


Bengkayang – Pelaksanaan Calendar Of Event Kalimantan Barat Tahun 2024 Pekan Budaya Barape’ Sawa’ Kabupaten Bengkayang ke-9 Tahun 2024 yang di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat Ibu Windy Prihastari, S.STP, M.Si yang sekaligus Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Kalimantan Barat yang didampingi juga oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E.,M.M di Rumah Adat Ramin Bantang Bengkayang pada Senin (27/05/2024).
Hadir dalam Pelaksanaan Pekan Budaya Barape Sawa Kabupaten Bengkayang ke-9 Tahun 2024 ini yaitu Anggota DPR dan DPD RI Dapil Kalimantan Barat; Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat; Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat; Walikota Singkawang, Bupati Sambas, Bupati Landak, Bupati Mempawah atau yang mewakili; Presiden Majelis Adat Dayak Nasional atau yang diwakili Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional; Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat; Forkopimda Kabupaten Bengkayang; Ketua DPRD serta Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang; Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Bengkayang; Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang; Ketua DAD Kabupaten Bengkayang; Ketua DAD Kota Singkawang; Ketua DAD Kabupaten Landak; Ketua DAD Kabupaten Mempawah; Ketua DAD Kabupaten Sambas; Ketua DAD Kecamatan se-Kabupaten Bengkayang; Kepala Benua se-Kabupaten Bengkayang; Camat se-Kabupaten Bengakayang; Pemuka Adat, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat dan lapisan masyarakat Kabupaten Bengkayang yang memadati Ramin Bantang.
Tradisi Bapare’ Sawa’ merupakan tradisi sub suku Dayak Bakati’ sebagai sub suku Dayak paling besar di Kabupaten Bengkayang yang multietnis dan multikultural. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan (Jabata) yang telah memberikan hasil panen pada musim tanam sebelumnya sekaligus juga menandai akan dimulainya musim tanam (Berladang) yang baru dengan kata lain Barape’ Sawa’ adalah tradisi buka dan tutup tahun musim tanam bagi masyarakat adat Dayak Bakati’ di Kabupaten Bengkayang. Dan tradisi ini telah menjadi agenda rutin tahunan DAD Kabupaten Bengkayang bersama Pemerintah Kabupaten Bengkayang serta telah terdaftar dalam kalender Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang.
Dalam Sambutan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat Ibu Windy Prihastari, S.STP, M.Si menyampaikan “Saya berharap kita semua secara bersama-sama terus mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Bengkayang baik melalui pengembangan desa wisata maupun melalui event wisata budaya. Selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, perkembangan wisata di daerah perbatasan juga membantu menggerakkan perekonomian daerah serta berperan dalam mempersatukan kebudayaan yang beragam”.
Sedangkan dalam sambutan Sebastianus Darwis, S.E.,M.M Bupati Bengkayang menyampaikan, “Saya bersama Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyambut baik serta mengapresiasi penuh event-event budaya seperti ini, yang menunjukan sekaligus membuktikan bahwa kita khususnya masyarakat adat Dayak Bakati’ masih terus berupaya menjalankan sertaenjaga tradisi dan adat istiadat yang ada agar terus terpelihara serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman, moderenisasi bukanlah penghalang, namunkita jadikan sarana dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur kita”. Ucap Bupati Bengkayang
Bupati Bengkayang juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam kegiatan ini memberikan hibah dana sebesar Rp. 350.000.000 melalui APBD.
Dalam kesempatan ini juga Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional Bapak Yakobus Kumis juga memberikan 5 hal yang tidak boleh punah didalam masyarakat adat Dayak yaitu : 1. Keberadaan masyarakat Adat Dayak, agar bisa bersaing secara kompotitif dan pemuda harus menjadi manusia yang berkualitas unggul; 2. Bagaimana adat istiadat, seni dan budaya adat untuk terus dijunjung tinggi dan bangga menjadi Dayak; 3. Hukum adat untuk terus ada dan terus dijalankan; 4. Tanah dan hak-hak tanah bagi masyarakat adat tidak boleh dihilangkan, tanah yang ada untum terus dikelola dengan baik dan bijak dan 5. Kelembagaan masyarakat hukum adat, untuk saling bersinergi, saling mendukung satu samalain, jangan sampai saling sikut menyikut. (Diskominfo Bengkayang/LR/AA/RT)





Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang Ny. Anita Darwis, S.E., M.M membuka acara Maka Sawa Dusun Semadum, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang pada Sabtu, 25 Mei 2024.
Turut hadir Pastor Paroki Sanggau Ledo, Kadis Pendidikan & Kebudayaan Kab. Bengkayang , Camat Kec. Tujuh Belas, Perwakilan Danramil Kec. Sanggu Ledo dan Tujuh Belas, perwakilan Kapolsek Kec. Sanggau Ledo dan Tujuh Belas, Ketua DAD Kec. Tujuh Belas, Ketua koordinator wilayah 4 Dinas Pendidikan Kab. Bengkayang, Anggota DPRD Kabupaten terpilih, Kades Pisak, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta masyarakat Dusun Semadum.
Bupati Bengkayang mewakili Pemerintah Kabupaten Bengkayang mengucapkan Selamat Maka’ Sawa ke IV di Dusun Semadum, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas.
Bupati Bengkayang juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bengkayang dan terlebih khusus masyarakat yang ada di Kecamatan Tujuh Belas dan sekitarnya untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan industri budaya dan pariwisata daerah.
Bupati juga mengucapkan terima kasih selamat kepada seluruh panitia dan masyarakat Dusun Semadum atas suksesnya acara Maka’ Sawa Ke IV.
Bupati Bengkayang mengapresiasi acara Maka’ Sawa di Semadum ini dengan ciri khas Bekunto/Silat ini harus di lestarikan dan acara Maka’ Sawa akan dimasukan ke event Wisata Budaya Kabupaten Bengkayang yang akan di gelar setiap tahunnya. (Prokopim Kabupaten Bengkayang)




Semua tanggapan:
11
1 Kali dibagikan
Suka
Komentari
Bagikan

Bengkayang – Yustianus, S.E., M.M Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang membuka secara resmi Naik Dango ke-1 Kecamatan Monterado pada Rabu (22/05/2024).
Turut hadir juga Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Bengkayang, Ketua DWP Kabupaten Bengkayang, Kepala OPD Kabupaten Bengkayang, Anggota DPRD Provinsi terpilih, Camat Monterado, Camat Samalantan, Camat Lembah Bawang, Ketua DAD Kabupaten Bengkayang atau yang mewakili, Ketua DAD Kecamatan Monterado, Kepala Desa se-Kecamatan Monterado, Komunitas TBBR DPC Bengkayang serta Komunitas PASABD.
Dalam sambutannya SEKDA Kabupaten Bengkayang mewakili Bupati Bengkayang menyampaikan makna dari Naik Dango. “Marilah kita bersama-sama mengingat kembali makna atau pengertian yang berkaitan dengan adat Naik Dango, hal ini penting saya kemukakan sebagai dasar bagi kita semua sebelum kita melangkah ke tahap-tahap inti dari Naik Dango itu sendiri, Naik Dango merupakan suatu acara ungkapan syukur masyarakat Dayak Kanayatn yang ada di Kalimantan Barat khususnya masyarakat adat Dayak yang ada di Kecamatan Monterado atas rezeki berupa hasil panen yang diberikan Jubata atau Tuhan kepada manusia dan memiliki tiga aspek utama yaitu kehidupan agraris, religius dan komunal.” Ucap Sekda Kab. Bengkayang.
Dalam hal ini pemerintah Kabupaten Bengkayang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Monterado, Dewan Adat Dayak Kecamatan Monterado dan panitia Naik Dango karena telah mampu mengimplementasikan nilai budaya adat istiadat dan olahraga tradisional pada acara Naik Dango yang pertama di Kecamatan Monterado.
Melalui instansi terkait dan stakeholder kebudayaan diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong dan memperdayakan potensi budaya agar tetap lestari dan terus berkembang serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bengkayang dan terlebih khusus masyarakat yang ada di Kecamatan Monterado dan sekitarnya untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan industri budaya dan pariwisata daerah dan mengucapkan terima kasih selamat kepada seluruh panitia dan masyarakat Kecamatan Monterado atas suksesnya acara Naik Dango yang pertama. (Prokopim Kabupaten Bengkayang)




Bengkayang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, S.KM.,M.KM Mewakili Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM dalam Rangka Acara Adat dan Budaya NYOBE’ DAYOK KOWONT Sub Suku Masyarakat Dayak Bidayuh di Dusun Simpang Empat RT.03 Kampung Umbo Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang 15/05/2024.
Dalam sambutan Bupati Bengkayang yang di bacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, “Saya mengucapkan selamat kepada Panitia dan Stakeholder yang terlibat langsung dalam pelaksanaan NYOBE’ ini, karena ini merupakan wujud nyata dari kecintaan kita untuk tetap melestarikan adat dan budaya kita, jangan sampai masyarakat adat tidak peduli dengan adat istiadat dan bahkan melupakan adat dikarenakan beralih dengan budaya modern, karena jika tidak di organisir dan di pelihara dengan baik maka akan hilang dengan sendirinya oleh derasnya perkembangan teknologi seperti saat ini Ujarnya.
Mengingat Bengkayang merupakan Pintu masuk terdekat dengan Sarawak Malaysia, kita tunjukkan bahwa Dayak harus berdaulat untuk bebas aktif, harus mandiri dan berkepribadian dalam berbudaya ketika orang menghilangkan budaya makan akan kehilangan jati dirinya, untuk itu saya berharap tetap dipelihara dan dijaga adat dan budaya di kabupaten Bengkayang yang kita cintai ini.
Nyobekng atau Nyobeng sebujit serta arsitektur Tradisional rumah adat Baluk Sebujit sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia Tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Ritual Adat Dayok Kowont’ juga sudah di daftarkan sebagai warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2024.
Ini tentu merupakan keberhasilan yang harus kita apresiasi bersama yaitu dengan cara membenahi tata kelola destinasi wisata budaya di daerah ini, agar bisa memberikan nilai tambah bagi kelompok dan masyarakat sekitar, mengembangkan event perbatasan, mengembangkan pusat oleh-oleh dan pusat kuliner dan mengembangkan desa adat yang sudah ada untuk menggerakkan pembangunan wisata budaya dan desa oleh masyarakat dan untuk masyarakat dan terus meningkatkan upaya promosi.
Melalui perhelatan budaya yang ada, salah satunya lewat ritual adat nyobe’ Dayok Kowont’ ini, diharapkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam komunitas desa adat masyarakat adat dan tim pemajuan kebudayaan desa serta kelompok sadar wisata (POK-DARWIS) untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh. Milikilah rasa cinta terhadap seni dan budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh para leluhur atau pendahulu. sebab dengan demikian niscaya daerah ini akan kuat dan berkarakter dalam kebudayaan.
Kebudayaan kita telah diatur dalam peraturan daerah Kabupaten Bengkayang nomor 3 tahun 2020 tentang pemajuan kebudayaan daerah serta Peraturan Bupati Nomor 64 tahun 2020 tentang pemajuan kebudayaan daerah Kabupaten Bengkayang melalui instansi terkait memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong dan memberdayakan potensi Budaya agar tetap Lestari, dan terus berkembang serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat adat yang ada di Kabupaten Bengkayang Pungkasnya.
Dalam Kesempatan tersebut Ketua Pelaksana Panitia MARDIMIS dan Masyarakat menyampaikan usulan dan harapan kepada Bupati Bengkayang Antara lain:
1. Bidang Infrastruktur:
– Lampu Penerangan Listrik;
– Jalan dan Jembatan;
– Pendidikan dan Kesehatan ;
– Lingkungan Permukiman.
2. Bidang Pendidikan :
Jika di memungkinkan kami usulkan pembangunan SD mini atau TK/PAUD sehingga anak-anak kami dapat menikmati sekolah yang layak dan terjangkau.
3. Kampung Umbo RT.03 Dusun Simpang Empat desa bengkawan merupakan Kampung definitif yang diakui secara sah secara administratif dalam pemerintahan sehingga tidaklah berlebihan jika kami sangat berharap agar permukiman kami Kampung Umbo dan area lahan tempat kami bekerja mencari nafkah seperti kebun dan lahan tampasan ladang supaya mendapat status Enclave dari Kawasan Konservasi Cagar Alam (CA). Sehingga memberikan ruang gerak yang fleksibel dalam mengelola potensi alam yang berada dekat dengan Kampung kami seperti potensi wisata yang mabeh. Ungkapnya.
Heru Pujiono, S.KM.,M.KM selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang setelah kegiatan Acara Adat NYOBE’ dayok Kowont’ langsung meninjau SDN 19 Rambai dan dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Bupati Sebastianus Darwis, SE.,MM dalam kesempatan yang baik pungkas nya.
Hadir dalam Kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab Bengkayang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Bengkayang, Anggota DPRD Provinsi Terpilih Maria Christi Laura, SP, Camat Seluas, Camat Siding, Perwakilan OPD (PUPR, PMD, DMPTSP, Kabag Kesra, Kominfo) Danramil Seluas, Perwakilan Kapolsek Seluas, Komunitas LAYO X-Trail, Kepala Desa Bengkawan, Kepala Desa Pisak, Kepada Desa Sahan. (Diskominfo Bengkayang/LR)




Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E.,M.M membuka acara budaya Naik Dango (Gawe Narah Padi) Samalantan Ke XXVIII Tahun 2024 di Rumah Panjang Samalantan pada Selasa (14/05/2024).
Turut hadir dalam acara ini yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, S.E., M.M., Ketua Dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Dan Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Forkopimda Kabupaten Bengkayang, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang, Forkopimcam, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang, Ketua Dewan Adat Dayak Kota Singkawang, Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Samalantan, Monterado Dan Capkala.
Event “Naik Dango” di Kecamatan Samalantan pada tahun ini mengambil tema “Dengan Event Naik Dango, Kita Wujudkan Pelestarian Budaya Dan Penerusan Tradisi Sebagai Benih Hidup Masa Depan”. Tema ini merupakan refleksi dari pelestarian budaya Dayak dan tradisi utama Rumah Bantang dan menjadi bentuk pewarisan tradisi, norma, dan persaudaraan dan penyerahan diri seutuhnya kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa) seperti falsafah hidup “Adil Ka Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”.
Naik Dango merupakan suatu acara ungkapan syukur masyarakat Dayak khususnya Dayak Kanayatn atas rejeki berupa hasil panen yang diberikan Jubata atau Tuhan kepada manusia dan memiliki tiga aspek utama yaitu kehidupan Agraris, Religius, dan Komunal. aspek Agraris yaitu kehidupan masyarakat yang memiliki tradisi bercocok tanam, kemudian aspek Religius merupakan aspek untuk berterima kasih kepada Tuhan atas panen yang diperoleh dan aspek Komunal adalah cerminan kehidupan kekeluargaan, solidaritas dan persatuan.
Dalam sambutannya Bupati Bengkayang menghimbau dan mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bengkayang dan para pengusaha Nasional untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan industri budaya dan pariwisata Daerah. “Keberhasilan pembangunan di bidang ini, sangat mungkin untuk diraih, karena selain memiliki keanekaragaman budaya etnik. Kabupaten Bengkayang juga mempunyai objek wisata yang tidak kalah menarik, bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat.” Imbau Bupati Bengkayang.
Lanjut Bupati Bengkayang menambahkan lokasi Kabupaten Bengkayang yang strategis dengan berbagai macam potensinya. “Selain itu, ditunjang pula dengan letak geografisnya yang sangat strategis, yaitu berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur, sehingga sangat potensial untuk mendatangkan para wisatawan lokal dan mancanegara.” Tutup Beliau. (Diskominfo Bengkayang/LR/RT)





Bengkayang – Ngatek Kaja Pade ini adalah salah satu ritual setelah panen padi, yangjuga diselengarakan dalam rangka ucapan syukur kepada Jubata atau Tuhan atas hasil panen padi yang melimpah, kegiatan yang diselengarakan di Padagi Sekayok Rangkang pada Sabtu (20/04/2024).
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kepolisian Resor Bengkayang, Wakil Ketua DAD Kabupaten Bengkayang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang, Camat Bengkayang, Kepala Binua Palayo, Kepala Binua Plampang, Kepala Binua Rara Seburuk, Ketua DAD Kecamatan Bengkayang, Tokoh Masyarkat serta Tokoh Adat di Binua Palayo.
Perlu diketahui bahwa kegiatan Ritual Ngatek Kaja Pade ini telah lama tidak diselengarakan setelah berapa puluh tahun dan kali ini baru diselengarakan kembali dengan tujuan terus melanjutkan serta lestarikan kebudayaan yang tidak boleh hilang.
Dalam hal itu lah Sebastianus Darwis,S.E.,M.M dalam sambutan berpesan “… Sekali lagi ini mesti kita teruskan, kalo kita tidak teruskan dan lestarikan budaya adat masyarakat Binua Palayo ini dia akan punah, karena dia hidup ditengah-tengah kota Bengkayang.” Ungkapnya. (Diskominfo Bengkayang/RT/Dok. Prokopim Kabupaten Bengkayang)




Bengkayang – Gawai Adat Dayak Banyadu Maka’ Ka’ Pongkot ditahun Ke – II (Dua) ini sukses di gelar di Dusun Sentibak pada (05/04/2024).
Hadir dalam Gawai Adat Dayak Banyadu Maka’ Ka’ Pongkot ini yaitu Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Forkopimda Kabupaten Bengkayang, Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang, DAD Kabupaten Bengkayang, Kepala Pajanang Kabupaten Bengkayang, Ketua TBBR Kabupaten Bengkayang, Ketua DAD Kecamatan Teriak, Camat Teriak, Kepala Desa Setia Jaya, serta masyarakat Dayak Banyadu se-Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak.
Maka’ Ka’ Pongkot tahun 2024 ini mengangkat tema “Adat Dayak Ikut Membangun Indonesia Lebih Mantap” Sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak Banyadu kepada Jabatan atau Tuhan atas hasil panen padi yang selama ini terus menerus dilaksanakan.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M berharap kedepannya kegiatan ini bukan hanya untuk masyarakat Banyadu yang ada di Kabupaten Bengkayang tetapi seluruh Provinsi Kalimantan Barat. Ini tentunya merupakan keberhasilan yang harus kita apresiasi bersama, yaitu dengan cara membenahi tata kelola destinasi wisata adat dan wisata budaya didaerah. Apalagi Gawai Adat Dayak Maka’ Ka’ Pongkot ini sudah masuk didalam kalender wisata Kabupaten Bengkayang yang setiap tanggal 5 April ditiap tahun nya di selengarakan.
Bupati Bengkayang juga mengharapkan kepada masyarakat khususnya generasi muda yang tergabung dalam komunitas pajanang Kabupaten Bengkayang untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh juga memiliki rasa cinta terhadap seni dan budaya serta adat istiadat yang sudah diwariskan oleh pendahulu, sebab dengan demikian niscaya daerah ini akan kuat dan berkarakter dalam kebudayaan. (Diskominfo Bengkayang/LR/FM/RT)





Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.,E., M.M menerima Audiensi Panitia Maka’ Ka’ Pongkot Ke-II di Ruang Rapat Bupati bersama OPD terkait dan panitia, Kamis 28 Maret 2024. Dalam kesempatan tersebut Bupati Bengkayang mendengarkan laporan dan evaluasi menjelang pelaksanaan Gawai Maka Ka Pongkot II yang akan di laksanakan pada tanggal 5 April 2024 di Desa Setia Jaya Kecamatan Teriak mendatang.
“Saya sangat apresiasi kepada Panitia, Camat dan Kepala Desa Setia Jaya dan Kepala Desa Temia Sio, yang mana pada hari ini hadir untuk mendengarkan laporan panitia terkait persiapan pelaksanaan Maka’ Ka’ Pongkot II. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kegiatan ini sudah masuk dalam Kalender Wisata Budaya Kabupaten Bengkayang setiap tahunnya, maka dari itu saya minta OPD yang menangani kegiatan ini agar segera berkoordinasi dengan panitia, apa saja yang diperlukan dan kekurangannya.” Ujar Bupati Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/LR)


Jakarta – Dekranasda Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat ikut serta dalam ajang pembukaan pameran Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-24 Tahun 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Acara bergengsi ini dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, serta dihadiri oleh perwakilan Dekranasda dari Provinsi, Kabupaten/kota diseluruh Indonesia.
Pameran INACRAFT berlangsung mulai Rabu tanggal 28 hingga Minggu 03 Maret 2024, menjadi panggung bagi produk-produk Unggulan Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan mengangkat tema utama “From Smart Village to Global Market” dengan harapan event tahunan ini dapat menjadi pusat promosi kerajinan Internasional.
Pada hari pertama dibuka, Presiden RI Joko Widodo didanpingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo diJakarta Convention Center (JCC) Rabu, (28/2/2024). Beliau melakukan tinjauan untuk melihat berbagai produk kerajinan dari para UKM yang terlibat.
Turut hadir
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki serta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga hadir melihat berbagai produk dari para UKM dalam acara yang digelar hingga 3 Maret 2024 mendatang.
Dalam Kegiatan INACRAFT ini Dekranasda Kabupaten Bengkayang turut berpartisipasi dan menampilkan produk-produk unggulan seperti bidai, tas anyam, dan lain sebagainya. Tim Dekranasda Kabupaten Bengkayang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis,S.E., M.M.
Kegiatan ini juga menampilkan produk unggulannya. Lokal dari berbagai daerah di Indonesia dengan harapan Melalui ajang ini, produk-produk lokal dapat semakin dikenal, meningkatkan taraf hidup pengrajin, dan memberikan manfaat yang lebih besar terutama dapat membawa kab. Bengkayang lebih di kenal di mata dunia khusus nya di seluruh Indonesia. (Diskominfo Bengkayang/FM – Prokopim Kabupaten Bengkayang)


