#SobatKomBengkayang Kabut asap dapat menganggu kesehatan pernapasan dan memperburuk penyakit yang sudah ada, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Dampak kabut asap dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan. Disertai Batuk, sesak nafas, dan gangguan pernafasan. Per tanggal 8 September 2026, Indeks standar pencemaran udara di Kabupaten Bengkayang sudah berada di level berbahaya. Namun, jangan khawatir. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak dari kabut asap : 1. Kurangi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. 2. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi kabut asap di dalam rumah 3. Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi 4. Hindari membakar sampah rumah 5. Segera periksa ke fasilitasi kesehatan jika mengalami batuk berkepanjangan, sesak nafas, nyeri dada, serta iritasi berat pada mata dan tenggorokan. Jaga kesehatan diri dan keluarga agar tetap produktif dan terhindar dari dampak bahaya kabut asap. — Smoke haze can affect respiratory health and worsen existing health conditions, particularly among vulnerable groups such as older adults and children. Exposure to smoke haze can cause irritation of the eyes, nose, and throat, as well as coughing, shortness of breath, and other respiratory problems. As of September 8, 2026, the Air Pollution Index (ISPU) in Bengkayang Regency has reached the hazardous level. However, don’t worry. Here are some steps you can take to reduce the health risks associated with smoke haze: 1. Reduce outdoor activities. Wear a mask when you need to be outdoors. 2. Keep doors and windows closed to reduce smoke haze entering your home. 3. Drink plenty of water and eat nutritious food. 4. Avoid burning household waste. 5. Seek medical attention immediately if you experience a persistent cough, shortness of breath, chest pain, or severe irritation of the eyes and throat. Take care of yourself and your family to stay healthy, productive, and protected from the harmful effects of smoke haze. #kabuasap#karhutla#Bengkayang#KabupatenBengkayang
Smoke haze can affect respiratory health and worsen existing health conditions, particularly among vulnerable groups such as older adults and children.
Exposure to smoke haze can cause irritation of the eyes, nose, and throat, as well as coughing, shortness of breath, and other respiratory problems.
As of September 8, 2026, the Air Pollution Index (ISPU) in Bengkayang Regency has reached the hazardous level.
However, don’t worry. Here are some steps you can take to reduce the health risks associated with smoke haze:
1. Reduce outdoor activities. Wear a mask when you need to be outdoors.
2. Keep doors and windows closed to reduce smoke haze entering your home.
3. Drink plenty of water and eat nutritious food.
4. Avoid burning household waste.
5. Seek medical attention immediately if you experience a persistent cough, shortness of breath, chest pain, or severe irritation of the eyes and throat.
Take care of yourself and your family to stay healthy, productive, and protected from the harmful effects of smoke haze.
Bengkayang – Bupati Bengkayang menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD TA 2026 dan Raperda APBD TA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkayang pada Senin (7/9/2026).
Penyusunan Raperda Perubahan APBD TA 2026 berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Laporan Realisasi Semester Pertama APBD TA 2026, serta penyesuaian terhadap perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA yang disepakati sebelumnya.
Sementara itu, untuk penganggaran TA 2027, Pemkab Bengkayang memicu implementasi Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 dengan lima penekanan utama:
1. Penganggaran berbasis hasil dan dampak (outcome-oriented budgeting).
2. Melengkapi Rencana KUA-PPAS dengan tabel konsistensi program, pendanaan, dan keselarasan target ekonomi makro.
3. Perluasan penandaan tematik (program pembangunan 3 juta rumah, makanan bergizi gratis, ketahanan pangan, dan aksesibilitas keuangan daerah).
4. Penandaan tematik sebagai dasar sinkronisasi antar-kementerian/lembaga berbasis bukti.
5. Alokasi anggaran SKPD ditentukan berdasarkan target kinerja pelayanan publik dan prioritas pembangunan, bukan sekadar pemerataan atau pagu tahun sebelumnya.
Pemerintah Daerah berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 dan R-APBD 2027 bersama DPRD Kabupaten Bengkayang dapat berjalan lancar serta tepat waktu demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bengkayang.(Diskominfo Bengkayang/RT/MR)
Bengkayang – Kabupaten Bengkayang resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Motorprix IMI Kalbar Seri III Tahun 2026. Ajang balap motor yang masuk dalam kalender resmi IMI Kalbar ini digelar selama dua hari pada 5–6 September 2026 di Sirkuit Non Permanen Sekayok Damai Raya (SDR), Kompleks Kantor Bupati Satu Atap, Bengkayang.
Bupati Bengkayang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada IMI Provinsi Kalimantan Barat. “Saya selaku Bupati mengapresiasi kegiatan ini dan terima kasih kepada IMI Provinsi Kalimantan Barat telah mempercayai Kabupaten Bengkayang dalam menyelenggarakan kejuaraan Motorprix seri III Kejurprov Kalbar,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana, John Arendo Rara, melaporkan bahwa kejuaraan ini bertujuan sebagai wadah pembinaan prestasi atlet balap motor daerah. Ajang ini sukses menarik antusiasme tinggi dengan diikuti oleh 40 tim dan 330 starter. Kelas yang diperlombakan mencakup kategori Pemula, Open, Expert, Novice, Rookie, hingga fun race bagi pembalap cilik dan pemula.
Selain menjadi sarana kompetisi dan pencarian bibit atlet berprestasi, kejuaraan ini juga membawa berkah tersendiri bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran ratusan peserta dan tingginya antusiasme penonton menjadi peluang emas bagi para pelaku UMKM. Berbagai stan UMKM yang menjajakan kuliner, minuman, hingga produk lokal tampak meramaikan area sekitar sirkuit, mendorong peningkatan pendapatan warga dan perputaran ekonomi kerakyatan selama acara berlangsung.
Ke depannya, ajang seperti ini diharapkan tidak hanya mampu mempererat silaturahmi serta meningkatkan sportivitas dalam dunia otomotif daerah, tetapi juga terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan pariwisata dan UMKM lokal Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/RT/MR/NN)
Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M. menghadiri kegiatan Penanaman Pohon Mangrove dalam rangka Karya Bakti Skala Besar di Wilayah Kodam XII/Tanjungpura TA 2026, yang dilaksanakan di Dusun Teratai, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutannya, Dandim 1209/Bengkayang menyampaikan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk mencegah abrasi pantai. Akar mangrove memiliki fungsi penting sebagai penahan gelombang sekaligus pelindung garis pantai.
Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga memiliki peran dalam menyerap karbon dan menghasilkan oksigen. Di tengah kondisi kabut asap yang terjadi, keberadaan vegetasi mangrove diharapkan turut mendukung kualitas lingkungan dan udara yang lebih baik.
Sementara itu, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1209/Bengkayang beserta seluruh jajaran TNI yang telah menginisiasi pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar tersebut.
“Mangrove adalah benteng alami kita. Akarnya yang kuat mampu menahan gelombang dan mencegah abrasi pantai. Dengan menanam mangrove hari ini, kita sedang menjaga daratan dan pemukiman masyarakat pesisir dari abrasi,” ujar Bupati.
Bupati menilai sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir Kabupaten Bengkayang.
“Mari kita rawat bersama-sama pohon mangrove yang kita tanam hari ini. Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait siap bersinergi untuk melakukan pemantauan dan perawatan agar 100 persen tanaman ini dapat hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya. (Diskominfo Bengkayang)
Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus berupaya meningkatkan kualitas serta akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satu langkahnya adalah pembangunan gedung ruang rawat inap serta fasilitas pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) di RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si.
Dengan pengembangan fasilitas tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkayang semakin lengkap, berkualitas, mudah diakses, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.
—
RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si. to Get a New Building and Expanded Facilities
What facilities will be available?
The Government of Bengkayang Regency continues to improve the quality and accessibility of healthcare services for the community.
One of these efforts is the construction of a new inpatient ward building, along with facilities for Cancer, Heart, Stroke, and Uronephrology (KJSU) services at RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si.
With these expanded facilities, healthcare services in Bengkayang Regency are expected to become more comprehensive, high-quality, accessible, and capable of providing better services to the community.
Bengkayang – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menyampaikan Nota Pengantar dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkayang, Jumat (4/9/2026).
Dua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Kabupaten Bengkayang Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pembentukan Kecamatan Suti Semarang.
Bupati menyebut, kedua Raperda diperlukan untuk memperkuat kepastian hukum, meningkatkan pelayanan publik, serta menyesuaikan regulasi dengan kebutuhan dan perkembangan wilayah.
Untuk Raperda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah daerah menilai regulasi diperlukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta memperkuat kesiapan kawasan perbatasan dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Jagoi Babang. Sementara perubahan Perda tentang Kecamatan Suti Semarang diarahkan untuk menyesuaikan regulasi dengan dinamika wilayah, kondisi masyarakat, tata ruang, batas wilayah, serta kebutuhan administrasi pemerintahan.
“Perubahan ini ditujukan untuk memperjelas dan mengoptimalkan fungsi koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan,” demikian disampaikan Bupati dalam nota pengantarnya.
Pembahasan Raperda diharapkan menghasilkan regulasi yang efektif, aspiratif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bengkayang. (Diskominfo Bengkayang/RT/MR)
Umat beriman yang terkasih, mari kita jadikan bulan ini sebagai momentum untuk menyalakan kembali semangat persekutuan dan pembaruan iman kita.
Mengusung tema “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”, mari bersama-sama kita mendekatkan diri, merenungkan, serta mewartakan Sabda Tuhan dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
Selamat merenungkan Sabda-Nya, Tuhan memberkati!
—
Happy National Scripture Month (BKSN) September 2026!
Dear brothers and sisters in faith, let us make this month an opportunity to rekindle the spirit of fellowship and renew our faith.
With the theme “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”, let us draw closer to God, reflect on His Word, and proclaim it through every step of our daily lives.
May this month be a blessed time of reflecting on His Word. God bless!
Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang mendorong perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pelaksanaan Program MBG di Ruang Rapat Bupati Bengkayang, Rabu (2/9/2026).
Rakor dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal, Dinkes Bengkayang, Perwakilan BGN dan seluruh camat se-Kabupaten Bengkayang. Bupati menegaskan, MBG merupakan program Presiden sehingga perlu didukung bersama hingga tingkat desa.
“Karena ini program Presiden. Semoga nanti juga sampai ke desa, karena kita fokus ke daerah 3T” ujar Sebastianus.
Dalam rakor juga dibahas sejumlah kendala pelaksanaan MBG, mulai dari keterbatasan dan tingginya harga bahan baku, pemenuhan sertifikasi ketentuan BGN, hingga penghentian sementara distribusi di sejumlah wilayah akibat kondisi karhutla. Pemkab Bengkayang menilai koordinasi lintas sektor dan kecamatan diperlukan agar pelaksanaan MBG dapat terus diperluas dan menjangkau masyarakat di wilayah 3T serta desa. (Diskominfo Bengkayang)
Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang resmi menaikkan status penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Ruang Rapat Bupati Bengkayang pada Senin (31/08/2026), dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh dinas terkait.
Rapat koordinasi digelar menyusul memburuknya kualitas udara di Kabupaten Bengkayang akibat kabut asap. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 27 Agustus 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Bengkayang mencapai angka 171, masuk dalam kategori tidak sehat.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, menyampaikan bahwa dengan penetapan status tanggap darurat ini, BPBD akan segera membuat Surat Keputusan (SK) Komando dan SK Tanggap Darurat sebagai landasan hukum percepatan penanganan bencana di lapangan.
Kabupaten Bengkayang sebelumnya telah menetapkan SK Siaga Bencana Asap Akibat Karhutla sejak Februari 2026, dan diperkuat dengan patroli rutin bersama TNI-Polri serta desa tangguh bencana sebagai garda terdepan di wilayah rawan kebakaran.
Dengan naiknya status menjadi tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk mempercepat pemadaman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap yang terus mengancam kesehatan dan aktivitas warga. (Diskomifo Bengkayang/RT)