPRD, dan OPD terkait. Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap percepatan pembangunan sektor sanitasi di wilayah pedesaan.

Melalui program STBM, masyarakat didorong untuk secara mandiri menyediakan sarana sanitasi layak seperti jamban sehat serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pencapaian dua desa ini menjadi langkah maju dalam upaya Pemkab Bengkayang mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari perilaku buang air sembarangan.

Pemerintah berharap keberhasilan Desa Mansuru dan Bukit Serayan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Samalantan dan seluruh wilayah Bengkayang dalam mewujudkan sanitasi total demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Diskominfo Bengkayang/MR – Prokopim Bengkayang)

Pemkab Bengkayang Gelar Senam Sehat, Cek Kesehatan Gratis, dan Donor Darah Sambut HKN ke-61

Bengkayang – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar kegiatan senam sehat, cek kesehatan gratis (CKG), serta donor darah pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Kegiatan senam sehat dan cek kesehatan gratis dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bengkayang mulai pukul 07.00 WIB, sementara kegiatan donor darah berlangsung di Aula Yaluna RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si., Bengkayang pada pukul 09.00 WIB.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, S.E., M.M., bersama jajaran perangkat daerah dan masyarakat umum yang antusias mengikuti kegiatan.

Menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan pembagian doorprize menarik bagi peserta setelah kegiatan senam sehat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan dengan menerapkan gaya hidup sehat, aktif berolahraga, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Bengkayang yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (Diskominfo Bengkayang/MR/RT)

Desa Sungai Raya Deklarasikan 3 Pilar STBM, Dukung Lingkungan Sehat di Bengkayang

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar acara deklarasi 3 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Senin 20 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M beserta jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa yang telah berkomitmen mewujudkan tiga pilar STBM, yaitu :

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)

2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

3. Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT)

Deklarasi ini menandai Desa Sungai Raya sebagai desa ketiga di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan yang berhasil menerapkan tiga pilar STBM. Hal ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sehat, bebas penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, dari total 124 desa/kelurahan di Kabupaten Bengkayang, baru 56 desa (45,16%) yang mencapai status Open Defecation Free (ODF). Sementara itu, masih terdapat 6.522 kepala keluarga yang belum memiliki jamban sehat.

Pemenuhan akses sanitasi dan jamban sehat menjadi tanggung jawab bersama, memerlukan dukungan dari seluruh sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya, dan masyarakat.

Dengan deklarasi ini, diharapkan dapat memotivasi desa-desa lain di Bengkayang untuk segera menerapkan STBM, menuju kabupaten yang lebih bersih dan sehat. (Diskominfo Bengkayang/RT)

Bupati Bengkayang Apresiasi Deklarasi 3 Pilar STBM Desa Seluas Kecamatan Seluas

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang mengapresiasi keberhasilan Desa Seluas, Kecamatan Seluas, yang telah mendeklarasikan penerapan 3 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan deklarasi ini digelar pada Rabu (15/10/2025) merupakan langkah nyata menuju peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Seluas, Tim Penggerak PKK, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya komitmen bersama dalam mewujudkan sanitasi yang lebih baik.

“Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal menuju desa mandiri yang terbebas dari penyakit berbasis lingkungan,” tegas Bupati.

Tiga pilar STBM yang dideklarasikan meliputi:

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)

2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

3. Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT)

Bupati juga mengungkapkan capaian Kabupaten Bengkayang dalam program STBM. Hingga Oktober 2025, dari total 122 desa dan 2 kelurahan, sebanyak 52 desa (41,94%) telah dinyatakan ODF. Namun, masih terdapat 72 desa yang perlu terus didorong untuk mencapai status yang sama.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu percepatan pencapaian STBM di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang, menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan berperilaku hidup bersih. (Diskominfo Bengkayang/RT)