Archives September 2026

Angkat Warisan Budaya, Tikar Bidai Bengkayang Resmi Didaftarkan Sebagai Indikasi Geografis

Tikar Bidai Bengkayang kini resmi memasuki tahap pendaftaran Indikasi Geografis (IG) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat.

Langkah strategis ini diambil untuk melindungi kekayaan intelektual sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Pencapaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) dan masyarakat. Dekranasda Kabupaten Bengkayang mengambil peran aktif dalam memfasilitasi, mendampingi, dan membina para pengrajin lokal.

Kerajinan anyaman turun-temurun khas Suku Dayak Bidayuh ini dilindungi karena memiliki karakteristik dan kualitas yang tidak dapat direplikasi di tempat lain :

* Bahan Baku Spesifik: Menggunakan paduan rotan saga dan kulit kayu pohon tarap (boyuh) yang membuat tikar ini sangat kuat dan tahan lama.

* Pewarna Alami: Memanfaatkan ekstrak daun rambutan dan daun nyam untuk menghasilkan warna hitam dengan kilau yang khas.

* Keahlian Manual: Proses pembuatannya murni mengandalkan keterampilan tangan yang diwariskan lintas generasi, menjadikannya simbol identitas budaya setempat.

Pendaftaran IG berfungsi sebagai perisai hukum yang melindungi reputasi, kualitas, dan keaslian proses produksi Tikar Bidai dari klaim pihak luar. Status ini juga menjadi instrumen penting untuk mendongkrak nilai jual produk dan kesejahteraan para pengrajin.

Lindungi Kekayaan Intelektual, Lestarikan Warisan Budaya, Perkuat Ekonomi Daerah.

—

Promoting Cultural Heritage, Bengkayang Bidai Mat Officially Registered for Geographical Indication

The Bengkayang Bidai Mat has officially entered the registration process for Geographical Indication (GI) with the Directorate General of Intellectual Property (DJKI) through the West Kalimantan Regional Office of the Ministry of Law.

This strategic step aims to protect intellectual property while maximizing the economic potential of communities in the border region.

This achievement is the result of strong collaboration between the Bengkayang Regency Government, through the Regional Development Planning, Research, and Innovation Agency (BAPPERIDA), and the local community. The Bengkayang Regency Dekranasda has played an active role in facilitating, assisting, and providing guidance to local artisans.

This traditional woven craft, passed down through generations among the Dayak Bidayuh, is being protected for its distinctive characteristics and quality that cannot be replicated elsewhere:

Specific Raw Materials: A combination of saga rattan and the bark of the tarap (boyuh) tree makes the mat exceptionally strong and durable.

Natural Dyes: Extracts from rambutan leaves and nyam leaves are used to produce a distinctive black color with a characteristic sheen.

Handcrafted Expertise: The entire production process relies on handcrafting skills passed down through generations, making the mat a symbol of local cultural identity.

GI registration serves as a legal safeguard to protect the reputation, quality, and authenticity of the Bengkayang Bidai Mat production process from claims by outside parties. This status is also an important instrument for increasing the product’s market value and improving the welfare of local artisans.

Protect Intellectual Property, Preserve Cultural Heritage, Strengthen the Regional Economy.

#BidaiBengkayang

#TikarBengkayang

#Bidayuh

#Bengkayang

#KabupatenBengkayang

Bupati Bengkayang Kukuhkan Pengurus FKUB Periode 2026-2031, Tekankan Kerukunan Dan Dialog

Bengkayang – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E.,M.M., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkayang untuk masa bakti 2026-2031. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan, Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Darwis menegaskan bahwa FKUB memiliki peran yang sangat sentral dan bukan sekadar organisasi pelengkap. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006. FKUB disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di daerah.

Bupati menyoroti kekayaan keberagaman Kabupaten Bengkayang yang dihuni berbagai suku seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, dan Jawa, serta agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Menurutnya, keberagaman ini merupakan modal sosial terbesar untuk membangun Bengkayang yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menitipkan tiga pesan penting kepada pengurus FKUB yang baru :

1. Jadilah Perekat, Bukan Sekat

Bupati meminta FKUB untuk hadir dan aktif di tengah masyarakat, tidak hanya menunggu laporan di belakang meja. FKUB diminta berdialog dan mengunjungi masjid, gereja, vihara, serta rumah ibadah lainnya.

2. Kedepankan Dialog dan Kearifan Lokal

Menyikapi potensi gesekan sekecil apapun, Bupati meminta agar diselesaikan dengan musyawarah secara santun dan beradat. Prinsip musyawarah untuk mufakat serta pendekatan persuasif, kekeluargaan, dan keadilan harus selalu dikedepankan.

3. Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

FKUB diminta bersinergi erat dengan Kesbangpol, Kantor Kementerian Agama, FKDM, dan seluruh elemen masyarakat. Bupati juga meminta FKUB membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah dan memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah yang objektif, adil, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

(Prokopim Bengkayang)

Empat Desa di Samalantan Deklarasikan 3 Pilar Sanitasi, Dorong Lingkungan Sehat dan Bebas Buang Air Sembarangan

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penerapan sanitasi yang baik. Hal ini ditandai dengan deklarasi 3 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Samalantan, Saba’u, Babane dan Tumiang, Kecamatan Samalantan, Jumat (18/9/2026).

Tiga pilar yang dideklarasikan meliputi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT).

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., mengatakan, penerapan sanitasi bukan sekadar deklarasi, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kondisi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.” Ungkap Bupati Bengkayang

Berdasarkan data hingga September 2026, sebanyak 76 desa atau 61,29 persen desa di Kabupaten Bengkayang telah berstatus ODF. Namun, masih terdapat 48 desa yang belum ODF sehingga membutuhkan komitmen dan kerja bersama untuk mencapai kondisi bebas buang air besar sembarangan.

Deklarasi Kecamatan Samalantan menjadi kecamatan ketujuh yang mendeklarasikan ODF. Penerapan tiga pilar STBM diharapkan mendorong kebiasaan hidup bersih, mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan air, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat. (Diskominfo Bengkayang/MR)

Bangkit Bersama Pascabencana Puting Beliung, Bantuan Disalurkan untuk Warga Kecamatan Teriak

Bengkayang – Angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, dan merusak puluhan rumah warga. Berdasarkan data pendataan sementara, total terdapat 59 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di tiga desa :

1. Desa Setia Jaya: 44 KK

2. Desa Bangun Sari: 12 KK

3. Desa Sekaruh: 3 KK

Kerugian material akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini, proses verifikasi dan pendataan rinci tingkat kerusakan rumah masih berjalan oleh perangkat daerah terkait.

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis bersama rombongan meninjau langsung lokasi bencana pada Kamis (17/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah kabupaten bengkayang menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak berupa, Sembako, Makanan cepat saji, Makanan anak dan Kebutuhan dasar lainnya

Pemerintah Kabupaten Bengkayang memastikan penanganan pascabencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga perbaikan kerusakan lingkungan dan permukiman, dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi melalui dinas terkait (BPBD, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman). Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. (Diskominfo Bengkayang/Prokopim Bengkayang)

Perkuat Disiplin, Pemkab Bengkayang Dorong ASN Beri Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar kegiatan Apel Bulanan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta seluruh pelaksana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang menekankan pentingnya pemutakhiran data kepegawaian mandiri melalui fitur Indeks Kualitas Data (IKADA) pada aplikasi MyASN, implementasi Document Management System (DMS) ASN, serta pelaksanaan Profiling ASN (ProASN) 2026 dari BKN. Bupati menegaskan bahwa ketidaksesuaian data dapat merugikan pegawai itu sendiri.

“Kualitas data dalam IKADA ini berdampak langsung pada seluruh siklus karier Bapak dan Ibu sekalian. Data yang keliru atau tidak mutakhir akan menghambat proses kenaikan pangkat, pengurusan mutasi, hingga pengusulan pensiun kelak,” ujar Bupati Bengkayang dalam arahan tertulisnya.

Selain menekankan tata kelola kepegawaian dan penegakan disiplin ASN sesuai Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga memberikan perhatian serius terhadap ancaman potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan dan langkah preventif terus ditingkatkan demi menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat.

​Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para ASN untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan, hutan, maupun sampah secara sembarangan. Kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar bahaya karhutla serta dampak kabut asap dapat dicegah sedini mungkin.(Diskominfo Bengkayang/IC/MR)

Maintenance Intake Madi agar membantu menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat di Kecamatan Lumar dan Bengkayang kota

Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., meninjau langsung kondisi Intake Madi yang dikelola Perumda Tirta Bengkayang yang berada di Desa Tiga Berkat, Dusun Madi, Kecamatan Lumar, Rabu (16/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Direktur Perumda Tirta Kencana, Danki Zipur B Yonzipur 6/SD Bengkayang, Kapolsek Lumar, Camat Lumar, Sekretaris Dinas PUPR, serta sejumlah OPD terkait.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses pengerukan sungai di sekitar Intake Madi. Dimana akibat kemarau panjang dan sudah lama tidak dilakukan maintenance sehingga terjadi pendangkalan yang mengakibatkan kondisi ketersediaan bahan baku air berkurang. Pengerukan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran sumber air baku bagi masyarakat.

Bupati menjelaskan, sumber tangkapan air ( Intake) di Madi ini telah dibangun sekitar tahun 2003/2004 dan selama hampir 20 tahun belum dilakukan pengerukan secara menyeluruh.

“Sangat disayangkan kalau bangunan atau fasilitas yang sudah dibangun ini tidak dirawat atau dilakukan maintenance. Ini merupakan sumber air bagi masyarakat, baik di Kecamatan Lumar maupun Bengkayang Kota. Karena itu harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Perumda Tirta Bengkayang dalam penanganan ini bekerja sama dengan Zipur B Yonzipur 6/SD Bengkayang untuk membantu proses pengerukan di sekitar Intake PDAM.

Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perumda Tirta Bengkayang, Danki Zipur B Yonzipur 6/SD, Camat serta seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung penanganan kondisi Intake PDAM tersebut.

“Semoga proses pengerukan ini berjalan lancar dan dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat,” pungkasnya. (Diskominfo Bengkayang)

Peninjauan Perawatan Intake Madi

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., meninjau langsung kondisi Intake Madi yang dikelola Perumdam Tirta Bengkayang yang berada di Desa Tiga Berkat, Dusun Madi, Kecamatan Lumar, Rabu (16/9/2026).

@diskominfo_bengkayang

Peninjauan Perawatan Intake Madi Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., meninjau langsung kondisi Intake Madi yang dikelola Perumdam Tirta Bengkayang yang berada di Desa Tiga Berkat, Dusun Madi, Kecamatan Lumar, Rabu (16/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses pengerukan sungai di sekitar Intake Madi. Dimana akibat kemarau panjang dan sudah lama tidak dilakukan maintenance sehingga terjadi pendangkalan yang mengakibatkan kondisi ketersediaan bahan baku air berkurang. Pengerukan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran sumber air baku bagi masyarakat. (Diskominfo Bengkayang/LL/LR) @Sebastianus Darwis @perumdam Tirta Bengkayang

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses pengerukan sungai di sekitar Intake Madi. Dimana akibat kemarau panjang dan sudah lama tidak dilakukan maintenance sehingga terjadi pendangkalan yang mengakibatkan kondisi ketersediaan bahan baku air berkurang. Pengerukan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran sumber air baku bagi masyarakat. (Diskominfo Bengkayang/LL/LR)

Bengkayang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, 7.198 Anak Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Bengkayang — Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat langkah penanganan Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar dengan tema “Bimbingan Teknis Penanganan Anak Tidak Sekolah”, Selasa, 15 September 2026, di Hotel Lala Golden Bengkayang.

Bupati Sebastianus Darwis menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis tersebut dan berharap pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Target akhirnya jelas: tidak ada lagi anak di Kabupaten Bengkayang yang luput dari pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus fondasi bagi masa depan daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Persoalan anak tidak sekolah dinilai tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, sehingga membutuhkan sinergi pemerintah daerah, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.

Data pemutakhiran dan pemastian dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 3 September 2026 mencatat sebanyak 7.198 anak di Kabupaten Bengkayang berstatus putus sekolah dan tidak sekolah yang tersebar di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 3.656 anak atau sekitar 51 persen telah dipastikan kebenaran datanya, sementara 3.550 anak atau sekitar 49 persen masih membutuhkan proses verifikasi dan validasi lebih lanjut di lapangan.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah memperkuat pendataan, verifikasi dan validasi data ATS. Bupati meminta operator ATS jenjang SD untuk aktif berkoordinasi dengan operator desa. Pencocokan data tidak cukup dilakukan dari sekolah, tetapi harus melibatkan pemerintah desa yang memahami kondisi dan demografi masyarakat di wilayahnya. (Diskominfo Bengkayang)

WASPADA KABUT ASAP KARHUTLA

Kabupaten Bengkayang masih berada dalam kondisi Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bupati Bengkayang mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mencegah meluasnya dampak kabut asap dengan :

1️⃣ Menghindari atau menunda aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar;

2️⃣ Menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah;

3️⃣ Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan sehat;

4️⃣ Tidak membakar lahan atau sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran;

5️⃣ Segera melaporkan kepada aparat atau pihak berwenang apabila melihat titik api atau tanda-tanda kebakaran;

6️⃣ Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi berat pada mata dan tenggorokan.

🌿 Jaga kesehatan diri dan keluarga. Jangan membakar sembarangan.

Kebersamaan dan kepedulian kita adalah kunci untuk mencegah Karhutla dan melindungi Kabupaten Bengkayang dari dampak bahaya kabut asap.

Mari bersama cegah Karhutla, jaga Kabupaten Bengkayang tetap aman dan sehat.

@diskominfo_bengkayang

🚨 WASPADA KABUT ASAP KARHUTLA Kabupaten Bengkayang masih berada dalam kondisi Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bupati Bengkayang mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mencegah meluasnya dampak kabut asap dengan : 1️⃣ Menghindari atau menunda aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar; 2️⃣ Menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah; 3️⃣ Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan sehat; 4️⃣ Tidak membakar lahan atau sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran; 5️⃣ Segera melaporkan kepada aparat atau pihak berwenang apabila melihat titik api atau tanda-tanda kebakaran; 6️⃣ Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi berat pada mata dan tenggorokan. 🌿 Jaga kesehatan diri dan keluarga. Jangan membakar sembarangan. Kebersamaan dan kepedulian kita adalah kunci untuk mencegah Karhutla dan melindungi Kabupaten Bengkayang dari dampak bahaya kabut asap. Mari bersama cegah Karhutla, jaga Kabupaten Bengkayang tetap aman dan sehat. — 🚨 BEWARE OF SMOKE HAZE FROM FOREST AND LAND FIRES Bengkayang Regency remains under an Emergency Response Status for Smoke Haze Disasters caused by Forest and Land Fires (Karhutla). The Regent of Bengkayang urges everyone to work together to protect their health and help prevent the smoke haze from spreading by: 1️⃣ Avoid or postpone outdoor activities. Wear a mask when you need to be outdoors. 2️⃣ Keep doors and windows closed to reduce smoke entering your home. 3️⃣ Drink plenty of water and eat healthy food. 4️⃣ Do not burn land or waste carelessly, as this may trigger fires. 5️⃣ Report immediately to local authorities or relevant officials if you see a fire or signs of a fire. 6️⃣ Seek medical attention immediately if you experience a persistent cough, shortness of breath, chest pain, or severe irritation of the eyes and throat. 🌿 Take care of yourself and your family. Do not burn anything carelessly. Our collective effort and concern for one another are key to preventing forest and land fires and protecting Bengkayang Regency from the harmful effects of smoke haze. Let us work together to prevent forest and land fires and keep Bengkayang Regency safe and healthy. #Karhutla #KabutAsap #KabupatenBengkayang #Bengkayang @Sebastianus Darwis

♬ suara asli – Kominfo_BkyOfficial – Kominfo_BkyOfficial

—

🚨 BEWARE OF SMOKE HAZE FROM FOREST AND LAND FIRES

Bengkayang Regency remains under an Emergency Response Status for Smoke Haze Disasters caused by Forest and Land Fires (Karhutla).

The Regent of Bengkayang urges everyone to work together to protect their health and help prevent the smoke haze from spreading by:

1️⃣ Avoid or postpone outdoor activities. Wear a mask when you need to be outdoors.

2️⃣ Keep doors and windows closed to reduce smoke entering your home.

3️⃣ Drink plenty of water and eat healthy food.

4️⃣ Do not burn land or waste carelessly, as this may trigger fires.

5️⃣ Report immediately to local authorities or relevant officials if you see a fire or signs of a fire.

6️⃣ Seek medical attention immediately if you experience a persistent cough, shortness of breath, chest pain, or severe irritation of the eyes and throat.

🌿 Take care of yourself and your family. Do not burn anything carelessly.

Our collective effort and concern for one another are key to preventing forest and land fires and protecting Bengkayang Regency from the harmful effects of smoke haze.

Let us work together to prevent forest and land fires and keep Bengkayang Regency safe and healthy.

#Karhutla#KabutAsap#KabupatenBengkayang#Bengkayang

Bupati Tegaskan Bengkayang Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla

Bengkayang — Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin 14/09/2026 di Ruang Rapat Bupati Bengkayang. Rapat tersebut dihadiri Bupati Bengkayang, Wakil Bupati Bengkayang, unsur Forkopimda, Kepala PKH, Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Rapat evaluasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan penanganan dampak bencana asap akibat karhutla berjalan secara terpadu, sekaligus mengevaluasi kondisi terkini dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Bupati Bengkayang menegaskan bahwa status Kabupaten Bengkayang masih berada dalam kondisi Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Karhutla.

Bupati menjelaskan, meskipun berdasarkan pemantauan saat ini sudah tidak terdapat titik api di wilayah Kabupaten Bengkayang, kondisi asap masih menjadi perhatian serius. Asap kiriman dari wilayah lain masih cukup pekat dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Walaupun titik api sudah tidak ada di kita, tetapi asap kiriman masih pekat dan berbahaya,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, kondisi tersebut dipengaruhi posisi geografis Kabupaten Bengkayang yang berada di zona selatan, bersama wilayah Sambas, Singkawang dan Serawak. Kondisi angin menyebabkan wilayah Bengkayang masih menerima kiriman asap dari wilayah utara.

“Karena Bengkayang berada di Zona Selatan, bersama Sambas, Singkawang dan Serawak, mendapat kiriman asap dari wilayah utara,” jelasnya.

Bupati meminta seluruh stakeholder untuk terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam menghadapi kondisi tersebut. Penanganan bencana asap tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha, perangkat daerah, hingga masyarakat. (Diskominfo Bengkayang)